Saya masygul mendengar kabar bahwa sejumlah daerah yang dilintasi jalan tol Medan-Tebingtinggi kini diamuk cemas. Mereka khawatir kalau-kalau kota dan daerah mereka terasing dari arus kendaraan di jalan tol, sehingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sebutlah, Deliserdang, Serdang Bedagai (Sergai) dan Tebingtinggi.
Memang, tadinya adalah hamparan sawah, atau hutan semak. Kini berubah menjadi jalan yang mulus. Jika tadinya Medan-Tebingtinggi ditempuh 2,5 jam menjadi hanya 1 jam. Apalagi kelak rampung hingga ke Parapat, maka wisatawan asing pun ramai berkunjung ke Danau Toba.
Namun rentangan jalan tol itu telah mengubah ekosistem. Lahan sawah atau hutan yang tadinya merupakan resapan air hujan, menjadi hilang. Luas sawah pun berkurang yang berakibat kepada produksi pertanian dan penghasilan penduduk. Alangkah elok jika di kedua sisi jalan tol ditanam dengan berbagai pepohonan.
Sebaliknya, biaya logistik semakin murah. Distribusi barang dari Medan ke Tebingtinggi, Pematangsiantar dan Parapat kian lancar, dan harganya kian murah.
Beberapa daerah itu juga hawatir kalau-kalau jalan konvensional, yang non-jalan tol, akan semakin sepi. Sebab, orang lebih suka melalui jalan tol yang nyaman. Sebutlah, Lubukpakam, Perbaungan, Tebingtinggi dan Pematangsiantar.
Tapi saya yakin bus penumpang di jalan nontol akan bertahan untuk melayani penumpang yang naik turun, apalagi tak membayar biaya tol. Pengendara mobil pribadi tentu saja lebih memilih jalan tol karena cepat sampai ke tujuan.
Kota-kota sepanjang Medan hingga Parapat, dan kelak hingga ke Labuhanbatu Selatan dan Sibolga – jika jalan tol rampung — haruslah mandiri. Toh, perkembangan sebuah kota atau daerah lebih ditopang jika dia maksimal melayani daerah belakangnya (hintherland) – yakni, desa dan kecamatan di sekitarnya.
Kota harus memfasilitasi pemasaran bagi komoditas hintherland-nya dengan sarana pasar, infrastruktur dan transportasi yang baik. Tak ayal, pertumbuhan ekonomi pun membaik, sehingga memperkuat daya saing yang menggairahkan pelaku ekonomi menanam modal dan mendistribusikan barangnya.
palagi jika setiap daerah mempunyai keunggulan produk tertentu akan selalu merangsang pelaku ekonomi untuk datang berbisnis. Tak perlu gundah ketika era jalan tol datang.
/medanbisnisdaily