Ranting yang Dipotong
“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (ayat 8).
Firman Tuhan hari Minggu ini Yoh 15:1-8 berbicara tentang pernyataan Yesus adalah (satu-satunya) pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingnya. Nas yang sangat populer. Yesus menyamakan diriNya pokok anggur karena murid-murid tahu bangat; mereka hidup di daerah yang banyak ditumbuhi oleh pokok anggur dan penduduk sebagai petani anggur. Dalam PL, Israel disebut juga sebagai kebun anggur milik Allah (Yes. 5:1-7). Sayangnya, Israel pohon anggur yang gagal berbuah (Yer. 2:21; Hos 1:10)
Kita adalah ranting-rantingnya dalam arti kita hidup menyatu dengan Dia. Ini tidak sekedar nyantol mengambil kehidupan dari pokok pohon, tetapi ada tanggung jawab, yaitu berbuah (banyak). Bila buah anggurnya asem maka yang memakannya pun akan nyengir dan tidak membawa sukacita. Apalagi, bila ranting itu tidak berbuah banyak dan lebat, maka pemilik kebun akan meringis, sedih, bahkan bisa kesal bila sama sekali tidak berbuah. Kadang pemilik sabar dengan membersihkan ranting berharap buahnya ada. Tetapi bila tetap tidak berbuah, pengusaha kebun pun memotongnya. Ini tujuannya agar ranting-ranting yang berbuah tidak terganggu dan menjadi “parasit” bagi yang lain. Akhirnya ranting menjadi kering dan dicampakkanlah ke dalam api dibakar. Ngeri. Sebuah peringatan keras. Read more