KABAR DARI BUKIT (Edisi 22 Desember 2019)

NamaNya Imanuel

Minggu Adven keempat membawa kita lebih bersukacita, beberapa hari lagi Natal tiba. Firman Tuhan bagi kita sesuai leksionari, Mat 1:18-25, menceritakan kabar kelahiran Yesus kepada Yusuf, tunangan Maria. Kitab Lukas menceritakan kabar itu kepada Maria dan kitab Markus dibuka dengan kabar kelahiran Yohanes Pembaptis. Ketiga kitab ini saling melengkapi dan disebut Injil Sinoptik, yang berarti melihat bersama. Kitab Injil Yohanes melengkapinya dengan gaya yang berbeda.

Pesan malaikat bagi Yusuf tentu mengagetkannya, sebab mereka baru bertunangan. Ia pun tidak mau mencemarkan nama Maria di muka umum, maka ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi pesan Tuhan datang melalui mimpi kepada Yusuf, berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus” (ayat 20). Ia pun taat. Iman yang kokoh dan hati yang tulus memberi teladan bagi kita tentang ketaatan.

Tradisi Yahudi pemberi nama adalah pihak laki-laki pada anak saat disunat usia delapan hari, sehingga pesan Allah tentang nama bayi itu diberikan kepada Yusuf. “… engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (ayat 21). Haleluya. Yesus dalam kata Ibrani yeshua dengan variasi Yoshua berarti (Allah) menyelamatkan. Yusuf pun mengambil Maria sebagai isterinya. Benarlah, hubungan yang baik dengan Tuhan tidak akan pernah membiarkan kita bimbang bila ada pergumulan. Yusuf selalu mendahulukan kehendak Allah, maka selalu ada jalan keluar.

Yusuf juga tahu tentang nubuatan dalam Yes 7:14 bahwa… “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” – yang berarti: Allah menyertai kita. Imanuel sendiri merupakan “gambaran” tentang keberadaan Yesus sebagai inkarnasi Allah menjadi manusia. Kelahiran Yesus tanpa benih laki-laki pun merupakan salah satu penggenapan nubuatan kelahiran Yesus dalam PL, dari puluhan nubuatan lainnya, mulai dari Kej. 3:15 tentang keturunan perempuan yang akan menginjak kepala ular si iblis hingga Mi 5:2 menubuatkan akan lahir di Betlehem dan Zak 9:9 tentang kedatangan Mesias.

Yesus Juruselamat; Imanuel, Allah menyertai kita, berarti Kristus yang lahir di Betlehem adalah Allah sendiri yang datang ke dunia untuk memanggil kita, membebaskan kita dari beban dosa, dan hidup di antara kita umat-Nya. Janji itu telah digenapi, Roh Kudus yang hidup terus bersama kita. Tetapi penyertaanNya sampai akhir zaman hanya jika kita ikut dalam tugas misi-Nya (Mat 28:20). Sudahkah kita merespon dan mengambil bagian ikut mengabarkan kelahiran bayi Yesus itu? Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.

Khotbah lainnya bagian leksionari hari Minggu ini: DIPANGGIL MENJADI MILIK KRISTUS (Rm 1:1-7) silahkan membacanya dengan mengklik website www.kabardaribukit.org.

Pdt.(Em) Ramles M. Silalahi

KABAR DARI BUKIT (Edisi 15 Desember 2019)

Menghalau Keraguan

Hari ini kita masuk ke dalam Minggu Adven ketiga. Semakin ada pengharapan dan optimisme. Firman Tuhan bagi kita sesuai leksionari, Mat 11:2-11, sama seperti minggu lalu masih berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Tetapi minggu ini lebih ditekankan tentang bagaimana menghalau keraguan atas keyakinan kita tentang Yesus yang lahir dua ribu tahun lalu, benar-benar adalah Juruselamat pribadi kita dan bagi seluruh umat manusia.

Keraguan itu manusiawi. Yohanes Pembaptis yang sebelumnya berseru-seru akan datangnya Mesias (Mat 3:2), dalam nas ini tampak menjadi ragu atas Yesus. Ia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu…?” (ayat 3a). Yohanes ragu karena ia dipenjara menentang Herodes Antipas yang menikahi istri saudaranya. Ia tidak sabar, berpikir Yesus mestinya menjadi Raja dan Hakim dunia. Tuhan Yesus telah melakukan banyak kuasa mukjizat untuk orang lain, tetapi tidak untuk dirinya yang susah di penjara!! Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 8 Desember 2019)

Pertobatan

Hari ini kita masuk ke dalam Minggu Adven kedua. Firman Tuhan bagi kita sesuai leksionari, Mat 3:1-12, berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Ia berseru-seru sebagai pembuka jalan atau voorijder akan datangnya Tuhan Yesus. Pesannya kuat dan jelas, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!… Persiapkanlah jalan untuk Tuhan,
luruskanlah jalan bagi-Nya” (ayat 2, 3b). Ini juga pesan yang pertama disampaikan oleh Tuhan Yesus saat masuk dalam pelayanan-Nya (Mat 4:17).

Seruan bertobat mungkin membuat kita sedikit risih atau takut. Kenapa orang percaya diminta bertobat? Bertobat yang bahasa aslinya Metanoeo, memang lebih mengartikan berbalik, seperti tentara berbaris, diminta berbalik. Putar arah. Pesan tentang pertobatan sangat kuat disampaikan pada saat minggu adven dan minggu sengsara, dua peristiwa besar dalam kehidupan Kristiani: Natal dan Paskah. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 1 Desember 2019)

Kasih dan Senjata Terang

Hari ini kita masuk ke dalam Minggu Adven, minggu penantian dan pengharapan. Firman Tuhan bagi kita sesuai leksionari dari Rm 13:11-14, dengan judul perikop “kasih adalah kegenapan hukum Taurat.” Ayat 6-10 sebagai pengantar nas minggu ini merupakan peralihan tema dari “takluk kepada pemerintah” ke tema “kasih”. Ketaatan pada pemerintah seperti pembayaran pajak merupakan kewajiban berkala dan dapat diselesaikan seketika, sedangkan kasih merupakan kewajiban yang tak habis-habisnya. Cara orang Kristen menghadapi tanggung jawabnya terhadap pemerintah, sikapnya terhadap sesama, dan perilakunya dalam kehidupan pribadinya merupakan hal yang sangat penting, dan kita tidak boleh menunda-nunda atau berhutang apapun juga. Waktunya semakin dekat dan kita perlu siap menghadap Kristus.

Rasul Paulus dalam ayat 11-12a menekankan pentingnya kasih (kepada Allah dan sesama) diwujudkan segera dan saat ini!! Perbuatan kasih sekarang, bukan nanti. Konsepnya bukan “time is money” tetapi “time is love”. Setiap kesempatan yang ada manfaatkan untuk menyatakan kasih, sekecil apa pun itu wujudnya, seperti pemberian senyum dan sopan bagi semua orang yang kita hadapi. Berdoa dan menyapaNya dengan membaca firman dan renungan. Segala keengganan dan kelesuan harus dibuang, apalagi kesombongan. Jangan malas yang jadi sumber kebodohan. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!