KABAR DARI BUKIT (Edisi 26 Mei 2019)

Siapa yang Kuutus?

Firman Tuhan di Minggu Paskah VI hari ini, Kis 16:9-15, bercerita tentang perjalanan kedua Rasul Paulus berkeliling dari kota ke kota, menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya. Hal yang menarik, Paulus kemudian menyeberang menuju Makedonia, ke Barat, setelah ada penglihatan seseorang yang memanggilnya dan meminta tolong. Saya kadang berpikir, bagaimana seandainya saat itu penglihatan yang muncul justru memanggilnya ke arah timur menuju wilayah Arab dan Asia, sehingga wilayah ini yang menjadi sama seperti Eropa saat ini dengan mayoritas pengikut Kristus.

Tetapi itu misteri karya Allah. Kita imani, Roh Kudus yang menuntun ke arah barat dan Rasul Paulus pun terus bergerak bersama mitra pelayanannya melakukan penginjilan, sehingga semakin banyak yang mengikut Yesus dan jemaat-jemaat juga diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya (ayat 5). Kekristenan di Eropa pun terus berkembang meski perlu melalui 300 tahun penderitaan orang percaya, terutama kaum penginjil. Kekristenan kemudian semakin berjaya setelah Kaisar Romawi Konstantinus Agung memeluk agama Kristen seperti ibunya, dan menjadikannya sebagai agama negara. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 19 Mei 2019)

Tembok dan Jembatan

Firman Tuhan di Minggu Paskah V hari ini dari Kis 11:1-18 menceritakan upaya Rasul Petrus mempertanggungjawabkan baptisan Kornelius di Yerusalem. Kaum Yahudi yang sejak awal bersunat sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham dan keturunannya (Kej 17:11), masih merasa mereka sebagai umat khusus, umat pilihan. Mereka yang kemudian percaya dan mengikut Kristus, sebagian merasa keselamatan dari Tuhan Yesus hanya untuk kaum Yahudi saja, sehingga kabar sukacita tersebut dan bahkan baptisan tidak perlu diberikan kepada “orang asing”, orang yang tidak bersunat. Tetapi Rasul Petrus melakukannya dan membaptis Kornelius, seorang tentara Romawi. Ia pun ditentang.

Allah menciptakan manusia yakni Adam dan Eva dan kemudian setelah ribuan tahun menyebar ke seluruh penjuru bumi. Faktor alam dan campuran genetika membuat terjadinya keragaman manusia dengan ras, suku, bangsa, tempat, bahasa dan lainnya. Begitu juga dengan sifat, karakter, warna kulit, tradisi, kepercayaan, dan lainnya. Tidak ada manusia yang sama. Pengelompokan manusia terjadi atas kesamaan tersebut atau oleh kepentingan dan tujuan yang sama, meski itu dapat sesaat. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 12 Mei 2019)

Mukjizat Penginjilan

Firman Tuhan di Minggu Paskah IV hari ini dari Kis 9:36-44 menceritakan mukjizat yang dilakukan oleh Rasul Petrus saat berkeliling dan singgah di Lida dan Yope. Pada ayat 32-35 diceritakan Rasul Petrus menyembuhkan Eneas dari penyakit lumpuh,
yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur. Sama seperti Tuhan Yesus, Rasul Petrus berkata: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” (ayat 33-34, band. Mat 9:6 dan Yoh. 5:8).

Berita itu pun sampai ke Yope dan disana ada seorang perempuan murah hati, Tabita (Yun: Dorkas= rusa betina), baru meninggal karena sakit. Mayatnya dibaringkan di ruang atas. Mereka merasakan kehilangan Tabita, dan Petrus pun dimohon datang ke Yope, dan setelah tiba menyuruh mereka semua keluar, mungkin agar tidak pamer. Lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk (ayat 36-40). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 5 Mei 2019)

Bertobat

Firman Tuhan di Minggu Paskah III hari ini dari Kis 9:1-20 menceritakan pertobatan Saulus. Ia membenci pengikut Tuhan Yesus dan terus mengejar mereka hingga ke luar Yerusalem untuk ditangkap bahkan dibunuhnya. Tetapi Tuhan punya rencana lain terhadap dirinya. Melalui matanya yang dibuat hingga buta, dan melalui hambaNya Ananias yang memulihkannya, Saulus kemudian bertobat dan kemudian mengganti namanya menjadi Paulus. Peristiwa ini juga memberi makna, bahwa Yesus yang telah mati dan naik ke sorga, sungguh adalah Allah kita yang hidup dan berkuasa.

Kisah ini juga memberi kita dua inspirasi berbeda tentang mengenal Kristus dan peran kita dalam memberitakan Dia. Saulus yang demikian jahat dan kejam, menggambarkan perbuatan kita yang tidak menuruti perintahNya, dan itu perbuatan yang menyakiti diri Tuhan Yesus sendiri (ayat 5). Kita seakan tidak mengenalNya dan bahkan murtad kepadaNya, dan ikut menyalibkan Tuhan Yesus kembali di Golgota (band. Ibr 6:6; 1Kor 2:8).

Tuhan kadang memakai langkah-langkah yang ekstrim untuk membawa seseorang ikut dalam rencanaNya. Seseorang yang begitu jahat di lingkungan kita, dapat berubah menjadi anak-anak kesayanganNya. Tidak ada yang mustahil bagiNya dan kita tetap diminta tetap dalam pengharapan itu. Saulus yang membenci dan kejam, tetapi melalui campur tangan Tuhan secara langsung, ia kemudian bertobat. Pertobatan memiliki gradasi makna, mulai dari mengubah iman dan keyakinan, hingga menghilangkan satu kebiasaan yang buruk semata. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!