Penampakan Kemuliaan
Hari ini Minggu pertama setelah Epifani (Epifani jatuh pada hari Senin 6 Januari atau disebut Hari Raya Penampakan Kemuliaan Tuhan Yesus); disebut demikian karena kita juga memperingati pembaptisan Tuhan Yesus. Kita tahu setelah baptisan itu, “langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat 3:16-17; 12:18-20).
Firman Tuhan sebagai bacaan kita hari ini, Yes 42:1-9, sebuah nyanyian tentang nubuatan nabi Yesaya akan kedatangan Mesias yang membebaskan. Bangsa Yahudi saat itu masih dilanda duka atas pembuangan dan hilangnya pengharapan. Tetapi Yesaya mengatakan, Mesias akan datang. KehadiranNya dalam nuansa sepi, elegan, tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan (ayat 2). Ia penuh kelembutan tetapi penuh kuasa dan tidak akan menindas kaum yang lemah. Sebaliknya, Ia akan setia untuk menyatakan hukum (ayat 3).
Gambaran yang diberikan Yesaya itu telah digenapi dengan datangnya Penebus, Yesus Kristus. KelahiranNya membuat kaum Majus datang untuk menyembah, pembaptisan dengan suara dari sorga, dan mukjizat pertama air menjadi anggur di Kana, membuat penampakan Tuhan Yesus semakin nyata. Ketiga peristiwa tersebut, Epifani juga disebut sebagai Hari Tiga Raja. Tetapi meski pelayananNya singkat, kuasaNya dahsyat, dan benarlah firmanNya dalam nas minggu ini, “… ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya (ayat 4).
Yesus datang menerima kuasa penuh dari Allah Bapa, untuk maksud penyelamatan, … dan menjadi perjanjian (baru) bagi umat manusia (ayat 6). Ia akan menjadi terang untuk bangsa-bangsa (pengikutNya 3 milyar orang), membuka mata yang buta (kuasa mukjizatNya), mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara (ayat 7). Pesan ini diulang pada Yes 60:1 dan di Luk 4:18-19.
Kita tahu keberadaan Tuhan Yesus tidak ada lagi di dunia secara fisik. Tetapi Roh Tuhan tetap hadir dengan kuasa yang sama. Mestinya tidak ada lagi keraguan di hati kita. Memperingati Epifani berarti membuat penampakan kemuliaan Tuhan Yesus terus hadir di dunia ini. Dan, itu hanya bisa dilakukan oleh kita yang percaya kepadaNya. Leksionari minggu ini juga menegaskan, Yesus Kristus adalah Tuhan dari Semua Orang (Kis 10:34-43). Ia bukan hanya Tuhan untuk kita, sehingga tugas kita untuk mengabarkannya, ikut sebagai pembawa terang, menebar kasih bagi yang hilang pengharapan, dan nama Tuhan Yesus pun akan semakin masyhur dan dimuliakan. Semua itu memang adalah milikNya (ayat 8). Selamat hari Minggu dan selamat beribadah. Tuhan memberkati, amin.
Khotbah lainnya bagian leksionari hari Minggu ini: Yesus Kristus adalah Tuhan dari Semua Orang (Kis 10:34-43) silahkan membacanya dengan mengklik website www.kabardaribukit.org.
Pdt.(Em) Ramles M. Silalahi
KABAR DARI BUKIT (Edisi 12 Januari 2020) January 13th, 2020roy