KABAR DARI BUKIT (Edisi 27 September 2020)

JEBAKAN BETMEN

Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya” (Mat. 21:32)

Firman Tuhan hari Minggu ini Mat. 21:23-32 bagi kita berbicara tentang dua hal, yakni pertanyaan para imam tentang sumber kuasa Yesus, dan perumpamaan tentang dua orang anak yang disuruh bekerja di kebun. Pada situasi pertama, Tuhan Yesus disudutkan dalam jebakan betmen. Mungkin kita tahu kenapa disebut jebakan betmen, karena si pahlawan Batman dengan ketulusan hatinya sering dijebak, dan berkata: “Shoot…, it’s a trap” (Sial…, ini adalah jebakan).

Akan tetapi Yesus tidak mau terjebak. Ini disebabkan sejak awal suasana hati-Nya telah galau dengan melihat banyaknya pedagang yang nakal di Bait Allah dan Ia membalikkan meja-meja pedagang yang ada disitu (ayat 12-13). Demikian juga Ia mengutuk pohon ara karena tidak berbuah (ayat 18-19). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 20 September 2020)

KEADILAN SORGAWI

Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir (Mat. 20:16)

Firman Tuhan hari Minggu ini dari Mat. 20:1-16, temanya tentang upah di sorga bagi orang percaya. Tuhan Yesus memberi perumpamaan Kerajaan Sorga itu sama seperti tuan rumah yang mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Ia sepakat dengan orang-orang dan mulai bekerja di pagi hari dengan upah sedinar sehari. Tuan rumah terus mencari pekerja lain hingga siang dan sore hari, dan mereka yang mulai kerja sore juga dibayar sama yakni sedinar (ayat 1-9).

Tentu yang bekerja dari pagi hari bersungut-sungut, protes kepada tuannya (ayat 10-12). Tetapi tuannya menjawab lugas di ayat 14-15: “Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 13 September 2020)

MENGAMPUNI 70X7

“Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu” (Mat. 18:35).

Firman Tuhan hari Minggu ini dari Mat. 18:21-35 berbicara tentang pengampunan. Kisahnya tentang pertanyaan Rasul Petrus, “berapa kali harus mengampuni saudara” (yang berbuat dosa)? Yesus menjawab dengan perumpamaan tentang raja yang membuat perhitungan kepada hamba-hambanya. Ternyata ada hamba yang berhutang 10.000 talenta. Atas permohonannya, raja berbelas kasihan dan mengampuninya, tidak tega sampai hamba itu harus menjual anak istrinya untuk pelunasan.

Tetapi ketika hamba itu mendapati ada orang lain yang berhutang 100 dinar kepadanya dan belum bisa membayar, ia justru mencekik orang itu dan memasukkannya ke penjara. Maka marahlah raja tadi, memanggil hamba tersebut untuk diserahkan kepada algojo-algojo dipukuli sampai ia melunasinya. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 6 September 2020)

MENASIHATI SESAMA

”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Mat. 18:18)

Beberapa waktu lalu seseorang mempertanyakan dan sekaligus menegur temannya di grup WA. Tentu sudah dapat diduga, keriuhan pun terjadi. Ada yang memprovokasi, dan ada yang dengan tenang membela dan menyarakan agar ditanyakan dahulu seluk beluknya. Bersyukur, masalah dianggap selesai di WA. Tetapi sisa dalam hati dan ingatan susah diduga, dan lazimnya waktulah yang dapat menghapusnya. Pertolongan Roh Kudus tentu dapat mempercepat pemulihannya.

Firman Tuhan hari Minggu ini dari Mat. 18:15-20, diberikan kepada kita sebagai bekal kehidupan tentang menasihati sesama saudara. Ketika ada orang lain berbuat kesalahan, kita menilai dan merasa orang itu perlu dinasihati dan bahkan dihukum. Tetapi perlu diingatkan bahwa mungkin saja orang tersebut bertindak dengan alasan tertentu, kondisional. Atau cara kita melihatnya yang salah, baik sumber informasinya atau analisisnya. Lagian, kita bukanlah dia, dan siapa sih yang suka dinilai buruk dan dihakimi? Dampaknya bagi semua, merusak dan melelahkan pikiran. Dan perlu berefleksi, mungkin kita juga tidak lebih baik. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!