LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA Bulan Mei 2018

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA Bulan Mei 2018

PROGRAM-PROGRAM BERJALAN

  1. Pelaksanaan Forum Konsultasi 240 siswa peserta Bimbel Gratis tentang persiapan SBMPTN dan STAN;
  1. Pemberian beasiswa bagi mahasiswa di empat universitas terbaik termasuk ITB dan UI bagi siswa yg berasal dari SMA Kawasan Toba;
  1. Penanaman tahap 2 pohon Kaliandra seluas 27 Ha bagian dari 100 Ha di Kab. Samosir, bekerjasama dgn Keuskupan Agung Medan (KAM). Info: www.kaliandra.gajatoba.org.
  1. Persiapan pembangunan Patung Yesus Memberkati KDT di Huta Ginjang Taput – Tahap perencanaan kawasan dan izin pinjam pakai lahan 5 Ha;
  1. Monitoring pelaksanaan pilot project budi daya ternak ikan bioflok di Desa Sualan Parapat utk pengganti keramba;
  1. Persiapan Seminar Budaya Batak yang Kristiani, kerjasama dengan Universitas Katholik Parahiyangan dan KPPS HKBP;
  1. Persiapan Workshop dan Seminar Pemanfaatan Tanah Ulayat untuk kesejahteraan penduduk lokal di DEL Laguboti;
  1. Pengembangan Desa Eko Wisata di KDT – Pilot Project Kawasan Pedesaan Parbaba Samosir.

 

Laporan Keuangan bulan Mei 2018 dapat dilihat di website www.gajatoba.org/laporankeuangan

Mohon maaf laporan bulan ini terlambat karena libur panjang lebaran. Terima kasih untuk semua dukungannya. Semoga pelayanan kita berkenan kepadaNya. Amin.

Jakarta 25 Juni 2018.

BPH PGTS

Ramles M Silalahi – Ketum

Hot Asi Simamora – Sekum

KABAR DARI BUKIT (Edisi 24 Juni 2018)

Badai Pasti Berlalu

Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?” (Mrk 4:39-40).

Firman Tuhan hari Minggu ini Mrk 4:35-41 bercerita tentang angin ribut yang diredakan, ketika Yesus menyeberang di Danau Galilea bersama murid-muridNya. Murid ketakutan dan membangunkan Yesus yang tidur di buritan, berpikir seolah Yesus tidak memedulikan mereka. Yesus pun menghardik angin ribut itu dan langsung tenang teduh. Yesus juga menghardik para murid, mempertanyakan iman mereka, seperti ayat di atas. Yesus selalu peduli.

Nas ini membuktikan Tuhan berkuasa atas alam. Segala peristiwa ada dalam kendali-Nya. Ketika muncul rasa takut dalam menjalani kehidupan, itu sesuatu yang wajar. Tetapi ketakutan yang berlebih bahkan hingga kalap, histeris atau apatis, itu memberi tanda iman yang belum kokoh. Iman semakin kuat dan besar ketika kita semakin mengenal-Nya, semakin dekat dengan Dia. Itu bisa muncul dan bertumbuh hanya tatkala kita sadar mengarungi sesuatu bersama Yesus. Para murid gagal memahaminya. Tuhan tertidur di buritan, tetapi Dia tidak tidur untuk menjaga yang dikasihi-Nya. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 17 Juni 2018)

Benih Kerajaan

Lalu kata Yesus: “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu (Mrk 4:26-27).

Firman Tuhan hari Minggu ini – sesuai leksionari – yakni Mrk 4:26-34 bercerita tentang perumpamaan yang diberikan Tuhan Yesus perihal Kerajaan Allah. Pada ayat 21-22 sebelumnya disebut juga perumpamaan lain: “Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.” Artinya, Kerajaan Allah itu harus dinyatakan dan dapat dilihat serta memberi dampak yang baik.

Pada nas minggu ini dikatakan, Kerajaan Allah itu seperti benih dan biji sesawi. Kita dapat mengartikan hal itu dalam empat hal. Pertama, Kerajaan Allah itu dimulai dengan benih yang ditabur. Yesus mengawalinya, dan benih itu terus ditabur yaitu firman. Firman hanya (dapat) ditabur bila ada penabur dan ladang yang luas yakni sekeliling kita. Ayat 1-20 memberi hikmat agar benih ditabur di tanah yang bisa hidup dengan subur dan tidak banyak ilalang semak duri agar bertumbuh dan berbuah banyak. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 10 Juni 2018)

Bersatu Kuat

Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan (Mrk 3:24-25)

Firman Tuhan hari Minggu ini Mrk 3:20-35 bercerita tentang Yesus dan Beelzebul serta sikap keluarga-Nya. Mukjizat dan ajaran-Nya juga semakin disukai dan orang banyak semakin mengikuti Dia. Tetapi di lain pihak, keluarga juga semakin kuatir (ayat 20-21) dan ahli-hali Taurat pun semakin membencinya dan terus berniat membunuhnya; bahkan ada yang datang dari Yerusalem (ayat 22-30). Mereka belum memahami Yesus sama sekali. Ini semua mencerminkan kesalahan universal manusia, yang sering lebih melihat dari sudut diri sendiri dan kepentingannya. Akibatnya, sering tidak sinkron dan situasi tidak damai sejahtera. Belajar memahami, melihat dari sudut pandang lain, tidak degil atau cepat mengambil kesimpulan, adalah hikmat Illahi yang harus dikedepankan. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 3 Juni 2018)

Sabat dan Manusia

“Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat” (Mrk 2:27-28).

Firman Tuhan hari Minggu ini dari Mrk 2:23 – 3:6 memberi pesan tentang makna hari Sabat; kisah tentang murid-murid Yesus memetik bulir gandum dan Dia menyembuhkan seorang yang mati sebelah tangannya di hari Sabat. Bagi umat Yahudi khususnya kaum Farisi hari Sabat adalah hari yang sakral seperti tertuang dalam 10 perintah Allah (Kel 20:10 ). Orang dilarang bekerja termasuk memetik gandum.

Sabat berarti perhentian, tatkala Allah menciptakan alam semesta enam hari lamanya dan beristirahat di hari ketujuh. Siklus yang baik dan teruji. Konon, Korea pernah mencoba siklusnya menjadi sepuluh hari untuk meningkatkan produktivitas, tetapi hasilnya lebih buruk. Oleh karena itu kita perlu memahami Sabat dari beberapa sudut pandang. Pertama, Allah menciptakan perintah itu untuk kebaikan manusia. Allah memberi kesempatan beristirahat dan bersekutu (lebih lama) dengan-Nya untuk menikmati berkat-Nya (Kej 2:3; Kel 20:11). Manusia wajib disegarkan jiwa dan tubuhnya.

Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!