KABAR DARI BUKIT (Edisi 28 April 2019)

Saksi Kristus

Firman Tuhan hari Minggu I setelah paskah diambil dari Kis 5:27-32 yang menceritakan betapa dahsyatnya kuasa pemberitaan Injil yang dilakukan para murid setelah kebangkitan Tuhan Yesus. Mereka semakin berani menghadapi tantangan bahkan tidak memperlihatkan rasa takut ketika dihadapkan pada Mahkamah Agama. Mereka diciduk dari Bait Allah dan saat ditanyai Imam Besar Yahudi, jawaban Petrus dan rasul-rasul itu tegas: “Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia (ayat 29b, 4:19).

Keberanian mendorong energi menjadi besar. Yang terpendam tidak kelihatan tiba-tiba keluar tak terbendung. Itulah yang terjadi pada para murid saat mereka mengetahui Yesus ternyata bangkit dari kubur (dan kemudian naik ke sorga). Mereka berani memberitakanNya dan siap menanggung resiko meski ditangkap dan diadili.

Para murid juga berani menyerang para pemimpin Yahudi, menuduh mereka bertanggungjawab atas kematian Yesus, yang membunuhNya dengan menggantungNya di kayu salib (ayat 30). Tetapi Allah Bapa dan Allah Abraham, Ishak dan Yakub telah membangkitkanNya untuk membuktikan, Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa.” Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 21 April 2019)

Tuhanku Perkasa

Firman Tuhan Hari Raya Minggu Paskah ini dari Mzm 118:1-2, 14-24 melengkapi dua khotbah lainnya sesuai leksionari di link web di bawah (Yoh 20:1-18 dan Kis 10:34-43). Mazmur adalah kidung puisi atau tembang pujian dan doa bagi Tuhan kita. Hamba-hambaNya dipilih Tuhan menuliskannya, seperti Raja Daud, Salomo, Musa pemimpin paduan suara Asaf, Bani Korah dan lainnya. Mzm 118 ini dianggap unik sebab berada ditengah-tengah Alkitab dan juga memiliki keunikan lainnya (lihat link https://www.kompasiana.com/tigors/5518b502a33311bc06b6680b/keunikan-mazmur-118).

Ayat 1 dibuka dengan ekspresi syukur yang dalam: “Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik. Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Ayat pujian ini sering muncul dalam pasal mazmur lainnya dan kemudian di ayat 2 mengajak bangsa Israel (dan kita tentunya) melakukannya juga. Kebaikan Tuhan itu selamanya, tidak pernah terhenti dan terputus, dan tidak berkesudahan.

Bagian kedua nas ini bahkan mengajak lebih ekspresif lagi: pujian keluar dengan sorak sorai. Jadi tidak cukup merasa bersyukur dalam hati. Wajar, sorak sorai bagi Tuhan yang telah memperlihatkan kemenangan dan keperkasaanNya. Sama seperti idola kita saat memenangkan pertandingan atau pertarungan, maka sorak sorai layak dielukan. Bagaimana tidak? Dia yang mati telah bangkit. Dia yang penuh bilur-bilur luka, tersalib dianggap hina, kini bangkit dengan tubuh yang baru, tubuh yang tidak fana. Sorak sorai kemenangan pun berkumandang: “Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” (1Kor 15:55). Read more

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA Bulan Maret 2019

LAPORAN BULANAN KEGIATAN PERKUMPULAN GAJA TOBA SEMESTA
Bulan Maret 2019

PROGRAM-PROGRAM BERJALAN

1. Bimbingan Belajar Gratis Tahap 3 di 6 kota Kabupaten KDT untuk 360 siswa kelas 12 se-KDT, bekerjasama dengan Ganesha Operation;

2. Pemberian Beasiswa Angkatan I dan II bagi mahasiswa di empat universitas terbaik ITB, IPB, UNPAD dan UI bagi siswa yg berasal dari SMA Kawasan Toba;

3. Monitoring pemeliharaan tanaman Kaliandra seluas 36 Ha yg ditanam di Kab. Samosir, bekerjasama dgn Keuskupan Agung Medan (KAM). Info: www.kaliandra.gajatoba.org;

4. Persiapan pelaksanaan Toba Ganesha Run II – Jakarta 2019;

5. Persiapan pembangunan Patung Yesus Memberkati KDT di Huta Ginjang Taput – Tahap perencanaan kawasan dan izin pinjam pakai lahan 5 Ha;

6. Persiapan pelaksanaan Kongres Kebudayaan Batak, kerjasama Gaja Toba dengan KPPS HKBP, Universitas Katolik Parahyangan dan Horas Halak Hita (H3);

7. Pengembangan Website Pariwisata Danau Toba www.amazingtoba.com.

8. Persiapan Pelaksanaan Rapat Anggota, pemilihan pengurus baru dll.

Laporan Keuangan bulan Maret 2019 dapat dilihat di website www.gajatoba.org/laporan

Terima kasih untuk semua dukungannya. Semoga pelayanan kita berkenan kepadaNya. Amin.

Jakarta, 16 April 2019.

BPH PGTS
Ramles M Silalahi – Ketum
Hot Asi Simamora – Sekum

KABAR DARI BUKIT (Edisi 14 April 2019)

Malam yang Panjang

Firman Tuhan di hari Minggu Pra-Paskah terakhir ini dan sering disebut Minggu Palma atau Masa Sengsara, diambil dari Luk 22:14-76. Nas ini termasuk katagori yang panjang dalam leksionari, terdiri dari enam perikop, menceritakan sejak Tuhan Yesus menetapkan perjamuan malam (terakhir) hingga ditangkap dan diajukan kepada Mahkamah Agama.

Perikop pertama tentang perjamuan malam yang kemudian melahirkan kalimat yang selalu kita dengar saat perjamuan kudus: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu” (ayat 19b-20). Tubuh dan darah dalam sakramen kita, bukan sekedar simbol, tetapi juga dimaknai sebagai kehadiran Roh Kudus dalam roti yang kita makan dan anggur yang kita minum, untuk memperingati penderitaanNya, merayakan eratnya persekutuan kita denganNya, dan memperkokoh serta menjamin janji Tuhan untuk menyelamatkan kita yang dimeteraikan dengan darahNya (1Kor 11: 25). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 7 April 2019)

Perkara-Perkara Besar

“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai” (Mzm 126:5).

Firman Tuhan hari Minggu ini, Mzm 126:1-6 (nas lainnya menurut Laksionary Yes. 43:16-21; Flp. 3:4b-14; Yoh. 12:1-8) merupakan mazmur yang diduga ditulis Nabi Ezra, sebagai ekspresi sukacita bangsa Yahudi setelah dibebaskan dari pembuangan oleh Raja Koresh. Tangan Tuhan selalu bekerja dan tidak membatasi cara yang lazim dipikirkan manusia. Raja Koresh tidak mengenal Allah Israel, tetapi dipakai-Nya sebagai alat pembebasan umatNya (2Taw 36:22). Pikiran manusia terbatas untuk rencana dan karya Allah Mahabesar yang tak berbatas.

Umat Israel bersukacita karena Tuhan telah melakukan perkara-perkara besar dalam kehidupan mereka. Ini sama dengan kita tatkala datang berita sukacita besar, atau kita terbebas dari belenggu pergumulan besar. Ini juga sama dengan saat kita ditebusNya dan dibebaskan dari maut neraka. Semua bagai mimpi (ayat 1), mulut penuh tawa dan lidah bersorak-sorai (ayat 2-3). Dalam keadaan itu, kita layak menyanyi memuji meninggikan nama-Nya.

Dalam sukacita kita tidak boleh melupakan yang lain. Asyik sendiri bukan ciri Kristiani. Mazmur ini pun mengajak yang sudah dibebaskan untuk berdoa bagi mereka yang belum bebas. Tantangan baru juga nyata di negeri sendiri. Mereka pun memohon dipulihkan, gambarannya mereka bagaikan batang air kering di Tanah Negeb. Tandus. Penghiburan dan kekuatan terus mereka saling berikan bagi saudara-saudara yang masih dalam pembuangan dan pergumulan bersama, agar tetap kuat dan setia. Janji Tuhan jelas dan pasti: “Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai” (ayat 5). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 31 Maret 2019)

Dibarukan untuk Perdamaian

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor 5:17).

Firman Tuhan pada hari Minggu Pra-Paskah IV hari ini diambil dari 2Kor 5:16-21, merupakan bagian kedua dari perikop “Pelayanan untuk pendamaian.” Bagian pertama berbicara tentang pentingnya penguasaan diri dalam melakukam sesuatu dan pesannya: “mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka” (ayat 15). Jadi, sejatinya, ada perubahan orientasi dan cara pandang baru ketika seseorang menerima Kristus dalam hidupnya.

Perubahan yang baru tersebut yakni melihat segala sesuatu bukan lagi dengan ukuran manusia (ayat 16), yang disebut dengan suka akan puji-pujian, dan “bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah” (ayat 12). Manusia baru yang sudah dalam Kristus selalu berporos melihat pengorbanan Kristus, sebab jalan yang diambil oleh Allah (Bapa) dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya, dengan tidak memperhitungkan pelanggaran yang telah kita lakukan di masa lalu (Rm 4:7-8). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!