Kristus Raja
Itulah nama Minggu ini, minggu terakhir dalam kalender gerejawi, sebelum masuk ke minggu-minggu adven. Gambaran akhir dunia telah diberikan beberapa kali minggu lalu, sampai nanti pada minggu adven kedua, kemudian masuk ke tema pengharapan perayaan natal.
Firman Tuhan hari Minggu ini Ef 1:15-23 berbicara tentang kekuasaan dan kemuliaan Kristus. Rasul Paulus yang tinggal tiga tahun di Efesus, sangat bersukacita mendengar kabar tentang pertumbuhan iman jemaat disana. Meski Paulus berada di penjara, mendengar kabar itu, hatinya penuh sukacita. Jemaat Efesus memperlihatkan semangat memberi semakin besar, sebagai buah kasih nyata pertumbuhan iman (band. Kol 1:4). Ini bentuk dukungan bagi pelayanan orang percaya saat itu.
Bisa begitu kuncinya adalah pengenalan akan Kristus; bukan sekedar pengetahuan. Untuk mengenal, maka dibutuhkan waktu membaca firmanNya, mendalami kisahNya, karya-karyaNya, berinteraksi dan taat kepadaNya (band. Ef 3:16), dan terutama berjalan dalam kehidupan bersama PribadiNya. Itulah doa syafaat pertama Rasul Paulus bagi jemaat Efesus.
Doa keduanya, yakni agar mereka mengenal panggilan Allah. Untuk itu ia meminta agar Tuhan membuka mata hati mereka (yakni pusat pengolahan perasaan batin, pikiran, dan kemauan) melihat pengharapan dengan terang. Mata hati yang gelap tidak akan mampu melihat karya Allah bagi dunia ini, dan bagi setiap insan manusia melalui sejarah dan kehadiran Tuhan Yesus (2Kor 4:6; Ibr 6:4).
Doa ketiga Rasul Paulus, agar jemaat mengenal kekayaan Allah yakni hikmat dan janji yang indah akan kemuliaan dan kekekalan yang ditentukan-Nya pada akhir zaman bagi orang percaya (Flp 1:9; Kol 1:9-10). Dan doa terakhir untuk jemaat Efesus adalah: agar mereka mengenal kuasa Allah. Kuasa Allah yang tidak terbatas, meliputi pengendalian alam raya semesta dan kuasa ini juga yang membangkitkan Yesus dari kematian; kuasa kebangkitan-Nya itu juga akan diberikan kepada kita sebagai ahli waris-Nya.
Puncak segalanya dalam nas ini adalah berita Yesus telah duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Ini metafora “Kepercayaan” atau “Wakil”, yang sekaligus ungkapan kemuliaan dan penghormatan. Dengan Kristus sebagai Raja segala raja, maka semua yang mengaku kuasa dan pemerintahan, kelak akan tunduk bertekuk lutut di bawah kuasaNya (Mat 22:44; 1Kor 15:25-27; Ibr 2:8). Yesus adalah Mesias. Yang Diurapi. Dia adalah Allah yang ditunggu umat percaya membangun kembali dunia ini sehingga penuh damai sejahtera. Itu hanya dapat terjadi, jika gereja, dan kita semua, menempatkan Kristus adalah Raja Segala Raja dalam hidup kita, dan buah imanNya dalam wujud memberi dan kerelaan berkorban. Maranata. Selamat beribadah hari Minggu, Tuhan memberkati, Amin.
Pdt. Em. Ramles M. Silalahi, Ketua Umum Perkumpulan Gaja Toba, Alumni ITB Batak Peduli Toba.