GT News | Update Program Pendampingan Desa Wisata Meat

WhatsApp Image 2024-10-12 at 18.07.56_1a211d75

#GAJATOBANEWS | OKTOBER 2024

Update Program Pendampingan Desa Wisata Meat:
MEMBANGUN KEMBALI POTENSI DESA WISATA MEAT DENGAN INOVASI DAN KOLABORASI

Pada bulan September 2024, Desa Wisata Meat mencatat peningkatan omset yang signifikan, mencapai Rp 9.985.000. Meskipun bukan dalam periode musim liburan, angka ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif, didorong oleh berbagai inovasi dan kolaborasi yang terus diperkuat. Berikut adalah rincian distribusi pendapatan pada bulan September 2024:

– Toba Experience: Rp 1.497.750
– Desa Meat: Rp 777.000
– Merchant Makanan: Rp 7.710.250

Dana yang diterima oleh Merchant Makanan dialokasikan untuk mendukung operasional, gaji staf, serta pembelian modal bahan makanan dan minuman. Peningkatan ini merupakan bukti bahwa Desa Wisata Meat memiliki potensi besar yang terus berkembang, terutama dengan dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan pelaku wisata.

Selain kenaikan omset, Toba Experience juga telah melaksanakan sejumlah inovasi teknis, termasuk:
– Pemasangan pengukur air otomatis
– Pemasangan tenda penalang air hujan antar sopo
– Pemasangan CCTV di titik-titik strategis
– Pemasangan alat ukur daya pakai listrik di booth Toba Experience

Meski begitu, Desa Meat masih memerlukan bantuan untuk menyediakan kursi dan meja tambahan guna menunjang kenyamanan wisatawan, serta menambah atraksi baru seperti sepeda air untuk meningkatkan daya tarik destinasi.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mendukung pengembangan Desa Wisata Meat, sehingga dapat menjadi destinasi wisata unggulan yang berdaya saing.

Salam hangat dan penuh semangat,
Gaja Toba

GT News | TELKOM INDONESIA BERI DUKUNGAN INFRASTRUKTUR KULINER MALAM DI BALIGE

WhatsApp Image 2024-10-03 at 16.52.06_2abbcb04

#GAJATOBANEWS | OKTOBER 2024

UPDATE JABI-JABI NIGHT:
TELKOM INDONESIA BERI DUKUNGAN INFRASTRUKTUR KULINER MALAM DI BALIGE

Balige, 3 Oktober 2024 – Jabi-Jabi Night, proyek pengembangan kawasan kuliner malam di Lumban Jabi-Jabi Balige, telah mendapatkan dukungan dari Telkom Indonesia. Bantuan CSR sebesar Rp 25 juta disalurkan melalui bantuan Maju Sinaga, alumni Yayasan Soposurung, untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan. Program ini bertujuan menciptakan pusat kuliner malam yang akan mendukung perekonomian lokal dan memperkuat citra positif kawasan tersebut.

Lokasi inti Jabi-Jabi Night berada di bundaran pusat kota Balige, tepatnya di Kelurahan Napitupulu Bagasan, Kecamatan Balige. Selama ini, area tersebut sering kurang terawat dan minim penerangan, sehingga kerap digunakan untuk hal-hal yang tidak etis, seperti tempat buang air kecil atau tempat pacaran. Dengan pengembangan kawasan kuliner ini, diharapkan area tersebut akan menjadi lebih bersih, tertata rapi, dan memiliki citra yang lebih baik sebagai ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat dan wisatawan.

Ketua Koordinator Wilayah Selatan Gaja Toba, Eko Pardede, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam rangka penataan kota Balige. “Lahan ini telah dipinjamkan kepada pemerintah daerah oleh masyarakat Keturunan Raja Toga Laut Pardede sejak tahun 1959. Seiring dengan meningkatnya arus pariwisata di Balige, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan pengelolaan kawasan berjalan baik. Kini, pengelolaan lahan tersebut kembali diserahkan kepada masyarakat melalui yayasan yang dibentuk,” kata Eko.

Yayasan tersebut bekerja sama dengan Gaja Toba dalam menggalang dukungan CSR dari berbagai pihak. Dukungan ini diperlukan untuk membangun infrastruktur seperti tenda untuk UMKM, meja dan kursi, serta perangkat sound system. Sistem kasir bersama juga akan diterapkan di kawasan ini untuk mempermudah transaksi kuliner dan memberikan bagi hasil yang digunakan untuk perawatan serta operasional kawasan.

Dengan kebutuhan dana sebesar Rp 300 juta untuk pengembangan kawasan ini, Eko Pardede mengajak semua anggota Gaja Toba untuk ikut berperan aktif dalam mencari dukungan dari berbagai perusahaan dan lembaga. “Dukungan dari Telkom Indonesia adalah awal yang baik, tapi kami membutuhkan lebih banyak bantuan. Saya mengundang seluruh anggota Gaja Toba untuk bersama-sama mencari dukungan CSR dan berkontribusi dalam proyek ini,” jelas Eko.

Dalam rangka memperluas jaringan dukungan, Eko Pardede baru-baru ini bertemu dengan Wakil Kepala Cabang BTN Siantar, Ibu Tasya Manurung, dan Kepala Cabang Pembantu Balige, Bapak Herbet Sianipar. Ibu Tasya menyatakan bahwa BTN akan berupaya mengkomunikasikan proyek ini kepada direksi, karena BTN sudah memiliki MoU terkait pendampingan wisata UMKM dengan Pemkab Toba. Selain itu, BTN melihat potensi pembiayaan UMKM melalui program KUR jika para pedagang memiliki kinerja yang baik.

Dengan sinergi dan dukungan yang lebih besar, kawasan Lumban Jabi-Jabi diharapkan dapat menjadi pusat kuliner dan destinasi wisata yang menarik di Balige, serta memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat lokal.

Kami mengajak seluruh anggota Gaja Toba untuk bersama-sama berkontribusi dalam mewujudkan Jabi-Jabi Night sebagai ikon baru kota Balige yang bersih, tertata, dan berdaya guna!

Salam Gaja Toba

GT News | Gaja Toba dan Citilink Buka Paket Wisata Terjangkau ke Kawasan Danau Toba – Jelajahi Keindahan dengan Peran Alumni ITB

WhatsApp Image 2024-09-28 at 16.38.09_b6a295cc

#GAJATOBANEWS | SEPTEMBER 2024

Gaja Toba dan Citilink Buka Paket Wisata Terjangkau ke Kawasan Danau Toba – Jelajahi Keindahan dengan Peran Alumni ITB!

Dalam upaya mendukung pariwisata Kawasan Danau Toba, Gaja Toba, perkumpulan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berasal dari kawasan Danau Toba, bekerja sama dengan Citilink, dengan bangga meluncurkan Paket Perjalanan Wisata Terjangkau ke Danau Toba. Paket eksklusif ini dieksekusi oleh Toba Experience sebagai mitra tour and travel, siap membawa Anda menjelajahi keindahan alam, budaya, dan warisan lokal yang khas di kawasan Danau Toba.

Sebagai sebuah inisiatif dari alumni ITB yang memiliki komitmen kuat untuk memajukan pariwisata di kampung halaman, Gaja Toba tidak hanya menghadirkan perjalanan wisata, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat setempat dalam setiap destinasi yang dikunjungi. Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan desa-desa binaan Gaja Toba serta pengembangan berbagai objek wisata yang menjadi kebanggaan kawasan Danau Toba.

Paket perjalanan ini akan membawa Anda berkeliling ke beberapa desa binaan dan lokasi ikonik, di antaranya:

Desa Meat, tempat penuh pesona dengan lanskap alami Danau Toba yang tenang, terkenal dengan hasil pertanian lokal.
Desa Ulos Hutaraja, desa budaya yang masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi Batak yang autentik.
Geosite Sipinsur, yang menawarkan pemandangan spektakuler Danau Toba dari ketinggian, tempat Anda bisa merasakan kedamaian alam.

Serta destinasi lainnya, seperti: Bukit Holbung, Huta Siallagan, Menara Pandang Tele, Toba Caldera Resort, Taman Eden 100, Desa Wisata Tomok, Makam Tua Raja Sidabutar, Museum Batak TB Silalahi Center, dan masih banyak lagi.

Selain itu, Anda juga akan diajak mengunjungi objek wisata di mana alumni Gaja Toba telah berperan aktif dalam pengembangan, seperti:

Sibea-bea, ikon wisata religi dengan patung Yesus megah di atas bukit yang memberikan nuansa spiritual luar biasa.
Waterfront City Pangururan, destinasi tepi danau yang indah, menawarkan suasana yang sempurna untuk menikmati ketenangan alam Danau Toba.
Kampung Bius Samosir di Onan Runggu, sebuah kampung tradisional yang kaya akan sejarah dan kebudayaan Batak, tempat Anda bisa merasakan langsung kehidupan masyarakat setempat.

Mengapa memilih paket ini?
Selain mendapatkan pengalaman wisata yang berkesan, perjalanan ini juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk berkontribusi pada upaya mendukung pengembangan pariwisata dan masyarakat lokal di kawasan Danau Toba. Gaja Toba sebagai komunitas alumni ITB yang peduli pada pengembangan kampung halaman, berperan aktif dalam setiap aspek program ini, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan mempromosikan keindahan alam Danau Toba ke kancah nasional dan internasional.

Ayo Bergabung dan Dukung Wisata Lokal!
Mari manfaatkan kesempatan ini untuk menjelajahi pesona Danau Toba sambil mendukung inisiatif Gaja Toba dalam memperkuat pariwisata lokal. Ajak keluarga, teman, dan rekan alumni lainnya untuk ikut serta dalam perjalanan ini. Bersama, kita bisa memberikan dampak positif bagi kawasan Danau Toba!

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan paket, silakan kunjungi tautan berikut:
Paket 3D2N: https://www.citilink.co.id/id/linktrip/3d2n-at-toba-with-toba-experience-jakarta-medan-pp
dan, Paket 4D3N: https://www.citilink.co.id/id/linktrip/4d3n-at-toba-with-toba-experience-jakarta-medan-pp

Anda juga dapat merencanakan perjalanan sesuai keinginan dengan menghubungi kami di 0853-7251-9429.

Nikmati keindahan Danau Toba dan buatlah kenangan yang tak terlupakan dengan Gaja Toba!

Salam Gaja Toba

GT News | Update Program Pendampingan Desa Wisata Meat

WhatsApp Image 2024-09-11 at 14.44.41_fe2f8a2e

#GAJATOBANEWS | SEPTEMBER 2024

Update Program Pendampingan Desa Wisata Meat:
MEMBANGUN KEMBALI POTENSI DESA WISATA MEAT DENGAN INOVASI DAN KOLABORASI

Pada bulan Agustus 2024, Toba Experience mencatat pendapatan sebesar Rp 4.880.000. Meski terjadi penurunan dibanding bulan-bulan sebelumnya karena Agustus bukan musim liburan, ini bukan alasan untuk pesimis. Justru sebaliknya, kondisi ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan potensi Desa Wisata Meat ke arah yang lebih baik.

Rincian distribusi dana bulan Agustus adalah sebagai berikut:
– Toba Experience: Rp 732.000
– Pengelola: Rp 547.000
– Kopi Jangan Pisahkan (KJP): Rp 3.601.000

Dana yang diterima KJP ini dialokasikan untuk mendukung operasional, gaji staf, serta pembelian modal bahan makanan dan minuman. Meski terlihat adanya penurunan angka, kita perlu menggarisbawahi bahwa Desa Wisata Meat memiliki potensi besar yang terus bisa dikembangkan, terutama dengan adanya dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan para pelaku wisata.

Kami percaya, bersama-sama kita dapat menciptakan lebih banyak peluang untuk mengangkat Desa Meat sebagai destinasi wisata unggulan. Kami mengundang seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk turut ambil bagian dalam perjalanan ini. Dukungan Anda sangat penting, baik dalam bentuk ide, tenaga, maupun investasi untuk bersama-sama membangun Desa Wisata Meat yang lebih maju dan berdaya saing.

Langkah Ke Depan:
Toba Experience saat ini sedang merancang sejumlah inovasi baru untuk memperkuat daya tarik wisata di Pantai Simanjuntak dan sekitarnya. Kami tengah mempersiapkan berbagai atraksi yang lebih memikat dan interaktif guna menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, kami akan memperkenalkan produk-produk oleh-oleh khas seperti kaos, kerajinan tangan, dan produk lokal lainnya yang siap dipasarkan melalui sistem manajemen kasir tunggal di booth Toba Experience Gaja Toba.

Sistem manajemen kasir tunggal ini bertujuan untuk menyederhanakan proses penjualan produk lokal, sehingga produk-produk unggulan masyarakat Desa Meat seperti Ulos, makanan tradisional, dan kerajinan tangan dapat lebih mudah diakses oleh pengunjung. Dengan demikian, pendapatan dari sektor pariwisata tidak hanya dirasakan oleh satu pihak, tetapi juga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dalam ekosistem ini.

Dukungan Anda Sangat Berarti:
Kami mengajak seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendukung Desa Wisata Meat. Bersama-sama kita bisa menciptakan perubahan positif yang signifikan. Mari bantu kami mewujudkan Desa Meat sebagai ikon wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alamnya, tetapi juga menjadi pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat.

Setiap langkah kecil yang kita ambil bersama, setiap inovasi yang dihadirkan, dan setiap kontribusi yang diberikan, akan membawa kita semakin dekat ke visi menjadikan Desa Meat sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Kita percaya bahwa dengan kerja keras, kreativitas, dan kebersamaan, Desa Wisata Meat akan menjadi lebih dari sekadar tujuan wisata. Ia akan menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal, tempat tumbuhnya kolaborasi, dan pusat kebudayaan yang memperkuat identitas kita sebagai bagian dari Kawasan Danau Toba yang kaya akan sejarah, budaya, dan pesona alam.

Mari terus bergerak maju dan berikan yang terbaik untuk Desa Wisata Meat!

Salam hangat dan penuh semangat,
Gaja Toba

GT News | GAJA TOBA BANGUN DESA: PROGRAM JAGUNG UPDATE PENANAMAN JAGUNG DI HUTAGINJANG

WhatsApp Image 2024-09-07 at 13.21.56_ad260735

#GAJATOBANEWS | SEPTEMBER 2024

GAJA TOBA BANGUN DESA: PROGRAM JAGUNG
UPDATE PENANAMAN JAGUNG DI HUTAGINJANG

Program Gaja Toba Bangun Desa di Hutaginjang, Tapanuli Utara, yang kini memasuki usia tanam satu bulan, terus berjalan meskipun menghadapi berbagai kendala. Dalam program ini, bantuan bibit dan pupuk organik bubuk diberikan kepada para petani. Bibit berasal dari Haposan Situmorang, sementara pupuk didukung oleh Eko Pardede.

Program ini masih dalam skala uji coba dengan konsep bantuan pinjaman bibit dan pupuk tanpa bunga. Setiap petani menerima bibit untuk lahan seluas 2-4 rante, dengan harapan hasil panen yang baik dapat memungkinkan pengembalian pinjaman bibit dan pupuk.

Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah sulitnya komunikasi dengan petani untuk memperoleh pembaruan mengenai perkembangan tanaman. Selain itu, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. Penanaman yang dilakukan pada lokasi yang sama dalam selang waktu tanam kurang dari satu minggu menunjukkan penurunan pertumbuhan, yang disebabkan oleh kemarau panjang.

Di lokasi lain, angin kencang menyebabkan seperempat tanaman jagung mengalami kerusakan. Namun secara keseluruhan, kondisi tanaman masih dianggap baik dan diperkirakan akan siap dipanen dalam beberapa bulan mendatang.

Meskipun tantangan yang dihadapi cukup berat, para petani tetap optimis bahwa hasil panen yang baik masih bisa diperoleh. Mereka terus memantau perkembangan tanaman dan berharap cuaca akan lebih bersahabat dalam waktu dekat.

Salam Gaja Toba

KONSER MALAM PUJIAN | CINTA TUHAN, TANAH AIR DAN KAMPUNG HALAMAN

Sabtu, 31 Agustus 2024, Pukul 19.00-21.30 WIB,
Balairung SOESILO SOEDARMAN – Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kolaborasi Alumni NHKBP Dago Bandung, Perkumpulan Gaja Toba Semesta (PGTS) dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) atas rasa syukur dan doa permohonan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, untuk meningkatkan rasa cinta terhadap Tuhan, cinta kepada Tanah Air dan cinta kepada kampung halaman.

Manampilkan:
Paduan Suara ALUMNI NHKBP DAGO (Dito Siahaan, conductor),
Paduan Suara PSALM MEN VOICE (Alvin Tobing, conductor dan Hazim Suhadi, pianis),
Paduan Suara ALUMNI PSM ITB dan UKSU ITB,
HARLAND HUTABARAT sebagai bintang tamu,
LYDIA PASARIBU sebagai bintang tamu,
NICHO BENITO SIAHAAN sebagai bintang tamu,
Pemusik IMELDA ROSALIN BAND (Yoes JF, arranger),
Ansamble RH CHAMBER ORCHESTRA (Ridolf Hehanusa, chamber director).

GT News | Inovasi Pupuk Hayati untuk Pengembangan Pertanian: Pemanfaatan Limbah Organik dengan Teknologi Biokonversi

WhatsApp Image 2024-08-21 at 16.33.45_d158f8c5

#GAJATOBANEWS | AGUSTUS 2024

Inovasi Pupuk Hayati untuk Pengembangan Pertanian: Pemanfaatan Limbah Organik dengan Teknologi Biokonversi

Berawal pada tahun 2018, Kennedy Simanjuntak (TI-80) bersama PT. Bio Konversi Indonesia membantu Menteri PUPR, Bapak Basuki Hadimuljono untuk menghijaukan Taman VVIP di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Hanya dalam waktu 30 hari, bunga-bunga berkembang dengan baik. Kemudian pada tahun 2022, beliau diundang kembali untuk menghijaukan jalan Tol Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Pada bulai Mei 2024, Pak Basuki, yang sudah percaya dengan pupuk Biokonversi, karena sudah melihat, mencoba dengan membeli sendiri untuk kebutuhan rumahnya, kembali meminta Kennedy Simanjuntak untuk membantu menghijaukan Ibu Kota Nusantara (IKN), bekerjasama dengan berbagai Tim lanscape disana yang sudah sangat berpengalaman.

“Dengan kerja keras dan turun langsung mengirimkan 40 ton pupuk, 4 orang full tim disana, kerja siang malam, akhirnya tim lanscape menerima pupuk kita dan menggunakannya. Hanya dalam waktu 2 bulan, kawasan sekitar istana, yang menjadi prioritas, kita berikan pupuk Biogarnul (padat) dan Biokonversi (cair), lapangan upacara dan kawasan disekitarnya menjadi hijau,” jelas Kennedy Simanjuntak.

“Pekerjaan di IKN sangat berat, karena pada saat yang sama, konstruksi sedang berlangsung. Syukur, kerjasama kita dengan tim lanscape berjalan baik, dan akhirnya tim lanscape menggunakan pupuk kita di beberapa proyek mereka di luar IKN,” lanjutnya.

Pupuk Biokonversi diproduksi secara organik, dari sisa makanan dengan konsep zero waste, tanpa proses maupun campuran bahan kimia, dan menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman secara natural. Pupuk organik ini, bekerja dengan cara menjaga kehidupan bakteri positif dalam tanah, menangkap unsur nitrogen bebas di udara, mengurai fosfat dan merubah menjadi bentuk yang siap diserap oleh akar tanaman.

“Melihat keberhasilan tersebut, dan karena Pak Basuki telah pernah mengunjungi pabrik kita di Bantar Gebang, mengajak Biokonversi untuk menangani limbah sisa makanan di IKN. Dalam 1 bulan, kita berhasil membangun unit kecil, pengolahan sisa makanan di IKN dengan kapasitas 5 ton per hari dan mulai beroperasi tanggal 8 Agustus 2024. Unit Mini dari fasilitas kita di Bantar Gebang,” terangnya.

Selanjutnya, Kennedy Simanjuntak, bersama Gaja Toba, akan mengembangkan pupuk Biokonversi ini untuk meningkatkan produksi pertanian dan memperbaiki hara tanah di Kawasan Danau Toba.

Terima kasih kepada Pak Basuki dan Tim yang telah membantu inovasi alumni ITB Gaja Toba.

Salam Gaja Toba

GT News | GAJA TOBA DAN TOBA EXPERIENCE BERKOLABORASI MENDAMPINGI DESA MEAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA

WhatsApp Image 2024-08-07 at 17.31.15_1926bc04

#GAJATOBANEWS | AGUSTUS 2024

PRESS RELEASE

GAJA TOBA DAN TOBA EXPERIENCE BERKOLABORASI MENDAMPINGI DESA MEAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA

Toba, 6 Agustus 2024 – Eko Pardede, Ketua Koordinator Wilayah Selatan Gaja Toba, dengan bangga mengumumkan pencapaian Desa Meat melalui program kolaborasi antara Gaja Toba dan Toba Experience. Selama dua bulan terakhir, desa ini telah berhasil menjalankan booth Tourism Information Centre di Pantai Simanjuntak, Meat, Kabupaten Toba.

Program ini telah berjalan dengan sukses selama dua bulan, menggandeng _Kopi Jangan Pisahkan_ sebagai merchant penyedia makanan. Dalam periode tersebut, omset total mencapai Rp 26,5 juta, dengan rincian sebagai berikut:
– Desa Meat menerima Rp 2,3 juta.
– Toba Experience memperoleh Rp 4 juta.
– Sisanya merupakan omset dari merchant.

Para karyawan di merchant tersebut adalah siswi SMK yang berasal dari Desa Meat, memberikan kesempatan pekerjaan bagi generasi muda di desa ini. Selain itu, Toba Experience memberikan insentif kepada warga Desa Meat yang turut mengelola kebersihan dan layanan di kawasan tersebut. Toba Experience juga menanggung biaya sumber daya manusia (SDM) yang menjaga kebersihan kawasan, kebersihan toilet, biaya listrik, dan perawatan penerangan.

Eko Pardede menyatakan, “Sejauh ini hasilnya cukup baik, di mana desa sudah merasakan manfaat dengan mendapat pemasukan, dan warga memperoleh pekerjaan. Ini adalah langkah awal yang positif dalam mengembangkan potensi pariwisata di Desa Meat.”

Namun, diperlukan bantuan lebih lanjut untuk menambah fasilitas layanan di kawasan ini. Fasilitas seperti sepeda air dan pemodalan untuk penenun Desa Meat akan sangat membantu dalam meningkatkan daya tarik wisata serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Gaja Toba dan Toba Experience berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan mengundang pihak lain untuk turut serta dalam mendukung pengembangan pariwisata di Desa Meat.

Salam Gaja Toba

GT News | TAGADING YANG MENEMUKAN RUMAH BARU DI SD HKBP 1 BALI

eTalk 18

#GAJATOBANEWS | JULI 2024

TAGADING YANG MENEMUKAN RUMAH BARU DI SD HKBP 1 BALIGE

Pada malam Jabi-jabi Night Balige, siswa-siswi dari SD HKBP 1 Balige memukau penonton dengan penampilan yang penuh semangat. Dipimpin oleh guru mereka, Rintar Napitupulu, anak-anak ini menunjukkan keterampilan mereka dalam tortor, musik, nyanyian, dan fashion show. Dukungan dari kepala sekolah memungkinkan mereka untuk membawa peralatan musik Batak ke acara tersebut, meskipun harus menggunakan becak dengan biaya sendiri.

Jabi-jabi Night adalah kegiatan yang didukung oleh Gaja Toba (Perhimpunan Gaja Toba Semesta), yang terdiri dari alumni ITB asal kawasan Danau Toba, memberikan platform bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka dan melestarikan budaya lokal.

Penampilan mereka menciptakan momen berkualitas bagi orang tua yang mendampingi anak-anak mereka di malam yang sejuk di Balige. Namun, perhatian utama tertuju pada alat musik tagading yang tampak sudah tua dan diperbaiki dengan lakban. Rintar Napitupulu berharap suatu hari nanti alat musik tersebut dapat diperbaiki.

Harapan itu terwujud ketika Sereida Tambunan, dalam kunjungannya ke Cafe Hutanta Balige (Sekaligus sekretariat wilayah selatan kaldera Gaja Toba) , setuju untuk memberikan tagading miliknya kepada SD HKBP 1 Balige setelah melihat dokumentasi penampilan anak-anak tersebut. Dengan bantuan ekspedisi Sahat Sianipar dari MSA Cargo, tagading itu akhirnya tiba di Balige dari Jakarta.

Pada acara Batak Day di SD HKBP Balige, tagading tersebut diserahkan secara resmi kepada sekolah. Sambutan hangat dari sekolah dan anak-anak menambah kemeriahan acara, ditutup dengan sesi manortor bersama.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Sereida Tambunan yang dengan penuh bahagia memberikan tagading keluarganya, berharap alat musik ini dapat terus digunakan untuk melestarikan budaya Batak. “Akhirnya tagading ini berlanjut fungsinya, digunakan oleh anak-anak untuk melestarikan budaya Batak,” ungkapnya dengan haru.

Salam Gaja Toba

GT News | Gaja Toba Uji Coba Ke-4 Budidaya Padi dengan Metoda SRI

WhatsApp Image 2024-07-27 at 12.56.21_ce95271d

#GAJATOBANEWS | JULI 2024

BUDIDAYA PADI METODA SRI:
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI KAWASAN DANAU TOBA

Uji coba Budidaya Padi dengan metoda SRI ke-4 telah selesai. Panen dilakukan 2 minggu yang lalu. Hasil panen telah dikeringkan dan keseluruhan kinerja telah dicatat untuk referensi mendatang. Secara keseluruhan hasil nya cukup menggembirakan dengan sejumlah catatan untuk meningkatkan pendapatan petani.

Uji Coba ke-4:
*Varitas*: Ciherang yang merupakan salah satu varitas populer di Kawasan Danau Toba.
*Metoda Budidaya*: System of Rice Intensification (SRI)
*Jarak Tanam*: 40×40 cm. (Pada uji coba 1-2 jarak tanam 25×25, dan ujicoba 3, jarak 30×30). Jarak diubah untuk mencari jarak tanam yang optimum.
*Pupuk*: Kimia, sama seperti yang biasa digunakan petani.
*Pestisida*: Tidak menggunakan pestisida. Ini untuk melihat seberapa besar penurunan produksi bila tidak menggunakan pestisida.

Hasil Uji coba dan Evaluasi:
*Budidaya/Perkembangan tanaman*: secara umum sangat baik, jumlah anakan +35 batang, ukuran batang besar, panjang malai +35%, butiran padi lebih besar, akar +60%.
*Jumlah Panen*: 5.3 Ton/Ha. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah panen rata-rata yaitu 5.0 Ha. Namun potensi kenaikan produksi secara riil dapat dilakukan dengan relatif mudah, yaitu dengan merubah jarak tanam dari 40×40 menjadi max 25×25. (Potensi kenaikan riil sebesar 50%), dan penggunaan pestisida natural sehingga produk layak diberi label Natural/Organik. Pestisida ini sudah mulai dipakai pada penanaman baru oleh petani dengan hasil yang baik. Pestisida ini “sulphur base”) dan dapat dibuat sendiri oleh petani. (Potensi kenaikan produksi 10%).
*Kualitas produk*: Sangat baik dan rasa juga lebih enak karena tidak mengandung pestisida.
*Kerusakan/penurunan produksi akibat tidak menggunakan pestisida*: 20%. Ini dihitung dari berat gabah yang isinya kosong.
*Penggunaan Air*: Berkurang 50%.
*Penggunaan Benih*: Berkurang 85%
*Penggunaan Tenaga Manusia*: kurang lebih sama dan ada potensi penurunan bila panen dilakukan dengan _Rice Harvester_ seperti yang dilakukan pada ujicoba ini.

Secara keseluruhan angka produksi dapat dinaikkan 50% dari hasil panen ini. Angka ini adalah 7,5 Ton Gabah Kering/ Ha, ini angka yang realistik.
Penurunan ongkos produksi terlihat dari penghematan air irigasi, jumlah benih, ongkos pestisida.
Penurunan ongkos yang lain dapat diperoleh dari penggunaan kompos menggantikan pupuk kimia secara bertahap.

*Rekomendasi secara keseluruhan*:
1. Budidaya SRI telah siap untuk dimasyarakatkan. Bahan pelatihan juga telah tersedia untuk digunakan.
2. ⁠Koordinator Wilayah Selatan PGTS perlu membuat perencanaan untuk pelatihan masyarakat ini.
3. ⁠Uji coba secara resmi akan dihentikan karena data yang dibutuhkan sudah cukup. Namun monitoring dibeberapa lahan petani yang menggunakan SRI akan tetap dilakukan.

Salam Gaja Toba

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!