KABAR DARI BUKIT (Edisi 29 Juli 2018)

Mukjizat Lagi

Sesudah mereka mendayung kira-kira dua tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Maka ketakutanlah mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Aku ini, jangan takut!” (Yoh 6:19-20).

Firman Tuhan hari Minggu ini dari Yoh 6:16-21 menuliskan tentang Tuhan Yesus berjalan di atas air. Kisah yang populer dan nyata. Yesus memperlihatkan kuasa-Nya.

Jika minggu lalu ditekankan perlunya untuk melihat latar belakang terjadinya mukjizat, hari ini kita melihat tujuan mukjizat Yesus. “Mukjizat merupakan kejadian (peristiwa) ajaib yang sukar dijangkau oleh kemampuan akal manusia” (kbbi.web.id). Ada kuasa adikodrati. Jika peristiwanya dapat dicerna oleh akal, atau berlaku kaidah ilmiah sebab akibat, jelas itu bukan mukjizat. Apalagi sulap atau trik, kita anggap itu hiburan saja.

Mukjizat ada sepanjang masa. Terus. Bagi yang tidak percaya, atau percaya mukjizat ada hanya dalam Alkitab dan sudah berhenti saat Yesus naik ke sorga, ya tidak apa-apa. Tetapi itu sama seperti tidak percaya Allah kita adalah Allah yang hidup dan penuh kasih. Itu dapat terjadi karena tidak memahami makna mukjizat dan tujuannya. Mukjizat ada untuk menyatakan kedaulatan Tuhan, melegitimasi kehadiran-Nya, mendukung para utusan-Nya, menguatkan dan melegakan umat-Nya, serta tentu saja semua bagi kemuliaan-Nya. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Rm 11:36).

Oleh karena itu, melalui nas minggu ini yakni kisah Yesus berjalan di atas air dan kisah mukjizat lainnya, kita melihat optimisme. Kita terima dengan iman; bukan pikiran. Kita memiliki harapan atas segala persoalan. Dalam tantangan kehidupan, berbagai ragam hal pribadi, organisasi bahkan berbangsa, mari tetap melihat Tuhan bekerja dan mukjizat tetap terjadi. Bagi kita orang percaya yang diselamatkan oleh Yesus di kayu salib, itu sudah merupakan mukjizat terbesar yang pertama kita terima.

Kita pun wajib memiliki cita-cita. Pengharapan. Bahkan perlunya tantangan hidup besar bagai membangun padang gurun yang kita ingin lewati. Itu bagus. Meski sekarang sepertinya tampak mustahil, tidak apa-apa. Berharap anak-anak kita menjadi berkat yang dipakai Tuhan, atau kita tetap sehat terus berkarya dan melayani hingga usia tua, atau misalnya melihat kampung halaman Kawasan Danau Toba bersih cantik dan masyarakatnya sejahtera tetap berbudaya Batak yang Kristiani, itu jelas bukan sesuatu yang sia-sia. Tuhan akan campur tangan. Mukjizat tetap kan terjadi. Tetaplah berdoa dan bekerja, mendayung perahu kehidupan dengan terus mengendalikan arah kemudi. Tetapi jangan hanya omdo berwacana. Bertekunlah hingga tujuan tercapai. Dan, kelak Ia kan muncul dan berkata kepada kita: “Aku ini, jangan takut!” Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

Pdt. Em. Ramles Silalahi, Ketua Umum Gaja Toba.

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA Bulan Juni 2018

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA Bulan Juni 2018

PROGRAM-PROGRAM BERJALAN

  1. Pemberian beasiswa bagi mahasiswa di empat universitas terbaik termasuk ITB dan UI bagi siswa yg berasal dari SMA Kawasan Toba;
  2. Melanjutkan penanaman tahap 2 pohon Kaliandra seluas 27 Ha bagian dari 100 Ha di Kab. Samosir, bekerjasama dgn Keuskupan Agung Medan (KAM). Info: www.kaliandra.gajatoba.org.
  3. Persiapan Pelaksanaan SARASEHAN TOKOH MASYRAKAT PEDULI KDT bersama Pak Luhut Panjaitan dan Para Bupati se-KDT tanggal 3 Juli 2018
  4. Persiapan Workshop dan Seminar Pemanfaatan Tanah Ulayat untuk Kesejahteraan Penduduk KDT bertempat di Institut DEL Laguboti yang akan dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juli 2018:
  5. Persiapan Seminar Budaya Batak yang Kristiani, kerjasama dengan Universitas Katholik Parahyangan dan KPPS HKBP yang akan dilaksanakan pada tgl 8 September 2018;
  6. Persiapan pembangunan Patung Yesus Memberkati KDT di Huta Ginjang Taput – Tahap perencanaan kawasan dan izin pinjam pakai lahan 5 Ha;
  7. Monitoring pelaksanaan pilot project budi daya ternak ikan bioflok di Desa Sualan Parapat utk pengganti keramba;
  8. Pengembangan Desa Eko Wisata di KDT – Pilot Project Kawasan Pedesaan Parbaba Samosir.
  9. Pengembangan Website Pariwisata www.amazingtoba.com

Laporan Keuangan bulan Juni 2018 dapat dilihat  di website www.gajatoba.org/laporankeuangan

Terima kasih untuk semua dukungannya. Semoga pelayanan kita berkenan kepadaNya. Amin.

Jakarta 23 Juli 2018.

BPH PGTS

Ramles M Silalahi – Ketum

Hot Asi Simamora – Sekum

KABAR DARI BUKIT (Edisi 22 Juli 2018)

Kasih dan Mukjizat

“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka” (Mrk 6:34).

Firman Tuhan hari Minggu ini diambil dari Mrk 6:30-34 yang berkisah tentang Yesus memberi makan lima ribu orang; dan Mrk 6:53-56 tentang Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret. Namun seringkali orang hanya melihat mukjizatnya dan tidak memperhatikan latar belakang yang menjadi pesan lebih penting bagi orang percaya. Apalagi, Yesus paling banyak melakukan mukjizat dibandingkan dengan nabi atau tokoh agama lainnya. Jelas, salah satu bukti Yesus adalah Tuhan.

Pada nas pertama diceritakan para murid melaporkan hasil kerja mereka. Kecapaian dan lapar, tetapi masih banyak orang datang untuk mendengar ajaran-Nya. Rencana rehat menyepi yang perlu, batal. Tugas pelayanan tetap yang utama. Panggilan untuk melayani kelak pasti akan kita laporkan juga. Dan, bersiaplah.

Kedua, para murid merasa terusik kecapaian dengan orang banyak itu, tetapi Yesus berbelas kasihan pada mereka. Murid berhitung perlu mengeluarkan dana 200 dinar (1 dinar = upah kerja harian) untuk memberi makan 5.000 orang. Maka pesan kedua nas minggu ini, agar kita lebih mengasah dan mengedepankan perasaan belas kasihan, empati, ikut merasa sepenanggungan terhadap pihak lain yang memerlukan. Meneladani Yesus yang penuh belas kasih menjadi panggilan kita. Jika kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk memberi (dukungan), paling tidak, dengan memiliki rasa belas kasihan, Tuhan akan membuka jalan mencukupkan sehingga kita dapat memberi dan bahkan berlebih seperti dua belas bakul roti dan ikan. Allah sumber segala berkat. Pudarnya hasrat ingin membantu, cuek, tidak peduli, membuat Allah juga tidak memakai hidup kita sebagai berkat bagi orang lain. “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan juga” (Mat 5:7).

Pesan ketiga, penerimaan akan mukjizat tergantung iman dan bukan karena pengetahuan akan firman. Murid-murid Yesus yang baru kembali memberitakan pertobatan dan datangnya kerajaan Allah, belum melihat bahwa Yesus sanggup melakukan sesuatu pada persoalan yang ada. Mereka mudah menyerah, kalah sebelum bertanding. Yesus adalah solusi. Jadilah solution maker. Maka pesan ketiga nas minggu ini, jangan lari dan takut pada permasalahan yang kita hadapi. Ingat mukjizat Yesus dan ingat lagu: Bersama Yesus lakukan perkara besar (nyanyikan teks di bawah).

Pesan keempat nas minggu ini (ayat 53-56) bahwa untuk menerima mukjizat, tetap usaha harus dilakukan. Kesembuhan yang terjadi dengan berusaha: …. berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada (ayat 55). Semangat berjumpa dengan Yesus tanpa peduli tantangan, akan memudahkan melihat mukjizat-Nya. Iman akan mukjizat Yesus sering bersifat sederhana: Dan semua orang yang menjamah (jumbai jubah-Nya) menjadi sembuh (ayat 56a). Mulailah dari sana dan kita akan melihat mukjizat itu nyata. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

Pdt. Em. Ramles Silalahi, Ketua Umum Gaja Toba.

KABAR DARI BUKIT (Edisi 15 Juli 2018)

Nurani dan Dosa

Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya (Mrk 6:19-20a).

Firman Tuhan hari Minggu ini Mrk 6:14-29 bercerita tentang Raja Herodes yang membunuh Yohanes Pembaptis dan meletakkan kepalanya di atas tampan untuk memenuhi permintaan Herodias istrinya dan anaknya. Herodias dendam karena Yohanes menegor Herodes yang mengambil Herodias, isteri Filipus saudara tirinya (melanggar hukum Taurat ke-10, Kel. 20:17; Im 18:16; 20:21).

Dendam melahirkan pembunuhan. Ternyata bukan makhluk hidup saya yang dapat melahirkan. Dosa juga melahirkan dosa. Dendam Herodias merambat ke putrinya dan menular lagi ke Herodes dan merenggut penjagal Yohanes. Herodes terlalu jumawa harus memenuhi umbaran janjinya. Yohanes, orang yang benar dan suci dipenggal kepalanya (ayat 27). Yang membunuh dengan pedang akan terbunuh dengan pedang (Mat 26:52). Kejahatan akan berbuahkan kejahatan (band. Ef 5:11). Siklus alami yang lazim terjadi.

Herodes sebetulnya senang mendengar ajaran Yohanes. Tapi hatinya selalu terombang-ambing dan sedih saat harus memenggalnya (ayat 20, 26). Tetapi dendam Herodias bagaikan setan yang terus mencari waktu yang tepat melampiaskannya. Jiwa dan nuraninya telah teracuni dan rusak. Ini pentingnya kita menjaga hati nurani agar selalu bersih; hati yang telah mendapat cahaya Tuhan; perasaan hati yang murni dan yang sedalam-dalamnya (kbbi.web.id). Hati nurani yang kotor penuh dendam, langsung menjadi pendakwa dan racun bagi diri. Seperti dikatakan Matthew Henry, teolog penulis, kemarahan dan dendam itu bagaikan hantu yang terus mengejar, sampai ia terpuaskan. Dan masalah besarnya, dosa itu dapat menyeret orang lain, dapat melahirkan dosa lainnya lagi.

Kelemahan dan kedagingan kita kadang datang, itu wajar. Sakit hati bisa muncul. Solusinya, benih dosa itu harus diputus. Keinginan menghentikannya hanya dengan pertobatan. Firman Tuhan berkata, “Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan” (Kis 8:22-23). Bebaskan rasa takut. Herodes takut kehilangan simpati umat Yahudi. Istrinya Herodias takut kehilangan posisi sebagai ratu. Khayalan kosong dari rasa takut yang tidak bermanfaat itu harus dijauhkan. Iman kita sebagai benteng semestinya hidup dan tidak mati. Tuhan kita itu Allah yang hidup dan selalu terbuka dan mengampuni kita yang datang berserah kepada-Nya.

Tutur kata, perilaku, tabiat dan karakter perlu dijaga. Integritas dipelihara. Timbul rasa damai. Kedamaian muncul hanya dengan senantiasa berusaha untuk hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Allah dan manusia (Kis 24:16). Semua itu terjadi jika kita terus menjaga dan membersihkannya. Kesukaan akan firman Tuhan akan meneguhkannya dan membuat iman kita tidak mudah terombang-ambing. Mulailah hari-hari kita dengan membaca sebuah renungan pagi. Jiwa dan hati nurani pun terjaga. Itu akan memberi warna kehidupan kita seharian menjadi sebuah kesaksian dengan kebaikan dan kebenaran. Kesaksian yang bebas dari rasa takut. Mari seperti Yohanes, mengutarakan kebaikan dan kebenaran, meski dengan resiko atau pengorbanan; bukan Herodes atau Herodias. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

Pdt. Em. Ramles Silalahi, Ketua Umum Gaja Toba.

Membaca nas lengkap, klik:

http://alkitab.me/Markus/6

KABAR DARI BUKIT (Edisi 8 Juli 2018)

Terus Memberitakan

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. (Mrk 6:12-13)

Firman Tuhan hari Minggu ketujuh setelah Pentakosta ini (ada 27 minggu sebelum masuk ke minggu adven) dari Mrk 6:1-13 berbicara tentang penolakan terhadap Yesus di kampung-Nya dan pengutusan kedua belas rasul. Penolakan ini didasari cara pandang melihat silsilah, keluarga, dan gaya hidup Yesus yang berbeda. Yesus yang sehari-hari mereka lihat dan tadinya (anak) tukang kayu, pergi beberapa saat, tiba-tiba saat kembali telah menjadi guru dan nabi dengan diikuti banyak murid, penuh kisah mukjizat dan ajaran kaya hikmat. Mengherankan, ajaib. Nyata.

Tidak dapat dipungkiri dalam satu komunitas yang memiliki standar dan nilai-nilai yang menyimpang dari ajaran Tuhan Yesus, akan ada perlawanan terhadap perubahan yang positip. Ada resistensi. Demikian juga pada sikap negatif lainnya, misalnya intoleransi dan permisif terhadap tindak kekerasan, jika melihat seseorang bersikap yang berbeda (misalnya SARA) maka dengan cepat diberi cap sebagai musuh dan langsung diserang. Hal lainnya juga terlihat dalam menyikapi sebuah kejadian, akan cepat menilai dan menghakimi, meski latar belakang dan fakta kejadian belum sepenuhnya dilihat dan dikuasai. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 1 Juli 2018)

Talita Kum

Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Mrk 5:34).

Firman Tuhan hari Minggu ini, Mrk 5:21-43, bercerita tentang dua mukjizat penyembuhan Yesus dari puluhan yang pernah dilakukan-Nya: pertama, tentang seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan, disembuhkan Yesus dengan hanya menjamah jubah-Nya saja, ia sembuh. Tentu upaya kerasnya melanggar aturan ditengah-tengah kerumunan orang untuk dapat menjamah jubah-Nya itu, membuat hati Yesus tergerak dan berkata seperti ayat 34 di atas. Semua beban setelah 12 tahun berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, menghabiskan harta tetapi malah keadaannya makin memburuk, akhirnya hilang terpulihkan.

Kisah kedua yakni anak seorang kepala rumah ibadat yang sakit parah. Ia tersungkur di depan kaki Yesus, memohon penyembuhan anaknya yang hampir mati (ayat 22). Meski dalam perjalanan diberitahu anaknya sudah mati, tetapi Yesus yang telah berjanji namun terhalang pengobatan perempuan tadi, terus menuju rumah kepala itu dan berkata: “Jangan takut, percaya saja!”. Sesudah Ia masuk ke rumah melihat anak 12 tahun itu, lalu memegang tangannya dan berkata: “Talita kum,” yang berarti: “Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah!” (ayat 41). Seketika itu juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan…. Semua orang yang hadir sangat takjub (ayat 42). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!