KABAR DARI BUKIT (Edisi 24 November 2019)

Layak Menerima Raja

Firman Tuhan bagi kita hari Minggu ini, Minggu Kristus Raja, diambil dari Kol 1:11-20 dengan judul perikop: doa syukur dan keutamaan Kristus. Pesan yang ditekankan yakni kelayakan kita untuk masuk ke masa adven dan kedatangan Kristus Raja. Nas ini sebuah himne rasa syukur, Allah Bapa telah membuka jalan perdamaian atas dosa-dosa kita dan melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya (band. Ef 6:12). Di dalam Dia yang telah menjadi manusia, kita memiliki penebusan yaitu pengampunan dosa (ayat 14) dan rekonsiliasi (ayat 21-22). Ia telah menanggung segala sesuatu dengan tekun dan penuh kesabaran bagi kita (ayat 11).

Kita menjadi layak di hadapan-Nya oleh karena hidup kita menerima pengajaran yang benar dari-Nya, bukan dari nabi-nabi palsu dan juga hikmat dunia. Sebagai anak-anak terang, kita terus memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik, dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah (ayat 10). Oleh karena itu pula hidup kita harus lepas dari segala akar pahit, dendam dan permusuhan, bersih dari rasa kecewa dan kehilangan semangat. Kita percaya selain ditebus oleh-Nya, kita dikuatkan oleh kuasa kemuliaan-Nya melalui Roh Kudus dan diam dalam hati kita.

Pemimpin gereja-gereja memilih nas firman ini untuk mengingatkan kita agar menempatkan Kristus sebagai Raja dalam kehidupan kita dan alam semesta. Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. Ia setara dengan Bapa yang mengutus-Nya menjadi manusia agar serupa dengan kita. Di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia (ayat 16).

Tuhan Yesus menjadi utama oleh karena memang istimewa. Ia lahir tanpa benih laki-laki (dan agama lain mengakuinya). Ia melayani hanya 3,5 tahun tetapi memiliki pengikut terbesar di dunia, melakukan paling banyak mukjizat, dan terutama Ia mati berkorban dengan disalibkan. Tidak ada “manusia” seperti Dia. Ajaran-Nya penuh kasih, mengampuni, membalas kejahatan dengan kebaikan. Suungguh dahsyat. Super.

Itu sebabnya kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia. Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga. Kini pertanyaan kembali kepada diri kita: sudahkah kita mensyukurinya dan membereskan segala dosa-dosa kita dengan mohon pengampunan dan bertobat? Sudahkan kita menjadikan Yesus Kristus sebagai yang utama dan Raja yang memerintah hidup kita? Mari hidup untuk menyenangkan Dia. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

Khotbah lainnya bagian leksionari hari Minggu ini: Ia Menumbuhkan Tanduk Keselamatan Bagi Kita (Luk 1:68-79) silahkan mengklik website www.kabardaribukit.org.

KABAR DARI BUKIT (Edisi 17 November 2019)

Berdoa dan Bekerja

Firman Tuhan bagi kita hari Minggu ini, 2Tes 3:6-13 dengan judul perikop “Berdoa dan Bekerja.” Sasaran pesan nas ini ada tiga kelompok. Pertama, mereka yang berharap hari Tuhan akan datang, melihat dunia akan berakhir, sehingga tidak perlu (lagi) kerja keras. Pandangan seperti ini tidak banyak lagi saat ini, hanya terjadi sesekali pada kelompok kecil ekstrim dengan motivasi yang salah.

Kedua, nas ini ditujukan bagi mereka yang terlalu mengandalkan doa dalam segala persoalan. Kita percaya Allah ikut bekerja dalam segala hal, tetapi bukan berarti kita menyerahkan semua kepada Allah untuk menyelesaikan persoalan kita dan kita pasif. Betul, semua perlu dimulai dan didasari doa, dengan tujuan agar Allah berkenan menolong dan memimpin. Tapi jangan dilupakan, dalam doa itu juga kita perlu berjanji untuk melakukan yang terbaik. Pameo “doa adalah setengah pekerjaan” tidaklah pas, sebab peran Allah tidak layak dimatematisir. Itu hanya polesan dari pameo, “perencanaan yang baik telah menyelesaikan setengah dari pekerjaan.” Itu yang betul. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 10 November 2019)

Durhaka atau Selamat

Firman Tuhan bagi kita hari Minggu ini dari 2Tes 2:1-5, 13-17. Ayat 1-5 berbicara tentang “Kedurhakaan sebelum kedatangan Tuhan” dan ayat 13-17 tentang “Dipilih untuk diselamatkan.” Kedua bagian ini berhubungan, khususnya terkait pemahaman predestinasi yang intinya manusia dipilih Tuhan untuk menerima anugerah dan keselamatan yang tidak mungkin ditolak. Tuhan memilih berdasarkan kedaulatanNya dan bukan karena kebaikan atau kelebihan manusia.

Pesan Allah datang kepada jemaat di Tesalonika oleh karena ada ajaran-ajaran palsu yang mengatakan Tuhan Yesus akan segera datang dan murka Allah akan ditampakkan. Pengajar palsu ini mengaku mendapat ilham roh dan surat (palsu) dari Rasul Paulus (ayat 1-2). Jemaat pun menjadi bingung, gelisah dan takut. Situasi seperti ini pun beberapa kali terjadi di era sekarang, yang berakhir tragis dengan bunuh diri massal, masuk penjara karena penipuan bermotif ekonomi untuk diri pemimpinnya semata. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 3 November 2019)

Bersandar dan Bersyukur

Beberapa minggu lagi kita akan masuk masa adven, masa sukacita penantian bagi orang percaya. Penantian penuh pengharapan berdasar kasih Allah yang begitu besar pada kita dan iman yang diberikan yakni kita percaya Tuhan Yesus menjadi manusia dan mati di kayu salib untuk menjadi Juruselamat dan Penebus dosa-dosa kita semua. Oleh karena itu Firman Tuhan hari Minggu ini 2Tes 1:1-4, 11-12 berbicara tentang bersyukur dan bersyukur (ayat 1-4).

Meski ada sesuatu yang membuat hati kita sedih, kita patut dan wajib bersyukur bila melihat semua kebaikan Tuhan pada kita, sejak lahir hingga saat ini. “Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya,” kata Daud dalam mazmurnya (Mzm 139:14). Bila bersyukur itu sulit karena ada persoalan dan pengharapan yang belum terkabul, maka kita perlu membersihkan hati dan pikiran, sehingga dapat melihat dengan mata rohani yang benar. Bagaikan pemazmur mengatakan, “Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung” (Mzm 40:6; KJ 439).

Penganiayaan dan penderitaan pada manusia (atau gereja) selalu ada dan Tuhan punya maksud, sebagaimana jemaat Tesalonika dalam nas ini. Maksud Tuhan mulai dari mengajar kita untuk lebih baik, menguji untuk lulus ke tingkatan yang tinggi, atau Tuhan pakai sebagai proses pengudusan. Betul, kadang penderitaan itu datang karena ulah kebodohan kita dan miskin hikmat, sehingga Tuhan “membiarkan” sebagai pengajaran. Tetapi pegangan dasar kita tetap, yakni: Allah itu Maha Tahu, Kasih dan Maha Adil. Seperti pada renungan minggu lalu, semua ada yang mengaturnya, semua dalam kendaliNya. Tugas kita hanya bersandar penuh kepadaNya.

Rasul Paulus menekankan agar kita melihat penderitaan yang datang seperti itu. Tuhan tidak akan membiarkan anak-anakNya jatuh tergeletak (Mzm 37:24), kecuali memang kita yang menyerah dan mengikuti kelemahan daging dan kekuatan Iblis. Bila kita merasa sesuatu terjadi karena ulah orang lain, tidak perlu kita juga merepotkannya dan membuat kita bersusah. FirmanNya menegaskan, Tuhan akan membalas yang menentang anak-anakNya (ayat 6-9). Tuhan akan datang kelak untuk dikagumi oleh semua kita orang yang percaya (ayat 10). “Pembalasan adalah hak-Ku,” kata Tuhan (Rm 12:19; Ibr 10:30). Maka, bersyukurlah.

Hal yang penting menurut nas firmanNya minggu ini, meski kita dalam penderitaan, agar tetap layak bagi panggilan-Nya, kita diminta tetap melakukan kebaikan. Kekuatan-Nya akan menyempurnakan segala pekerjaan iman kita (ayat 11). Allah setia dan sanggup membekali dan menguatkan kita hingga berbuah kemenangan di akhirnya. Dan dari semua itu, “nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus” (ayat 12). Bersyukurlah. Haleluya. Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

Khotbah lainnya bagian leksionari hari Minggu ini: Yesus Datang Mencari dan Menyelamatkan yang Hilang (Luk 19:1-10), silahkan mengklik web www.kabardaribukit.org.

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!