KABAR DARI BUKIT (Edisi 26 April 2020)

Hati Berkobar-kobar

“…. Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”(Luk. 24:32)

Firman Tuhan hari ini di Minggu Paskah III, Luk. 24:13-35, berkisah tentang dua orang murid yang berjalan menuju Emaus dan tidak menyadari ketika Tuhan Yesus ikut berjalan bersama mereka. Yesus ikut berbincang tetapi mata mereka terhalang, bahkan kemudian ikut makan. Tetapi ketika mereka sadar, Tuhan Yesus telah lenyap dari pandangan mereka. Kisah ini mengulang peristiwa Tuhan Yesus bertemu dengan para murid dan lainnya, sepuluh kali setelah kebangkitan-Nya. Saat bertemu, ada yang melihat tubuh fisik-Nya, dan ada yang merasakan kehadiran tubuh kemuliaan-Nya, seperti menembus dinding atau hadir dalam percakapan dua murid dalam nas ini.

Kebangkitan Yesus meneguhkan iman kita adanya kebangkitan orang mati, bagi yang setia dan percaya kepada-Nya (1Kor. 15:12-13; Rm. 6:5). Ketika kelak dibangkitkan, tubuh kita berubah menjadi tubuh kemuliaan, tetapi ada saat orang percaya berkumpul tubuh daging dapat terlihat, meski keinginan daging tidak ada lagi, tidak ada kawin dan dikawinkan (Mat. 22:30). Kerajaan sorga bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita (Rm. 14:17). Tuhan Yesus juga tidak kembali untuk menjadi penguasa dunia ini, seperti pembicaraan kedua murid yang berharap “Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel” (ayat 21). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 19 April 2020)

Penjaga dan Pelindungku

Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram (Mzm. 16:8-9).

Firman Tuhan Minggu Paskah II ini diambil dari Mzm. 16 – merupakan bagian pertama kitab Mazmur (pasal 1-41), dan diyakini digubah oleh Raja Daud. Mazmur ini sangat cocok bagi kita di tengah-tengah situasi wabah Covid-19 saat ini, ketika membaca semakin hari jumlah korban sakit dan meninggal terus naik, meski yang sembuh juga meningkat. Terlebih lagi, info yang beredar situasi ini belum berhenti cepat, perkiraan wabah akan memuncak pada bulan Mei atau Juni nanti. Hal yang lebih mengkuatirkan, penyakit yang ditimbulkan virus ini belum ada obat ampuhnya, penularannya sangat cepat dan mematikan, serta ada kemungkinan di wilayah/negara yang sudah menurun wabahnya dapat naik menghebat kembali. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 12 April 2020)

Umat-Nya Dipulihkan

Menurut leksionari, ada beberapa nas yang dapat dipakai untuk topik khotbah di Minggu Paskah hari ini, yakni Yer 31:1-6; Mzm. 118:1-2, 14-24 ; Kol. 3:1-4 atau Kis. 10:34-43; Yoh. 20:1-18 atau Mat. 28:1-10 (https://lectionary.library.vanderbilt.edu/texts.php?id=38). Renungan dua nas dari Injil Yoh. 20 dan Mzm. 118 dapat dilihat pada link website di bawah, yang saya tulis beberapa tahun lalu. Maka nas kita hari ini saya ambil dari Yer. 31:1-6 yang berbicara tentang Perjanjian Baru. Nabi Yeremia menyampaikan janji Allah yang akan membangun kembali Israel dan memulihkan umat-Nya dari keruntuhan kerajaan Israel dan Yehuda, dua kerajaan warisan Raja Daud yang jaya.

Nabi Yeremia menggambarkan dengan puitis janji indah bagi umat-Nya: “… Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria (ayat 3-4, 20). Sebuah pengharapan dan sukacita setelah masa kelam umat-Nya termasuk dibuang ke Babilonia selama 70 tahun. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 5 April 2020)

Sengsara dan Kemenangan

Hari ini minggu terakhir Pra Paskah, disebut Minggu Palma sekaligus Minggu Sengsara. Nas bacaan bila dari Injil Sinoptik biasanya tentang pra pengadilan Tuhan Yesus oleh Mahkamah Agama dan Pilatus. Minggu ini pun kita membaca dari Mat. 26:14-75 yang terdiri dari rangkaian kisah berikut:
– Yudas mengkhianati Yesus (ayat 14-16);
– Yesus makan Paskah dengan murid-muridNya (ayat 17-25);
– penetapan perjamuan malam (ayat 26-29);
– Petrus menyangkal Yesus (ayat 30-35);
– di taman Getsemani (ayat 36-46);
– Yesus ditangkap (ayat 47-56);
– Yesus di hadapan Mahkamah Agama (ayat 57-68); dan
– Petrus menyangkal Yesus (ayat 69-75).

Dari kisah-kisah di atas kita melihat tiga hal besar. Pertama tentang kelemahan manusia. Yudas dengan tega hati “menjual” Tuhan Yesus demi uang, meski ia akhirnya menyesalinya, tetapi sayangnya bunuh diri dengan tragis. Petrus salah satu murid yang dikasihi Yesus, juga akhirnya kalah. Oleh karena rasa takutnya dan ingin menyelamatkan dirinya dari hukuman dan siksaan, Petrus menyangkal dirinya sebagai murid Yesus. Hal baiknya, Petrus menyesalinya, bertobat dan kembali menjadi murid kesayangan Tuhan Yesus, dipakai sebagai salah satu rasul yang menuliskan wahyu-Nya kepada kita. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!