KABAR DARI BUKIT (Edisi 27 Oktober 2019)

Akhir Pertandingan

“To God be glory forever and ever. Amen!” (4:18b)

Firman Tuhan hari Minggu ini 2Tim 4:6-8; 16-18 berbicara tentang hidup ini bagaikan sebuah pertandingan. Ketika mulai menjadi dewasa dengan pengakuan iman, kita sebenarnya telah masuk ke dalam arena pertandingan, bagian perjalanan kehidupan, hingga tiba saatnya semua usai yakni kita dipanggil pulang menghadapNya, mempertanggungjawabkan “permainan” yang kita pertunjukkan.

Jelas tidak masuk akal bila kita ada di dunia ini hanyalah sebuah kebetulan atau proses alamiah semata. Manusia memiliki jiwa dan kekuatan akal untuk merencanakan dan memilih yang terbaik, yang mampu dikembangkannya sendiri atau bersama. Firman Tuhan memberi mandat budaya kepada manusia untuk meneruskan masa depan ciptaan Allah dan mengelolanya dengan berkhikmat (Kej 1:28). Oleh karena itu setiap orang wajib mengambil bagian di dalamnya dan merumuskan tujuan hidupnya.

Merujuk kepada ayat 1-5 sebelumnya, sangat jelas bahwa kita ada dan hadir di dunia ini mengemban misi Allah. Misi tersebut tidak terlepas pada rencana Allah menciptakan bumi dan segala isinya yakni agar ciptaanNya itu tetap sempurna dan semua baik (Kej 1:31). Allah menciptakan Taman Eden bagi Adam dan Hawa untuk hidup tenteram sejahtera seturut rencanaNya. Kehadiran iblis dalam seekor ular membuyarkan rencana tersebut sehingga rencana lain dijalankan dan manusia perlu bersusah payah serta harus menderita dalam menjalani kehidupan di bumi ini (Kej 3:16-19). Tetapi maksud Allah tetap, yakni menghadirkan kerajaan sorga di bumi ini dengan seluruh mosaik keindahannya.

Hidup adalah pertandingan dan yang ingin dicapai adalah kemenangan. Kemenangan tidak selalu harus dengan menyakiti. “Lawan” bisa berupa diri sendiri seperti disiplin dalam sebuah permainan golf. Diri sendiri juga perlu dikalahkan yang berbentuk ego, ambisi, keinginan daging dan tawaran keduniaan atau kesombongan meninggikan diri. Lawan dapat berupa pihak lain dengan berbagai siasat dan kekuatan. Iblis adalah komandan semuanya. Tetapi bagi seorang pemenang, yang dasarnya kuat dalam iman, ia tentu dapat mengendalikan semua itu, tetap bertumbuh secara rohani. Tujuan akhirnya yakni menjadi pemenang, penerima mahkota kebenaran (ayat 8).

Masalah selalu ada. Lawan bisa saja lebih kuat untuk sesaat. Kita kadang ditinggalkan kawan dan merasa sendiri, nelongso (ayat 18). Tetapi seperti Rasul Paulus tekankan dalam akhir pasal nas ini, tidak usah terlalu dikuatirkan. Allah selalu setia mendampingi dan menguatkan (ayat 17). Fokuslah dalam panggilan sorgawi yakni menjadikan hidup ini adalah persembahan dan kesaksian, berbuah dan tetap teguh. Kematian sebagai akhir pertandingan bagi orang percaya, menjadi sebuah kelepasan dari tugas-tugas di dunia dan masuk ke dalam kehidupan sukacita abadi yang indah, yakni Kerajaan-Nya di sorga yang baka. Kini pertanyaannya: sudahkah aku ikut ambil bagian dalam pertandingan itu? Sesal di akhir jelas tidak berguna. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

(Pdt. Em. Ramles M Silalahi)

Khotbah lainnya bagian leksionari hari Minggu ini Barangsiapa Meninggikan Diri, Ia Akan Direndahkan (Luk 18:9-14) silahkam mengklik web www.kabardaribukit.org.

KABAR DARI BUKIT (Edisi 20 Oktober 2019)

Kebenaran dan Iman

Firman Tuhan hari Minggu ini 2Tim 3:14 – 4:5 berbicara pada kita tentang kebenaran Alkitab dan iman yang berbuah untuk melakukan sesuatu. Timotius telah melihat dan merasakan penderitaan yang dialami para pengikut Kristus saat itu, tetapi Rasul Paulus menegaskan agar Timotius tetap berpegang pada kebenaran yang telah diterima dan diyakininya, sebagaimana telah diajarkan kepadanya oleh neneknya dan keluarga serta oleh Paulus sendiri (ayat 14-15).

Kebenaran Alkitab itu dijelaskan dalam ayat 16 berikutnya: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Poinnya adalah seluruh tulisan dalam Alkitab itu diilhamkan oleh Allah, ditulis oleh para hamba-hamba pilihan Allah dengan tuntunan Roh Kudus, dan dijaga kemurniannya melalui bapa-bapa gereja saat dikanonkan menjadi Kitab Suci kita orang percaya.

Tujuan Allah untuk memberikan Alkitab bagi kita agar “tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (ayat 17). Dengan demikian ada pegangan, standar, kanon, SOP, manual, benteng dan teladan bagi kita umat pilihan Allah dalam menjalani kehidupan ini. Semua itu sesuai dengan panggilan dan penetapan yang Allah berikan dan kita diperlengkapi dengan talenta dan karunia rohani yang diperlukan.

Panggilan itu adalah menjadi saksi, menjadi berkat, menjadi alat Tuhan dalam memberitakan firman, langsung atau tidak langsung, melalui perkataan atau perbuatan, pelaku kebenaran yang semuanya demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya (ayat 1). Masa kini tantangan semakin berat, hambatan semakin besar, “lawan” semakin kuat, ajaran dunia semakin canggih dan serasa enak ditelinga, sehingga kita perlu saling mendukung, saling mendorong dan menguatkan (ayat 2-4).

Metoda pekabaran Injil (PI) tidak dapat lagi terbatas pada pendekatan lama, diakonia semata, cukup menolong kaum miskin dan pemberdayaan, tetapi kini mesti diperkuat dengan pemahaman yang dalam tentang pribadi Kristus, memperbandingkan ajaran dan sejarah, serta esensi dan berkat mengikuti Kristus. Untuk itu kita diminta siap sedia, rela dan sabar dalam penderitaan, demi pekabaran Injil dalam setiap tugas dan pelayanan. Yang penting, jangan tidak peduli, dan terus bertanya: apa yang bisa saya lakukan untuk PI? Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

(Pdt. Em. Ramles M Silalahi)

Khotbah lainnya bagian leksionari hari Minggu ini Berdoa Dengan Tidak Jemu-Jemu (Luk 18:1-8) dapat mengklik web www.kabardaribukit.org.

KABAR DARI BUKIT (Edisi 13 Oktober 2019)

Panggilan dan Kelayakan

Firman Tuhan hari Minggu ini 2Tim 2:8-15, merupakan renungan tentang peneguhan panggilan bagi kita orang percaya. Perjanjian Baru atau Injil berbicara dan fokus tentang Yesus Kristus. PI berarti pemberitaan tentang Tuhan Yesus. Dia adalah pusat pemberitaan dan sekaligus merupakan pengenalan baru kita terhadap Allah beserta janji baru bagi orang yang percaya dan taat.

Setiap orang percaya dipanggil untuk ikut dalam pemberitaan itu. Tidak ada alasan berkelit, sebab bagaimana dan dimana pun kita ditempatkan Tuhan, jalan untuk pembawa misi dan menjadi berkat bagi orang lain itu tersedia lebar dan luas. Kadang kala perlu berkorban dan menderita, maka itu harus dijalani dan diimani sebagai bagian rencana Tuhan. Injil tidak untuk didiamkan tetapi dikumandangkan sebagai kabar baik. Rasul Paulus yang dibelenggu seperti penjahat, tetapi firman Allah tidak akan terbelenggu (ayat 9).  Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 6 Oktober 2019)

Berpegang Teguh

Namun ‘ku tahu yang kupercaya; dan aku yakin ‘kan kuasaNya; Ia menjaga yang kutaruhkan, hingga hariNya kelak (Reff. KJ 387)

Firman Tuhan hari Minggu ini diberi kepada kita dari 2Tim 1:1-14, renungan tentang keyakinan teguh yang mesti dimiliki oleh setiap pengikut Kristus. Keyakinan itu akan terpelihara dan tidak tergoyahkan bila kita memahami pondasinya yang kuat. Pondasi pertama, mengetahui Allah adalah kasih dan kasih karunia diberikan kepada yang mau menerima dan mengikutiNya (ayat 1, 9-10). Pondasi kedua, menerima dan meyakini hal yang diberikanNya saat ini merupakan panggilan tugas dari Tuhan bagi kita (ayat 11), sepanjang yang kita lakukan tidak melanggar perintahNya. Setiap pekerjaan, apa pun, memiliki kadar pelayanan yang sama bila diimani dilakukan untuk kemuliaan nama Tuhan.

Keyakinan tersebut diperkuat dengan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus, yakni Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban (ayat 7). Pada setiap tempat, waktu dan lintasan kehidupan, tantangan pasti ada; bahkan rasa sakit dan derita muncul seperti yang dialami Rasul Paulus (ayat 12). Tetapi Allah tidak membiarkan kita sendiri. Roh Kudus hidup menguatkan kita untuk melampaui semuanya dengan berpegang pada yang telah dikaruniakan kepada kita (ayat 13).

Oleh karena itu firmanNya mengatakan, tetaplah menjadi saksi, jangan malu atau takut. Ikutlah terus. Kita bahkan perlu merasa bangga akan kesaksian hidup para rasul dan juga para bapa-bapa gereja kita. Rasul Paulus menulis surat ini dari penjara dan dianggap sebagai surat terakhirnya, hingga kematian martirnya. Kekristenan memiliki kekuatan sejarah yang panjang dan terbuka melalui penderitaan ratusan tahun, tetap dalam semangat para rasul yang tidak terperikan dan berbuah kemenangan.

Hal lain yang ditekankan firmanNya minggu ini yakni keyakinan iman itu juga dapat tumbuh dari benih-benih para orangtua atau kakek nenek kita. Rasul Paulus mengingatkan iman yang tulus dimiliki Timotius, itu datang dari iman yang pertama-tama hidup di dalam neneknya Lois dan di dalam ibunya, Eunike (ayat 5). Oleh karena itu, kita sebagai orang tua perlu menyadari hal ini, menjaga dan menumbuhkan keyakinan iman tersebut agar anak cucu kita memiliki iman yang kuat juga kepada Kristus, harta kita yang terindah (ayat 14).

Melalui nas ini kita diajar, Timotius pelayan muda di Efesus, yang sering mencucurkan airmata dalam memimpin jemaat (ayat 4), telah dikuatkan dengan firmanNya melalui Rasul Paulus (ayat 6-8). Kita pun, yang saat ini sudah menjadi pengikut Kristus sejati, hendaknya dikuatkan dan melihat panggilan Kristus dalam hidup kita di segala bidang kita ditempatkan. Mari tunjukkan kualitas iman kita, rela berkorban, dan jangan menjadi hamba yang tidak berguna (lihat khotbah lain minggu ini di bawah). “Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita” (ayat 14). Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

(Pdt. Em. Ramles M Silalahi)

Khotbah lainnya bagian leksionari hari Minggu ini Hamba-Hamba yang Tidak Berguna (Luk 17:5-10) dapat mengklik web www.kabardaribukit.org.

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!