LAPORAN BULANAN KEGIATAN PGTS Bulan September – Oktober 2017

PROGRAM-PROGRAM BERJALAN

1. Program Bantuan Komputer, peralatan Internet dan proyektor – Tahap 3 pada tanggal 27-28 Oktober 2017 sebanyak 240 buah komputer untuk 60 SMA dan sekaligus Seminar pemberian motivasi untuk 2.000 siswa di Kabanjahe dan Panguruan;

2. Pembukaan Bimbingan Belajar Gratis untuk siswa kelas 3 SMA untuk masuk Universitas di 4 kota Kabupaten (Lintong Nihuta, Salak, Sumbul dan Simanindo) bekerjasama dengan Ganesha Operation;

3. Pemberian beasiswa bagi mahasiswa di empat universitas terbaik termasuk ITB dan UI bagi siswa yg berasal dari SMA di Kawasan Toba;

4. Pembangunan Patung Yesus Memberkati KDT – Tahap sayembara selesai dan saat ini tahap persiapan;

5. Pembibitan dan penanaman Tanaman Produktif Kaliandra, tahap II seluas 100 Ha di Kab. Samosir, bekerjasama dgn Keuskupan Agung Medan (KAM). Sudah ditanam seluas 15 Ha dan rencana akan diberikan kambing dan kotak stup untuk peternakan lebah. Info lengkap www.kaliandra.gajatoba.org.

6. Pembibitan, penanaman dan pengolahan nilam di kabupaten Pakpak dan Dairi, bekerjasama dengan Sinode Gereja Pakpak dan Givaudan Switzerland;

7. Peluncuran website parawisata www.amazingtoba.com;

8. Studi hidrogeologi untuk menunjang penyediaan air tanah untuk pengairan Tahap II seluas 400 Km2 di Kabupaten Samosir;

9. Pengembangan Desa Eko Wisata di KDT – FGD Kawasan Pedesaan Parbaba Samosir.

10. Turnamen Golf Gaja Toba pd tanggal 1 Oktober 2017 di Rainbow Hills.

11. Gaja Toba Runners mengikuti FTMD ITB Marathon Jakarta Bandung 170 Km
PROGRAM DALAM PERSIAPAN:

1. Sosialisasi kpd 200 tokoh masyarakat ttg Pemberdayaan Masyarakat dgn Tanaman Kaliandra, kerjasama dgn Keuskupan Agung Medan dan Pemkab Samosir, Minggu 29 Oktober 2017.

2. Persiapan pelatihan dan Sertifikasi Mandor Bangunan se Kawasan Danau Toba;

3. Program listrik masuk dusun dan gubuk pintar;

4. Seminar Ketahanan Budaya di KDT;

5. Rencana studi banding bekerja sama dengan media ke beberapa kabupaten unggul di Indonesia;

6. Studi optimalisasi angkutan danau untuk menunjang parawisata;

Laporan Keuangan bulan September 2017 dpt dilihat di www.gajatoba.org.

Terima kasih untuk semua dukungannya. Semoga pelayanan kita berkenan kepadaNya. Amin.

Jakarta 18 Oktober 2017.

BPH PGTS
Ramles M Silalahi – Ketum
Hot Asi Simamora – Sekum

KABAR DARI BUKIT (Edisi 8 Oktober 2017)

Kebenaran Sejati

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus (Flp 3:7).

Firman Tuhan hari Minggu ini dari Flp 3:4b-14 berbicara tentang kebenaran sejati. Kita dibenarkan karena iman merupakan kebenaran awal tentang hubungan kita dengan-Nya. Maka akan berbahaya jika orang percaya berhenti mencari kebenaran yang lebih dalam akan Pribadi-Nya, khususnya kuasa kebangkitan-Nya.

Rasul Paulus dalam nas ini menjelaskan keistimewaan dirinya sebagai orang Yahudi sejati (band. 2Kor 11:22; 2Kor 11; Gal 1:13-24). Ia seolah-olah menyombongkan diri dengan semua latar belakangnya. Tetapi kalau dilihat lebih dalam, ia sebenarnya ingin menekankan bahwa pencapaian manusia – betapa pun hebatnya, tidak memiliki arti untuk memperoleh keselamatan dari Allah. Jadi, tidak seperti kesombongan Yahudi yang merasa keturunan Abraham dan berpuas diri. Ini refleksi bagi kita: janganlah bermegah dengan denominasi, jabatan, kepintaran dan kekayaan, atau semata orang baik di hadapan manusia. Betul, pencapaian, martabat dan kesuksesan memiliki nilai dan harga. Namun, ketika kita merasakan telah diselamatkan oleh Yesus, maka perlu menganggap semua pencapaian itu sebagai “sampah”, dibanding nilai ketika menerima Kristus. Seperti Paulus, ia menganggap semua yang lalu itu sebagai kerugian, bahkan juga “keuntungan yang dirampas” dari yang seharusnya diperolehnya sejak dahulu (band. Mat 13:44-46). Paulus tidak menyesalinya, yang penting baginya masa lalu adalah masa lalu, the past belong to the past.

Mengenal dalam Pribadi-Nya, seyogianya merupakan tujuan akhir kita. Itu memang bisa dengan membaca atau mendengar firmanNya, membaca kehidupan Yesus, berdoa dan bersekutu. Tetapi pengenalan yang lebih dalam hanya dapat terjadi dengan mengambil bagian dalam misi Kristus, seperti pelayanan kasih atau memberitakan Injil, dan meneladani penderitaan-Nya (Mat 28:19; Flp 3:10). Jadi pengenalan itu tidak sekedar “hafal firman” dan “tahu sejarah”. Tetapi dilakukan dengan melihat hidup ini sebagai mujizat kebaikanNya, dan bersedia ikut berkorban dalam panggilan pelayananNya bagi sesama (Rom 6:4; Ef 2:5-6).

Tetaplah bertumbuh dalam pengenalan Kristus, berkonsentrasi pada hubungan pribadi dengan-Nya. Lihat ke depan pada kehidupan yang penuh dan berarti. Sebagaimana Rasul Paulus ingin berlari dalam perlombaan (band. 1Kor 9:24; Ibr 12:1), memusatkan pikiran dan mengerahkan segala daya untuk dapat mengejar kesempurnaan dalam pengenalan itu, maka kitapun fokus sungguh-sungguh mencapai sasaran. Jangan terjebak masa lalu.

Kesempurnaan hubungan dengan Yesus ada tiga tahapan: Pertama, ketika kita diangkat menjadi anak-anakNya dan dinyatakan “dibenarkan”. Ini kelak akan disempurnakan penuh (band. Kol 2:8-10; Ibr 10:8-14). Kedua, kesempurnaan dalam pertumbuhan, artinya terus bertumbuh dalam pengenalan dan berkarya. Ketiga, kesempurnaan ketika Yesus datang kembali memenuhi janjiNya, membawa kita ke dalam kerajaan-Nya yang penuh (band. 1Kor 13:10; Flp 3:20, 21).

Panggilan sorgawi ini yang menyerap semua pikiran Paulus. Ia menyatakan dirinya belum tuntas dan sempurna akan pengenalan Kristus. Ia sadar telah ditangkap. Tapi ia terus mengejar kesempurnaan. Sebuah teladan bagi kita. Jangan membiarkan mata kita jauh dari tujuan itu. Yesusku segalanya bagiku. Itulah kebenaran sejati. Selamat beribadah hari Minggu, Tuhan memberkati, Amin.

Pdt. Em. Ramles M. Silalahi, Ketua Umum PGTS.

KABAR DARI BUKIT (Edisi 1 Oktober 2017)

Sehati Sepikir

Waktu turnamen golf Gaja Toba tinggal 3 minggu. Target pengumpulan dana masih jauh. Bisa nombok. Ada yg mengatakan lebih baik diundur. Tetapi beberapa panitia dengan iman dan kerja keras, yakin masih bisa, meski tidak ambisi lagi dapat dana besar terkumpul. Akhirnya, haleluya, Tuhan memberi pertolongan….

Firman Tuhan hari Minggu ini Flp 2:1-13 berbicara tentang “bersatu dan merendahkan diri seperti Kristus.” Filipi kota kosmopolitan, jemaatnya beragam: Lydia Yahudi pengusaha kaya dari Asia (Kis 16:14); lainnya budak perempuan pribumi Yunani yang mempunyai roh tenung (Kis 16:16-17); ada juga sipir penjara orang Roma (Kis 16:25-36). Keragaman tinggi dan unik di masa itu membuat potensi perbedaan tinggi, kesatuan lebih sulit.

Tetapi Firman Tuhan berkata kepada mereka: bersatulah dan sehati sepikir. Kunci pertama, tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya, dengan rendah hatilah menganggap orang lain dan kepentingan orang lain lebih utama. Hal kedua, perlu mengosongkan diri. Ini seperti kita berbicara kepada anak kecil, maka untuk efektipnya komunikasi, kita harus bersikap seperti anak kecil, meski hal itu tidak menghilangkan diri kita sebagai orang dewasa. Dengan pengosongan diri, pengorbanan diberikan, dan itu yang membuat terwujudnya kasih kepada orang lain.

Itulah yang terasa saat genting Turnamen Golf PGTS masih jauh targetnya. Tetapi seperti dikatakan seorang anggota panitia, “ketika kita saling bahu membahu tanpa ada yg memegahkan diri, maka hasilnya menjadi spektakuler.” Doa terkabul, kerja keras membuat hasil akhir melebihi tahun lalu. Puji Tuhan. Semoga semua berjalan baik hari ini turnamen kita.

Seperti dalam nas minggu ini, motif semua adalah melayani untuk kemajuan Toba. Sebagaimana Yesus melayani Bapa dengan merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, maka Allah pun meninggikan Dia. Kita pun ditinggikan dengan bersatu. Ini menjadi kerinduan panitia yang lain dengan berkata: “Luar biasa….kalau saja Gaja Toba semua begini, pasti lebih mantap.” Artinya, visi misi Gaja Toba lebih mudah terwujud.

Kunci akhir, seperti yang diminta di bagian akhir nas minggu ini, supaya semua kita taat tetap berkarya mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar. Tidak ada waktu untuk hanya berleha-leha, puas dengan (kepentingan) diri sendiri; apalagi berpikir, ah, itu urusan mereka…. Takut dan gentarlah…. Selamat beribadah hari Minggu, Tuhan memberkati, Amin.

Pdt. Em. Ramles M. Silalahi, Ketua Umum PGTS.

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!