KABAR DARI BUKIT (Edisi 27 November 2016)



Akhir Zaman

Ia terbaring tenang. Teduh. Jubah putih Sintua berpinggiran merah itu menambah wibawanya. Tapi tangisan ibu di sebelahnya terus terdengar. Kepalanya terus bergoyang memperlihatkan kebingungan. Anak-anaknya penuh air mata. Mengapa tidak? Meski bulan lalu ia di rumah sakit untuk operasi, tapi kemaren ia sudah berkantor, bahkan melayani di gereja seperti biasa. Tapi akhir “zaman” itu telah datang pada sahabat kita: St. Marsidon Simanungkalit (TI80).

Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 20 November 2016)

Nyanyian Sukacita

Perjalanan itu menghabiskan waktu 142 hari. Ia naik kapal dari Amsterdam, berakhir dengan berjalan kaki puluhan kilometer. Teolog muda itu tidak surut dan takut. Semangat untuk mengabarkan Injil ada di dadanya. Danau vulkanik terbesar di dunia itu tempat tujuannya. Dengan luas 1145 kilometer persegi, danau itu menjadi terbesar di Asia Tenggara. Ia sampai di Tanah Batak di tahun 1861. Ingwer Ludwig Nommensen, namanya.

Read more

Laporan Kerja Badan Pengurus Harian PGTS Semester I (20 Mei 2016 – 20 Nopember 2016)

Setelah enam bulan kita berjalan bersama, berikut laporan kami.

A. PROGRAM YANG SUDAH BERJALAN

PENDIDIKAN
1. Program bantuan Pengadaan 120 Laptop dan 30 Proyektor/Layar serta fasilitas internet di 30 SMA di Kawasan Kaldera Toba.

2. Pelatihan komputer/internet untuk 120 guru-guru dan siswa dari 30 SMA yang menerima paket bantuan;

3. Seminar Motivasi untuk 750 siswa SMA dengan empat Pembicara dari PGTS di Soposurung Tobasa (30 September 2016)

4. Program Bimbingan Belajar Gratis untuk siswa kelas 3 SMA, kerjasama PGTS dengan Ganesha Operation, di Humbahas (Lintong ni Huta) dan Pakpak Bharat (Salak). Saat ini telah ada 2 kelas di masing2 kabupaten dengan masing2 kelas terdiri dari 30 siswa.

PERTANIAN
5. Bantuan pemasangan 50 buah Sumur Pompa Teknologi Tepat Guna untuk Pengairan Sawah 10 Ha Tadah Hujan di Desa Nainggolan Kabupaten Samosir .

LINGKUNGAN
6. Workshop Hidrogeologi Kawasan Kaldera Toba kerjasama dengan ITB dan Balai Geologi Bandung – menghasilkan 11 rekomendasi untuk di follow up;

PARIWISATA
7. Forum konsultasi dengan Kepala-kepala Dinas Parawisata Se-KDT Sabtu, 1 Oktober 2016 di Balige;
8. Pembuatan Web Wisata KDT www.amazingtoba.com – launched, proses pengembangan;

FUND RISING
9. Penyelenggaraan turnamen golf 23 Oktober 2016 yang lalu di BSD telah berhasil menghimpun dana. Laporan menyusul

PERAYAAN NATAL DAN TAHUN BARU
10. Panitia Natal telah terbentuk dan bekerja serta tanggal telah ditetapkan yakni Rabu 25 Januari 2017 mulai jam 17.00.

B. PROGRAM YANG SEDANG/AKAN BERJALAN

PERTANIAN
1. Persiapan survei 10 wilayah baru di KDT untuk pengembangan sumur pompa air teknologi tepat guna.

2. Penjajagan untuk pengadaan sumur air dalam di 9 kabupaten, untuk bisa diajukan ke Badan Geologi agar segera ditindaklanjuti pengeborannya.

3. Kerjasama dengan GKPPD untuk pengembangan tanaman Patchouli (nilam) di Pakpak Bharat.

INTERNET
4. Program bantuan komputer dan internet untuk 70 SMA Tahap II di Kaldera Toba – Februari 2017 beserta Pelatihan dan Seminar Motivasi.

INFRASTRUKTUR
5. Seminar Konektivitas Kaldera Toba

6. Perluasan bimbingan belajar di kota/kab lain.

PARIWISATA
7. Pembuatan Patung Tuhan Yesus Memberkati – tahapan survey lokasi dan pre-disain.

C. LAPORAN KEUANGAN
Dana yang masuk adalah Rp. 927, 46 juta dan dana yg tersalurkan sebesar Rp. 811,95 juta (belum termasuk kontribusi turnamen golf).
Laporan keuangan bulanan dan rencana program lainnya dapat dilihat di website www.gajatoba.org

Demikian disampaikan.
Terima kasih atas dukungan kita semua.

Tuhan memberkati pelayanan kita. Amen.

Ramles Silalahi – Ketua Umum
Hot Asi Simamora – Sekretaris Umum

KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT WORKSHOP HIDROGEOLOGI KALDERA TOBA, 11 NOVEMBER 2016

KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT
WORKSHOP HIDROGEOLOGI KALDERA TOBA
Di Teknik Geologi Kampus ITB
11 Nopember 2016
1.  Berdasarkan penelitian Hobby Parhusip dan Prof Lambok uji coba 50 titik oleh PGTS di Desa Nainggolan, secara umum air tanah terdapat pada kedalaman 12m dari permukaan tanah. Dengan kedalaman itu sumur pompa Teknologi Tepat Guna sangat tepat dipergunakan di sepanjang wilayah bibir danau. Kemampuan sumur pompa adalah 2,5 l/dtk dan kemampuan pompa adalah 0,5 l/dtk.
2. Perlu dilakukan serah terima 50 buah sumur pompa yang terdapat di Nainggolan dari PGTS kepada Pemkab Samosir.
3. Program sumur pompa teknologi tepat guna akan diperkenalkan ke tiap Pemkab di KDT. Kenyataan banyak sawah di sekitar pantai danau sudah memiliki saluran irigasi, namun kering ketika tidak hujan. Pemkab KDT juga diminta meninjau sumur pompa yang sudah dilaksanakan di Nainggolan Kab. Samosir.
4. ITB/Tim Prof Lambok akan menentukan 10 lokasi wilayah baru untuk pengembangan sumur pompa seperti di Desa Nainggolan, Samosir yang mencakup semua kabupaten KDT. Diharapkan dalam 3 bulan hasilnya diberikan kepada PGTS dan PGTS akan memfasilitasi survey tersebut.
5. ITB/Prof Lambok dan Tim akan menyiapkan kerangka acuan kerja pemerintah Pemkab di KDT untuk menyusun anggaran survey potensi dan pemetaan hidrogeologi.
6. Peta Hidrogeologi Kawasan Toba skala 1: 250.000 sudah tersedia di Badan Geologi (Kementrian ESDM) Bandung dan peta skala 1:100.000 akan selesai disusun pada tahun 2017. PGTS perlu memonitor dan memfollow upnya.
7.  Perlu dijaga keseimbangan air danau toba dengan memperhatikan aspek daur hidrologi termasuk langkah dan upaya-upaya yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan tersebut.
8. Pemerintah Kabupaten di KDT perlu didorong mengusulkan pembuatan sumur bor setiap tahun kepada Badan Geologi. PGTS akan membantu memediasi PemKab dengan Badan Geologi. Diharapkan dapat dibangun 9 sumur bor dalam tahun 2017.
9. PGTS juga akan memediasi kelompok masyarakat (desa) yang membutuhkan sumur bor dengan PemKab mengenai biaya operasional. Dibutuhkan lahan 40m2 yang disediakan oleh masyarakat.
10. PGTS perlu menindaklanjuti utk program solar cell ke Ditjen Energi Baru utk terjaminnya penyediaan listrik penggerak pompa termasuk ke PUPR utk jaringan distribusi.
11. Perlu diupayakan penandatangan kerjasama semua Pemkab dgn ITB dan PGTS untuk memfasilitasi program-program terkait hidrogeologi di wilayah KDT (tambahan hasil pertemuan).
Bandung, 11 Nopember 2016

KABAR DARI BUKIT (Edisi 13 November 2016)

WASPADALAH

Bait Allah itu suatu kompleks besar seluas 500 x 400 meter. Bait yang dibangun oleh Raja Salomo itu kemudian diruntuhkan oleh pasukan Babilonia; dibangun kembali oleh Ezra, tapi dinodai oleh Seleucids di abad ke-2 SM dan kemudian dilakukan pentahiran kembali oleh Makabe. Pada masa Yesus, diperluas oleh Herod dan benda-benda indah dan mahal ditempatkan sebagai pajangan. Semua itu persembahan orang-orang kaya atau penguasa. Tetapi Yesus mengatakan, Bait Allah yang kokoh dan indah akan runtuh. Pendengar Yahudi yang bangga akan Bait itu kaget dan bingung.
Firman Tuhan hari minggu ini dari Luk 21:5-19 berpesan tentang perlunya kewaspadaan. Yesus memberi tahu Bait Allah itu akan runtuh dengan tanda-tanda simbolik: akan muncul mesias palsu, terjadi pemberontakan, bencana alam, mewabahnya penyakit, termasuk mereka akan masuk dalam penderitaan. Mereka jadi takut. Kuatir, langsung bertanya: kapan itu terjadi?
Tetapi para murid melakukan kesalahan dengan menafsir, bahwa keruntuhan Bait Allah berhubungan dengan akhir zaman. Yang dimaksud Tuhan Yesus bukan berarti bahwa kesudahan dunia ini sudah dekat, meski Bait Allah itu hancur. Inti pesan Yesus adalah dalam kesusahan yang akan datang itu, mereka tidak perlu takut sebab Ia terus menyertai. Tapi, mungkin mereka bertanya: Dengan apa? Dengan kuasa mujizat? Bukan. Terus dengan apa? Yesus menjawab, “dengan berkata-kata penuh hikmat.” Lho…?
Kesalahan para murid tidak dapat dihindari sebab adanya kecendrungan manusia (termasuk kita) yang ingin memenuhi kepuasan sendiri dengan  informasi remeh-remeh, dan justru tidak berminat pada nilai-nilai utama dan yang sungguh kita perlukan. Kesusahan dan serangan akan selalu datang; dalam kehidupan sosial ekonomi, politik, atau pribadi. Kita diminta untuk tidak takut, atau bahkan emosi, membalas dengan menyerang, mencemoh, atau mengecilkan. Tapi, berkata-katalah dengan hikmat.

Bapak gereja Tertulian menuliskan pada akhir abad ke-2: darah Yesus (atau penderitaan/kesusahan) adalah benih, sebab para penentang/musuh sebenarnya membangun penyebaran kekristenan. Itu menjadi kesempatan untuk bersaksi, seperti pesan Yesus pada nas minggu ini (ayat 13). Maka dalam serangan dan tinggi yang tinggi (termasuk saat ini bagi umat Kristen), ingatlah pesan-Nya: Waspadalah,  jangan kamu disesatkan. Tetap fokus, penuh hikmat, dan “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (ayat 19). Selamat hari Minggu dan beribadah. Tuhan memberkati. Amin.

Pdt (Em) Ramles MS –Ketum PGTS –

Kabar dari Bukit merupakan cuplikan refleksi/laporan Pengurus PGTS kepada anggota melalui medsos yang dipadu dengan renungan firman Tuhan.

KABAR DARI BUKIT (Edisi 6 November 2016)

YESUS ALLAH YANG HIDUP
Seorang teman bertanya: bagaimana kehidupan setelah kematian? Bentuknya? Mungkin dalam hatinya, “jangan-jangan tidak ada itu kebangkitan orang mati.”

Firman Tuhan hari minggu ini dari Luk 20:27-38 menceritakan pertanyaan orang Saduki tentang kebangkitan setelah mati. Mereka bertanya untuk menguji Yesus: bila ada orang yang meninggal dan istrinya dikawini oleh adiknya (turun ranjang), terus adiknya juga meninggal dan digantikan oleh adiknya yang lain; demikian seterusnya sampai tujuh bersaudara mengawini satu perempuan. Terus, kelak di sorga, siapa yang diakui sebagai suaminya?

Orang Saduki tidak percaya kebangkitan. Bagi mereka, kitab-kitab Pentateukh (Kej. sampai Ul.) saja yang sah sebagai kitab suci, yang lain adalah tulisan manusia atau tafsir. Mereka juga tidak percaya keberadaan malaikat atau roh sesudah kematian, termasuk kedatangan Mesias (band. Kis 23:8). Sementara bagi orang Israel, garis keturunan dari laki-laki penting sehingga Musa memerintahkan, apabila ada seorang suami meninggal sementara janda yang ditinggalkan masih muda, maka hukum Yahudi memperbolehkan adiknya untuk menggantikan suami yang meninggal, dengan pengaharapan agar ada keturunan yang meneruskan silsilah (Ul 25:5-10). Memang ada faktor lain, yakni agar harta yang sudah menjadi milik janda itu tidak lari kepada pihak lain. Jadi semua tujuan duniawi.

Tujuan orang Saduki bertanya adalah untuk mempermalukan Yesus di depan banyak orang, apabila jawabannya tidak tepat. Tetapi jawaban Yesus jitu: Allah itu bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup (ayat 37). Alkitab jelas berkata tubuh dari debu akan kembali jadi debu dan nafas atau roh yang dari Allah tentu akan kembali kepada Allah (Kej 2:7; 3:19). Alkitab berkata, ada tubuh kemuliaan, kita seperti malaikat. Dengan begitu sebenarnya buat apa kita pusing? Roh kita sudah masuk dalam kerajaanNya yang penuh yakni damai sejahtera dan sukacita (Rm 14:17). Roh kita tertidur, sadar, atau berpesta Anak Domba, tidak masalah. Jadi tidak perlu banyak perhatian tentang hal nanti. Yang justru perlu kita perhatikan adalah yang hidup saat ini, yang belum punya damai sejahtera dan sukacita. Jangan sampai suatu saat kita ditanya Yesus: adakah kita memberi damai sejahtera? Doa kita pun selalu: “Datanglah kerajaanMu” yang berarti menghadirkan kerajaan damai sejahtera sukacita di bumi ini, dan itu pasti termasuk di Toba kampung halaman kita. Kita mampu memberi damai sejahtera sukacita itu karena Allah kita Yesus, adalah Allah yang hidup. Selamat hari Minggu dan beribadah. Tuhan memberkati. Amin.

Pdt (Em) Ramles MS – Ketum PGTS.

-Kabar dari Bukit merupakan cuplikan refleksi/laporan Pengurus PGTS kepada anggota melalui medsos yang dipadu dengan renungan firman Tuhan.-

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!