Kabar dari Bukit (Edisi 29 Januari 2017)

Hikmat Manusia

Ada pandangan, orang Yahudi itu mirip orang Batak. Contoh: tradisi, silsilah, pandangan kosmis, dan lainnya. Bedanya, orang Batak tidak pernah merasa bangsa pilihan Allah. Ada juga kesamaan Batak dengan bangsa Yunani: umumnya cerdas, senang berpikir dan berdiskusi. Mungkin bedanya, (sebagian) orang Batak sedikit ngotot jogal rukkung (heheheߙМߙМ).

Read more

Kabar dari Bukit (Edisi 22 Januari 2017)

Salib Kekuatan Allah

Ada banyak fungsi salib: bisa sebagai hiasan di baju, digantung di leher atau simbol di dinding rumah. Ada juga yang membuat sebagai tiang jemuran. Bahkan, ada yang menjadikannya musuh sampai mengada-ada untuk dipakai tujuan politik.

Firman Tuhan hari Minggu ini dari *1Kor 1:10-18* berbicara tentang salib sebagai kekuatan Allah. Jemaat Korintus senang berdebat tentang kehebatan kelompok masing-masing, khususnya tentang baptisan dan pemimpinnya. Timbullah perpecahan. Padahal, itu mendatangkan keburukan, seperti kelemahan, celaan (Mat 12:26), batu sandungan, kepahitan (Ibr 12:15), dan kehancuran (Mat 12:35).

Read more

LAPORAN KERJA BADAN PENGURUS HARIAN PGTS (Sampai dengan Periode 15 Januari 2017)

LAPORAN KERJA BADAN PENGURUS HARIAN

PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA

Sampai dengan Periode 15 Januari 2017

A. Program dalam progres saat ini sebagai berikut:

1. Pelaksanaan survey hidrologi khususnya potensi pengairan sawah tadah hujan di 6 Kabupaten di Kawasan Toba mulai tanggal 16 Januari – 15 Febriuari 2017. Program ini merupakan kerjasama dengan ITB (Prof. Dr. Lambok Hutasoit) dengan Project Manager Ir. Hobby Parhusip;
2. Perayaan Natal dan Tahun Baru PGTS pada tanggal 24 Januari 2017 di Balai Kartini Jakarta;
3. Program pengadaan komputer untuk 30 – 70 SMA di Kawasan Toba beserta pelatihan bagi guru dan murid;
4. Seminar motivasi untuk siswa SMA di Kawasan Toba
5. Persiapan Seminar konektivitas untuk menunjang Pariwisata di Kawasan Toba;
6. Pilot Project Perkebunan Nilam di Pakpak Bharat kerjasama dengan Givaudan – tahap financing
7. Pengelolaan Web Wisata KDT www.amazingtoba.com dan pengembangannya;
8. Program Bimbingan Test gratis kerjasama dengan Ganesha Operation mulai Oktober 2016 – Februari 2017 beserta trial-out dan pengarahan pemilihan universitas
9. Pembuatan Patung Tuhan Yesus Memberkati – tahapan persiapan sayembara
10. Penghijauan dan Pengembangan Tanaman Energi atau Produktif lainnya –pengkajian ulang kelayakan.

B. PROGRAM YANG TELAH SELESAI

1. Program bantuan Pengadaan 120 Laptop dan 30 Proyektor serta fasilitas internet di 30 SMA di Kawasan Toba (Tahap I);
2. Pelatihan komputer/internet untuk 120 guru-guru dan siswa dari 30 SMA yang menerima paket bantuan;
3. Seminar Motivasi untuk 750 siswa SMA dengan empat Pembicara dari PGTS di Soposurung Tobasa;
4. Bantuan pemasangan 50 buah Sumur Pompa Teknologi Tepat Guna untuk Pengairan Sawah 10 Ha Tadah Hujan di Desa Nainggolan Kabupaten Samosir
5. Workshop Hidrologi Kawasan Toba kerjasama dengan ITB dan Balai Geologi Bandung;
6. Diskusi Pengembangan Infrastruktur Jalan dengan Kepala BPIW Kementrian PUPR;
7. Forum konsultasi dengan Kepala-kepala Dinas Parawisata Se-KDT Sabtu, 1 Oktober 2016 di Balige;
8. Penyelenggaraan turnamen golf 23 Oktober 2016 dan telah berhasil menghimpun dana;

C. PERMASALAHAN DAN TANTANGAN

1. Kesadaran membayar iuran Anggota
2. Rekruitmen PIC program yang akan dikembangkan;
3. Pendataan anggota baru
4. Fund raising untuk partner korporasi termasuk CSR

 

Kabar dari Bukit (Edisi 15 Januari 2017)

“Tuhan Kita Setia”

“Hamoraon, hagabeon, hasangapon ido dilului na deba…” demikian kutipan lagu Batak Alusi Au yang terkenal itu. Artinya: kekayaan, berketurunan (sukses) dan terhormat, itulah yang diinginkan orang (Batak) dan dianggap bagian filosofi hidup. Sebenarnya tidak ada yang salah. Tetapi ketika dikaitkan dengan orang Batak yang melakukan pembunuhan di Pulo Mas, dan filosofi itu dianggap sebagai pendorong mengambil “jalan pintas” mencapai status, ini tentu memerlukan kajian lebih dalam.

Read more

Kabar dari Bukit (Edisi 8 Januari 2017)

YESUS ADALAH TUHAN

Diskusi di salah satu angkatan grup PGTS itu sebenarnya seru. Topiknya: apakah Yesus yang disebutkan dalam Alkitab sama dengan Isa putra Maryam yang dituliskan dalam Alquran? Diskusi cukup panjang dan tidak selesai dalam satu hari, sehingga ada anggota yang berkomentar: “apa tidak bosan?” “Ganti topik ajalah”, kata yang lain.

Firman Tuhan hari Minggu ini, yang dalam kalender gereja adalah peringatan Yesus dibaptis, diambil dari *Kis 10:34-43*. Nas ini berbicara tentang Yesus Kristus yang adalah Tuhan semua orang. Memang, hanya beberapa yang “irrasional” dalam kekristenan, salah satunya adalah Yesus disebut sebagai Tuhan dan Anak Allah. Lantas, pidato “ngeledek” pun muncul, bertanya: kalau Allah punya anak, bidannya siapa? Yah, meski aneh, gakpapa kita anggap saja seperti Kornelis dalam nas itu, sehingga Petrus bangkit berkhotbah menjelaskan ke-Tuhan-an Yesus

Read more

Era Jalan Tol di Kaldera Toba Bikin Cemas

Saya masygul mendengar kabar bahwa sejumlah daerah yang dilintasi jalan tol Medan-Tebingtinggi kini diamuk cemas. Mereka khawatir kalau-kalau kota dan daerah mereka terasing dari arus kendaraan di jalan tol, sehingga memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sebutlah, Deliserdang, Serdang Bedagai (Sergai) dan Tebingtinggi.

Memang, tadinya adalah hamparan sawah, atau hutan semak. Kini berubah menjadi jalan yang mulus. Jika tadinya Medan-Tebingtinggi ditempuh 2,5 jam menjadi hanya 1 jam. Apalagi kelak rampung hingga ke Parapat, maka wisatawan asing pun ramai berkunjung ke Danau Toba.

Namun rentangan jalan tol itu telah mengubah ekosistem. Lahan sawah atau hutan yang tadinya merupakan resapan air hujan, menjadi hilang. Luas sawah pun berkurang yang berakibat kepada produksi pertanian dan penghasilan penduduk. Alangkah elok jika di kedua sisi jalan tol ditanam dengan berbagai pepohonan.

Sebaliknya, biaya logistik semakin murah. Distribusi barang dari Medan ke Tebingtinggi, Pematangsiantar dan Parapat kian lancar, dan harganya kian murah.
Beberapa daerah itu juga hawatir kalau-kalau jalan konvensional, yang non-jalan tol, akan semakin sepi. Sebab, orang lebih suka melalui jalan tol yang nyaman. Sebutlah, Lubukpakam, Perbaungan, Tebingtinggi dan Pematangsiantar.

Tapi saya yakin bus penumpang di jalan nontol akan bertahan untuk melayani penumpang yang naik turun, apalagi tak membayar biaya tol. Pengendara mobil pribadi tentu saja lebih memilih jalan tol karena cepat sampai ke tujuan.

Kota-kota sepanjang Medan hingga Parapat, dan kelak hingga ke Labuhanbatu Selatan dan Sibolga – jika jalan tol rampung — haruslah mandiri. Toh, perkembangan sebuah kota atau daerah lebih ditopang jika dia maksimal melayani daerah belakangnya (hintherland) – yakni, desa dan kecamatan di sekitarnya.

Kota harus memfasilitasi pemasaran bagi komoditas hintherland-nya dengan sarana pasar, infrastruktur dan transportasi yang baik. Tak ayal, pertumbuhan ekonomi pun membaik, sehingga memperkuat daya saing yang menggairahkan pelaku ekonomi menanam modal dan mendistribusikan barangnya.

palagi jika setiap daerah mempunyai keunggulan produk tertentu akan selalu merangsang pelaku ekonomi untuk datang berbisnis. Tak perlu gundah ketika era jalan tol datang.

 

/medanbisnisdaily

 

Kabar dari Bukit (Edisi Tahun Baru 2017)

Tahun Baru Hati Baru

“…. Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan…. Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal” *(Mat 25:31-46)*.
Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!