KABAR DARI BUKIT (Edisi 25 November 2018)

Yesus adalah Raja

Jawab Yesus: “Engkau mengatakan, bahwa Aku adalah raja. Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku” (Yoh 18:37b).

Dalam leksionari kalender gereja, hari Minggu ini dinamai Minggu Kristus Raja, minggu terakhir setelah Pentakosta, sebelum memasuki masa Advent di minggu depan. Firman Tuhan bacaan kita Yoh 18:28-37 menceritakan tentang percakapan Yesus dengan Pilatus sebelum Dia diputuskan untuk disalibkan. Pilatus heran, orang Yahudi memiliki raja, dan dia belum pernah mendengarnya. Bahkan raja orang Yahudi ini justru diminta diadili menurut hukum Romawi. Pilatus tidak tahu apa yang Yesus telah lakukan, sehingga bertanya kepada-Nya: “Jadi Engkau adalah raja?” Yesus tidak menyangkal dan menegaskan seperti ayat pembuka di atas. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 18 November 2018)

Awal Dari Akhir

“Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!” (Mrk 13:5)

Firman Tuhan hari Minggu ini, Mrk 13:1-8, berbicara tentang
Bait Allah yang akan dirobohkan, dan awal mula penderitaan. Tertulis, seorang murid begitu kagum pada bangunan megah Bait Allah, yang konon batu-batunya besar berukuran 10 x 5 meter, dipoles hingga mengkilat dan tampak kokoh. Tetapi pernyataan Tuhan Yesus mengejutkan semua murid: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan” (Mrk 13:2).

Tuhan Yesus bernubuat akan keruntuhan bait itu dan memang terbukti saat Nero menghancurkan Yerusalem. Tetapi itu bukan sekedar nubuat, juga ekpresi kekecewaan Yesus terhadap umat Israel akan kesukaan mereka terhadap kulit luar. Yesus kecewa terhadap para pemimpin umat yang mengedepankan hal fisik lahiriah semata; menekankan keindahan gedungnya, melupakan makna dan tujuan persekutuan dan ibadat. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 11 Novemver 2018)

Motivasi dan Persembahan

Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan” (Mrk 12:43).

Firman Tuhan hari Minggu ini, Mrk 12:38-44, bercerita tentang dua hal tetapi berkaitan tentang motivasi dan persembahan. Pada bagian pertama ayat 38-40 Tuhan Yesus mencela dan mengingatkan agar berhati-hati terhadap ahli Taurat, sebab mereka suka menerima penghormatan dengan jubah panjangnya. Motivasi mereka adalah mejeng, pujian, berdoa panjang-panjang, dan bahkan untuk mencari keuntungan dengan menguras kesempatan dari yang lebih lemah.

Bagian pertama ini dikontraskan dengan ayat 41-44, yakni kisah tentang orang kaya memberi jumlah besar; sementara seorang janda miskin datang memasukkan dua peser atau sekitar Rp. 2000 saat ini. Tetapi Yesus lebih menghargai pemberian janda miskin, sebab ia memberi dari kekurangannya tetapi orang kaya memberi dari kelebihannya. Read more

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA Bulan Oktober 2018

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA
Bulan Oktober 2018

PROGRAM-PROGRAM BERJALAN

1. Pemberian Beasiswa bagi mahasiswa di empat universitas terbaik ITB, IPB, UNPAD dan UI bagi siswa yg berasal dari SMA Kawasan Toba;

2. Monitoring pemeliharaan tanaman Kaliandra seluas 36 Ha yg ditanam di Kab. Samosir, bekerjasama dgn Keuskupan Agung Medan (KAM). Info: www.kaliandra.gajatoba.org;

3. Bimbingan Belajar Gratis Tahap 3 di 6 kota Kabupaten KDT untuk 360 siswa kelas 12 se-KDT, kerjasama Gaja Toba dengan Ganesha Operation;

4. Persiapan Seleksi Pemberian Beasiswa Angkatan II untuk Mahasiswa ex Peserta Bimbel Gaja Toba – Ganesha Operation;

5. Persiapan pelaksanaan Try-out online bagi seluruh siswa SMA kelas 12 se-KDT, kerjasama dengan Ganesha Operation;

6. Persiapan pelaksanaan acara Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 Gaja Toba;

7. Persiapan penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Batak, kerjasama dengan KPPS HKBP dan Universitas Parahyangan Bandung;

8. Dukungan terhadap keikutsertaan Gaja Toba Runners pada Ultra Marathon ITB 2018 Jakarta-Bandung;

9. Pelaksanaan FGD Pengembangan Destinasi Wisata bersama Tour Operator untuk meningkatkan jumlah wisatawan, kerjasama PGTS dgn BODT, yang diadakan di Medan;

10. Persiapan pembangunan Patung Yesus Memberkati KDT di Huta Ginjang Taput – Tahap perencanaan kawasan dan izin pinjam pakai lahan 5 Ha;

11. Pengembangan Website Pariwisata Danau Toba www.amazingtoba.com.

Laporan Keuangan bulan Oktober 2018 dapat dilihat di website www.gajatoba.org/laporan

Terima kasih untuk semua dukungannya. Semoga pelayanan kita berkenan kepadaNya. Amin.

Jakarta, 6 November 2018.

BPH PGTS
Ramles M Silalahi – Ketum
Hot Asi Simamora – Sekum

KABAR DARI BUKIT (Edisi 4 November 2018)

Tuhan dan Sesama

Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini (Mrk 12:30-31).

Tidak terasa dalam empat minggu ke depan, kita sudah masuk ke Minggu Adven, awal kalender gerejawi. Firman Tuhan hari Minggu ini, Mrk 12:28-34, masih bertema yang sama dengan hari kemarin, yakni tentang dua hukum utama Kristiani di atas. Dalam Luk 10:25-37 nas ini diberi contoh tentang orang Samaria yang murah hati yang bersedia menolong korban perampokan di jalan, sementara orang Lewi yang lewat, hanya melihat dari jauh. Kasih yang tidak nyata dan tidak dalam kebenaran (1Yoh 3:18).

Hukum utama pertama dikutip Yesus dari PL, tetapi Dia menambahkan satu poin, yakni: “dengan segenap akal budimu” yang tidak terdapat pada Ul 6:5. Poin ini menjadi penting, mengasihi tidak semata oleh hati dan jiwa, tetapi juga oleh pemahaman akal budi. Sebuah totalitas. Penekanan aspek “dengan segenap akal budi” membuat kasih itu tidak sekedar emosional hati, tetapi didasari pemahaman yang kuat jelas dan tanggung jawab. Poin ini meneguhkan kasih dalam Kekistenan, yakni kita mengasihi sesama dengan hati dan perbuatan, tindakan nyata, tidak omong doang, karena didasari kasih kepada Allah. Ini juga membedakan kita dengan agama lain, yang lebih menekankan mencari “imbal jasa” atau dengan dalih kemanusiaan semata. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!