KABAR DARI BUKIT (Edisi 16 Desember 2018)

Damai Sejahtera

Firman Tuhan di Minggu Advent III hari ini, Flp 4:4-7, merupakan nasihat Rasul Paulus dari penjara kepada dua wanita pengerja pelayanan yang sedang berselisih paham. Ia sangat gundah melihat kedua wanita rekannya di Filipi itu tidak sehati sepikir. Dan ia menekankan kunci jawabannya, yakni di ayat 4: “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” Lho, aneh, kok bersukacita? Tapi ada dasarnya, motivasinya, sebagaimana disampaikan Rasul Paulus di pasal sebelumnya, yakni kita orang percaya mesti berdiri teguh, karena kita telah menjadi warga kerajaan sorgawi, yang menantikan kedatangan Yesus Kristus dan mengubah tubuh kita menjadi serupa dengan tubuhNya yang mulia (Flp 3:20-21, band. 1:6,10). Itulah sukacita dari Tuhan. Rasul Paulus sendiri yang sedang di penjara, memberi teladan atas hal itu.

Sikap bersukacita tidak berhenti. Itu harus diikuti dengan berinisiatif untuk menyelesaikan perselisihan dan masalah yang ada, baik untuk diri sendiri atau orang lain yang berselisih (ayat 3). Inisiatif itu yang ia sebut dalam ayat 5 sebagai kebaikan hati yang perlu dilihat pihak lain dan semua orang, sehingga pembatas dan penghalang menjadi cair. Menunggu pihak lain lebih dahulu berinisiatif, itu tidak baik, tidak sikap Kristiani. Dan tidak perlu juga kuatir (ayat 6), inisiatif itu tidak akan merugikan, seperti kehilangan harga diri, malu, direndahkan, dan hal lainnya. Justru sifat congkak, merasa benar sendiri, merasa hebat, itu harus dihilangkan; dan terutama “…tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri” (Flp 2:3-4). Merendahkan diri awal dari sukacita dan damai sejahtera. Read more

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA Bulan November 2018

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA
Bulan November 2018

PROGRAM-PROGRAM BERJALAN

1. Pemberian Beasiswa bagi mahasiswa di empat universitas terbaik ITB, IPB, UNPAD dan UI bagi siswa yg berasal dari SMA Kawasan Toba;

2. Monitoring pemeliharaan tanaman Kaliandra seluas 36 Ha yg ditanam di Kab. Samosir, bekerjasama dgn Keuskupan Agung Medan (KAM). Info: www.kaliandra.gajatoba.org;

3. Bimbingan Belajar Gratis Tahap 3 di 6 kota Kabupaten KDT untuk 360 siswa kelas 12 se-KDT, bekerjasama dengan Ganesha Operation;

4. Seleksi Pemberian Beasiswa Angkatan II untuk Mahasiswa ex Peserta Bimbel Gaja Toba – Ganesha Operation;

5. Persiapan pelaksanaan Try-out online bagi seluruh siswa SMA kelas 12 se-KDT, bekerjasama dengan Ganesha Operation;

6. Persiapan pelaksanaan acara Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 Gaja Toba;

7. FGD Habatakhon Na Uli Na Mardomu Tu Sapta Pesona di Aula HKBP Kebayoran Baru, Jl. Hang Lekiu, Jakarta, dalam rangka persiapan penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Batak menyongsong Kongres Kebudayaan Indonesia, bekerjasama dengan KPPS HKBP dan Universitas Parahyangan Bandung;

8. FGD Pengembangan Destinasi Wisata di Kawasan Pariwisata Danau Toba di Hotel Aston, Medan pada tanggal 27 November 2018;

9. Persiapan pembangunan Patung Yesus Memberkati KDT di Huta Ginjang Taput – Tahap perencanaan kawasan dan izin pinjam pakai lahan 5 Ha;

10. Pengembangan Website Pariwisata Danau Toba www.amazingtoba.com.

Laporan Keuangan bulan November 2018 dapat dilihat di website www.gajatoba.org/laporan

Terima kasih untuk semua dukungannya. Semoga pelayanan kita berkenan kepadaNya. Amin.

Jakarta, 13 Desember 2018.

BPH PGTS
Ramles M Silalahi – Ketum
Hot Asi Simamora – Sekum

KABAR DARI BUKIT (Edisi 9 Desember 2018)

Kebenaran yang Berbuah

Firman Tuhan hari Minggu Adven II ini dari Flp 1:3-11 mengungkapkan perasaan syukur Rasul Paulus melihat jemaat yang pernah dibangunnya di Filipi (Kis 16) sungguh bertumbuh baik. Di samping bertumbuh secara kuantitas, jemaat Filipi juga bertumbuh secara kualitas dalam pertumbuhan iman dan terutama dalam buah-buah yakni pelayanan ke luar. Ini yang disebut Rasul Paulus buah kebenaran. Dalam teori pertumbuhan gereja, disamping kedua pertumbuhan tersebut, perlu juga pertumbuhan organisasi dan kelembagaan, dan ini sering gereja mengabaikannya. Bentuk dan susunan kelembagaan gereja kadang mandeg, kurang merefleksikan tri tugas dan tanggung jawab gereja, yakni koinonia, diakonia dan marturia.

Rasul Paulus melihat bagaimana jemaat Filipi dalam kebersamaannya terus memperlihatkan dukungan terhadap dirinya dan pekerjaan penginjilannya. Rasa syukur tersebut juga disertai doa Rasul Paulus yakni pengharapan agar jemaat tersebut semakin lebih baik dalam karya dan persekutuannya.

Gereja adalah persekutuan orang percaya yang dibawa keluar dari kegelapan menuju terang. Dalam suratnya ke jemaat Efesus, Rasul Paulus menekankan terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran (Ef 5:9). Rasul Paulus yakin sepenuhnya, Allah yang memulai pekerjaan yang baik akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (ayat 6). Dalam suratnya yang lain, dinyatakan, Ia yang menyediakan benih bagi penabur,…Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaran (2 Kor 9:10). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 2 Desember 2018)

Berjaga-jaga

Minggu ini kita memasuki Masa Adven, masa penantian. Dari empat minggu adven, dua minggu pertama nas firman masih bertema hari Tuhan, dan dua minggu terakhir temanya persiapan kelahiran Tuhan Yesus. Respon jemaat pun saat mendengar firman Tuhan yang dibacakan di ibadah minggu, tidak lagi dengan kumandang “Haleluya….”, melainkan “Maranatha” (datanglah ya Tuhan…). Ada ekspresi kerinduan akan kedatangan Tuhan Yesus kembali. (Catatan: respon Hosiana atau “tolonglah kami” dielukan pada saat Minggu Sengsara).

Bacaan firman Tuhan minggu ini, Luk 21:25-36, berbicara tentang berjaga-jaga dalam kaitan dengan tanda-tanda hari Tuhan yang akan terjadi. Ada dua tanda dan perumpamaan yang diberikan: pertama, matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut (ayat 25). Kedua, berupa perumpamaan, seperti pohon ara atau pohon apa saja diperhatikan, ketika melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, itu tanda bahwa musim panas sudah dekat (Luk 21:29-30). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!