Terus Mengasihi
Jawab Yesus: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang” (ayat 38).
Firman Tuhan hari Minggu ini Mrk 1:29-39 bercerita tentang Yesus menyembuhkan orang-orang sakit dan mengajar. Kuasa Allah dalam Yesus mulai dinyatakan melalui perbuatan dan membuat perubahan bagi orang lain. Ini penting sebagai pesan bagi kita orang Kristen. Kehadiran kita haruslah memberi manfaat bagi yang lain. Jangan justru kita menuntut, berhitung yang sudah didapatkan. Dasar dan ekspresi keberadaan kita adalah kasih kepada Tuhan dan sesama.
Pesan kedua dalam nas ini pembuktian bahwa hal buruk sulit melawan kebaikan. Orang jahat selalu ada di sekeliling kita. Mereka ada dengan berbagai tujuan dan motivasi. Kesukaannya melihat kekurangan dan kelemahan, dan cekatan membuatnya sebagai peluru untuk menyerang. Kadang mereka memberi pujian, tapi sering tidak tulus. Untuk itu tidak perlu risau atau takut. Seperti setan-setan dalam peristiwa peyembuhan di nas ini, tidak ada yang bisa berkutik membicarakan Dia. Mereka tahu dan mengenalNya. Memang kadang kebaikan mendapat balasan tidak baik. Tetapi itulah ujiannya. Bila kita kecewa dan apalagi marah, maka perlu diperiksa motivasi untuk berbuat baik. Mengasihi seyogianya bebas pamrih.
Hal ketiga, perbuatan baik melalui karya nyata sebagai wujud pekabaran Injil harus berkelanjutan. Jangan cepat puas atau mudah merasa lelah. Setelah selesai penyembuhan, Yesus terus berjalan ke kota-kota. Ia tidak tertarik pada sanjungan dan publisitas. Popularitas bukan yang utama. Tidak itu tujuannya. Ketika semua orang mencariNya, Yesus menjawab: Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena itu Aku telah datang” (ayat 38).
Bagian akhir pesan nas ini agar kita tetap mengandalkan doa. Hubungan khusus kepada Allah merupakan pijakan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan. Dengan doa dan refleksi, kita tidak akan kehilangan orientasi dan tetap terjaga ke arah yang benar. Teruslah mengasihi, maka melalui hidup kita Tuhan Yesus semakin ditinggikan. Haleluya. Selamat hari Minggu dan beribadah, Tuhan memberkati, amin.
Pdt. Em. Ramles M. Silalahi. Ketua Umum Gaja Toba dan Ketua Majelis Pertimbangan Sinode GKSI.
KABAR DARI BUKIT (Edisi 4 Februari 2018) February 5th, 2018roy