KABAR DARI BUKIT (Edisi 25 Juni 2017)

Dosa dan Iuran

Diskusi di grup Pollung Agama Gaja Toba kadang seru, khususnya terhadap beberapa topik yang dilontarkan. Salah satu pertanyaannya yakni: apakah makan darah (dan merokok) adalah dosa? Saya tidak mengulasnya di sini, tetapi justru mengutip sebuah pernyatan dari Martin Luther: “Be a sinner, and let your sins be strong (or sin boldly), but let your trust in Christ be stronger, and rejoice in Christ who is the victor over sin, death, and the world.”

Firman Tuhan hari Minggu ini sesuai leksionari dari Rm. 6:1-11 berbicara tentang Mati dan bangkit dengan Kristus. Pernyataan Martin Luther dalam suratnya kepada Melanchthon di atas merupakan penjelasan Rm 5:20: “di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah.” Ini ditegaskan kembali di ayat 1 nas minggu ini. Artinya, kita tidak boleh lagi hidup di dalam dosa, apalagi bermegah, tetapi justru tetap dalam rasa takut dan gentar. Kata yang dipakai mati merupakan sebuah penggambaran perhentian, putus. Keberdosaan kita telah mati dikuburkan bersama kematian Yesus.

Natur keberdosaan kita memang tidak bisa hilang selagi kita hidup, dan perjuangan melawannya merupakan tantangan yang harus dihadapi agar hidup berkemenangan dalam Kristus. Natur dosa ini alamiah sebagaimana halnya natur seekor kucing yang menyebabkannya mengeong. Manusia tidak dapat menghilangkan kecendrungan dan berhenti berdosa dengan kemampuannya sendiri, oleh sebab itu Allah memberi anugerah kepada orang percaya yang memampukan kita untuk berhenti berdosa atau menjadi orang yang tidak berdosa. Ini bagaikan membuat garis lurus dengan tangan bebas, dan lebih mudahnya adalah dengan bantuan penggaris. Tujuannya agar kita tidak lagi bertekun atau hidup dalam kuasa dosa, sebab dengan baptisan (dan sidi) kita adalah manusia baru, jika tetap percaya Yesus sebagai Juruselamat dan mati bagi dosa-dosa kita.

Kunci pegangannya pada ayat 10: “Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya….” Ini parallel dengan Ibr 10:10 yang menegaskan: “Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.”

Namun bagi kita yang telah mati bagi dosa, kita juga harus hidup dengan Dia dan satu dengan kebangkitanNya, serta “kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah,” sebagai lanjutan ayat 10 tadi.
Artinya, tidak membuat kekudusan sebagai keterpisahan semata, tetapi juga diminta hidup tetap berbuah bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Diskusi dosa selalu menarik tetapi lebih enak melihatnya dalam hal yang mudah. Kita juga tahu dalam dosa tidak ada dosa kecil dan dosa besar. FirmanNya mengatakan: Jadi jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa (Yak. 4:17). Dan, pertanyaannya, bila kita dalam sebuah persekutuan, kumpulan, sebuah WA Group, apakah kita sudah cukup berkontribusi demi kebaikan bersama? Memberi simpati, doa, gagasan, membayar iuran dan lainnya. Sudahkan saya melakukannya? Selamat hari Minggu dan beribadah, Tuhan memberkati, Amin.

Pdt (Em) Ramles Silalahi, Ketua Umum PGTS. Kabar dari Bukit adalah refleksi Pengurus PGTS kepada anggota yang dipadu renungan firman Tuhan.

KABAR DARI BUKIT (Edisi 18 Juni 2017)

Iman dan Tuhan yang Satu

Berita dari Uni Emirate Arab itu menggembirakan: sebuah masjid diberi nama Mary Mother of Jesus. Perintah Putra Mahkota. Mereka juga punya Menteri Toleransi Beragama. Puji Tuhan. Tapi….

Firman Tuhan hari Minggu ini dari Rm 3:22b-31 berbicara tentang “Manusia dibenarkan karena iman.” Melalui nas ini, Rasul Paulus menyampaikan berita penyelamatan yang menggembirakan, dengan tiga kata kunci: dibenarkan, penebusan dan pendamaian. Ia mengambil istilah dari proses pengadilan yang lumrah saat itu, yakni “dibenarkan”; dan dari pasar perbudakan yakni “penebusan”. Seseorang yang dibenarkan hakim berarti dinyatakan “Tidak Bersalah”, semua tuduhan otomatis dihapus. Budak yang ditebus menjadi milik penebus. Ini diperoleh dengan beriman Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat pribadi kita. Lho, enak…. Kok bisa? Ya, sebab Allah Bapa telah berinisiatif menempatkan Yesus Kristus sebagai korban pendamaian. Bapa menyediakan jalan pengampunan melalui iman kepada Tuhan Yesus. Dahsyat Man… Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 11 Juni 2017)

Menjadi Sempurna

Firman Tuhan hari Minggu ini dari 2Kor 13:11-13 merupakan akhir dari surat Paulus kepada jemaat Korintus yg berisi perintah, salam dan berkat. Ada lima perintahnya: (1) bersukacitalah; (2) usahakan dirimu sempurna; (3) terimalah nasihat; (4) sehati sepikirlah; (5) hiduplah dalam damai sejahtera.

Kadang kala dalam pergumulan dan persoalan hidup sehari-hari membuat kita sedih dan takut. Tetapi firman Tuhan mengatakan tetaplah bersukacita. Kita harus bersyukur karena melalui pergumulan masuk ke dalam pengharapan, kesabaran dalam kesesakan, dan bertekun dalam doa (Rm 12:12). Bersukacita dalam pengharapan berarti mengimani Allah pasti menolong melewati pergumulan itu dengan kemenangan. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 4 Juni 2017)

BERAGAM KARUNIA, SATU ROH

Menurut Alkitab, ada 18 karunia dan dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian: melalui perkataan atau berbicara (7 karunia); melayani dan memberi (6 karunia); dan melakukan mukjizat (5 karunia). Saya cari-cari, tidak ada “senang berpollung berwhatsapp…” hehe.

Hari ini kita merayakan pencurahan Roh Kudus yang dikenal juga sebagai hari lahirnya gereja atau hari Pentakosta. Firman Tuhan hari Minggu ini diambil dari 1Kor 12:3b-13, yang berbicara tentang rupa-rupa karunia rohani, tetapi dari satu Roh. Setiap orang memiliki karunia berbeda, beberapa orang memiliki lebih dari satu, bahkan seseorang bisa memiliki karunia rohani yang “lebih baik”. Akan tetapi yang jelas, karunia yang satu tidak lebih hebat dari yang lain. Hal ini disebabkan semua karunia bersumber dari Allah Bapa melalui Yesus dan dipimpin oleh Roh Kudus. Penerima karunia hanya memakai. Tujuannya, untuk membangun tubuh Kristus yakni gereja dan orang percaya. Read more

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA (Bulan April – Mei 2017)

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA
(Bulan April – Mei 2017)

Program dalam progres:

1. Penyusunan laporan survey hidrologi di 6 Kabupaten di Kawasan Toba bulan Januari – Februari 2017 lalu. Program ini merupakan kerjasama dengan ITB (Prof. Dr. Lambok Hutasoit) dengan Project Director Ir. Hobby Parhusip.

2. Tindak lanjut penandatanganan survey hidrologi Kabupaten Samosir seluas 300 Km2 kerjasama dengan Bupati Kab. Samosir.

3. Persiapan pilot project investasi kebun Nilam di Pakpak Bharat, kerjasama dengan PT. PGT, Gereja GKPPD, Givaudan Switzerland; Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!