Iman Penyelamat
Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya (Mrk 10:52).
Firman Tuhan hari Minggu ini, Mrk 10:46-52, berkisah tentang seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, yang duduk di pinggir jalan saat Yesus dan murid-murid-Nya melewati Yerikho. Orang banyak ikut berbondong-bondong, dan itu menarik perhatian Bartimeus. Ketika ia tahu bahwa Yesus orang Nazaret ada ditengah kerumunan, ia pun mulai memanggil, berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Merasa ribut bangat, banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun ia semakin keras berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” (ayat 47-48).
Pengharapan dan pergumulan adalah dua sisi dalam wajah kehidupan. Tiap orang memiliki pengharapan, seperti juga pergumulan. Kadang keduanya memilki relasi kuat, meski tidak mutlak. Semakin tinggi dan jauh pengharapan, memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut dipikirkan, semakin tidak menjadi pergumulan (band. Rm 12:3). Tetapi semakin besar pergumulan, kadang bisa membuat pengharapan semakin menciut. Itu terjadi karena adanya keterbatasan, bisa dari keadaan, fisik, finansial, atau akal pikiran.
Bartimeus memperlihatkan sikap yang berbeda. Meski buta, bergumul, ia tidak pernah putus asa. Pengharapan selalu ada di hatinya. Ia telah mendengar tentang Yesus dengan mukjizat-Nya. Maka ia pun berharap dapat bertemu. Imannya kuat melampaui akal pikiran manusia. Mata hatinya lebih kuat dari orang yang sehat melek namun tidak melihat kasih, kebaikan dan kebesaran Tuhan dalam hidupnya. Keterbatasan (fisiknya) juga tidak membuatnya bermalas-malas.
Maka ketika ia mendengar Yesus berada di dekatnya, ia menggunakan kesempatannya, memanggil-Nya Anak Daud. Meski panggilan pengharapan mesianik, Yesus tidak persoalkan, dan bertanya kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab Bartimeus: Rabuni, supaya aku dapat melihat! (ayat 51). Terbersit sikap hormat dan iman percaya; Rabuni berasal dari kata Rabbi, Guru.
Yesus melihat larinya Bartimeus yang melempar jubahnya yang berharga, mendengar jeritan hati Bartimeus, dan melihat imannya yang kuat. Ia dipulihkan melihat. Dan kita diajar melalui nas ini: apapun pengharapan dan pergumulanmu, berserulah kepada-Nya. Tidak peduli sebesar apa masalah dan beban, yang utama: iman dan pengharapan. Teguh dan kuat. Itulah yang perlu untuk menerima berkat mukjizat (Ibr 11:1). Kunci pembuka. Iman pemenang mengalahkan segala hambatan dan ketakutan. Yesus melihat itu, dan kita pun akan mendengar jawaban-Nya: “imanmu telah menyelamatkan engkau”. Pengharapan terwujud, pergumulan terlewati. Tetaplah mengikut Dia. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.
Pdt. Em. Ramles M Silalahi, Ketua Umum Gaja Toba