KABAR DARI BUKIT (Edisi 25 April 2021)

GADA DAN TONGKAT

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku (Mzm. 23:4)

Firman Tuhan di Minggu IV Paskah hari ini diambil dari Mzm. 23. Nas ini sangat populer bagi orang Kristen, selain Yoh. 3:16 dari PB. “TUHAN, gembalaku yang baik,” itulah judul perikopnya.

Mazmur ini mengungkapkan keteguhan iman dalam menjalani kehidupan. “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku,” sebutnya (ayat 1). Bahasa yang sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Dengan iman seperti itu tidak ada lagi keraguan, tanda-tanya, atau kebingungan yang menguasai hati pikiran. Benar kata firman, iman membuat Tuhan berkenan (Ibr. 11:6; Hab. 2:4).

Keteguhan iman selalu berbuahkan perasaan damai sejahtera, sukacita, kepuasan dan kepenuhan. Bayangan ketenangan pun muncul di dalam pikiran, “Tuhan membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku” (ayat 2-3a). Bagi seorang yang menggembalakan domba di padang-padang tandus di Israel, gambaran ini sangat indah dan sungguh menyejukkan. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 18 April 2021)

HIDUP TENTERAM

Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman (Mzm. 4:9)

Firman Tuhan di Minggu III Paskah hari ini, Mzm. 4, berbicara tentang hidup yang tenang tenteram. Ukurannya seperti di ayat 9, dapatkah kita di malam hari dengan tenteram membaringkan diri, lalu segera tidur? Jika sulit, jangan dulu minum obat, tapi renungkanlah mazmur ini.

Ini mazmur keyakinan kepada Allah dan nasihat kepada manusia. Jadi jangan hanya satu arah. Persoalan hidup pastilah ada. Kadang terasa berat. Mungkin bukan salah kita. Atau merasa sesak, ada ketidakadilan. Kadang bertanya, mengapa semua ini terjadi (menimpaku)? Tapi tentu, bisa saja terjadi karena kekurangan atau kedegilan kita. Perlu jujur dengan nurani yang bersih.

Kepada Allah kita melepaskan kesesakan. Beban dibagi dengan-Nya dan hasilnya pasti ringan. “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1Pet. 5:7). Allah pemelihara dan pemberi kelegaan. Dia mendengar dan akan menjawabnya. Bagian kita adalah memohon belas kasihan-Nya (ayat 2). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 11 April 2021)

RUKUN BERSAUDARA

Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! (Mzm. 133:1)

Firman Tuhan di Minggu II Paskah hari ini, diambil dari Mzm. 133 yang berisi tiga ayat. Mazmur ziarah pendakian ini hampir dikenal semua orang, terlebih orang Batak; nas ini sering dijadikan tema pertemuan syukur awal tahun yang mengajak agar hidup rukun sesama saudara khususnya keluarga. Pengertian saudara dalam ayat 1 merupakan terjemahan dari aḥîm (=Ibrani), umumnya dipakai di lingkup keluarga tetapi juga bagi bangsa (Israel).

Hidup kita dipenuhi lingkaran manusia. Lingkaran pertama adalah keluarga inti, yakni suami/istri dan orangtua/anak. Terus bertambah menantu dan cucu. Lingkaran kedua melebar ke abang dan adik, sepupu dan om/tante. Lingkaran ini semakin besar, ke lingkungan tetangga, kantor, gereja, dan lainnya sesuai dengan aktivitas kehidupan. Dan hidup rukun mestinya mulai dari lingkaran kecil tadi. Orang yang tidak dapat mengatur hidupnya rukun dalam lingkaran pertama, maka berpotensi pembuat masalah di lingkaran besarnya. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 4 April 2021)

TUHANKU PERKASA

Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan TUHAN (Mzm. 118:17)

SELAMAT PASKAH
Firman Tuhan bagi kita di hari bahagia peringatan kebangkitan Tuhan Yesus hari ini, diambil dari Mzm. 118:1-2, 14-24. Mazmur ini merupakan bagian dari kumpulan nyanyian pujian (Mzm. 113-118), yang lazimnya dibacakan oleh umat Yahudi pada setiap Hari Raya Paskah, Pantekosta dan Tabernakel dan hari raya lainnya. Bila kita menonton film seri SHTISEL di layar Netflix, misalnya, kita melihat sebagian pola hidup umat Yahudi yang setiap momen menaikkan pujian syukur bagi Tuhan alam semesta, saat minum air putih, masuk rumah/pintu, dan lainnya.

Pujian syukur adalah sikap orang beriman, terlebih beriman kepada Tuhan Yesus yang bangkit dari kematian. Rasul Paulus mengatakan, sia-sialah iman kita jika Yesus tidak bangkit. Kalau Yesus manusia biasa, yang mencoba menjadi martir dan pahlawan, dan kemudian dihukum gantung, mati, dan ternyata tetap di tanah, ya betul, sia-sialah iman kita. “Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1Kor. 15:14-15). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi Jumat Agung, 2 April 2021)

HAMBA TUHAN YANG MENDERITA

(Yes. 52:13-53:12)

Firman Tuhan di hari besar umat Kristiani hari ini diambil dari Yes. 52:13-53:12, dengan judul perikop: Hamba TUHAN yang menderita. Nabi Yesaya sangat jelas dan tepat menuliskan nubuatan tentang turunnya Juruselamat atau Mesias untuk manusia. Namun gambaran hamba Tuhan yang diberikannya, bukanlah seperti yang dipikirkan oleh umat Israel.

Tetapi sebenarnya Allah ingin membalik cari berpikir mereka, yang beranggapan bahwa Raja dan Mesias yang datang adalah tipikal Raja Daud atau figur pahlawan dalam mitos. Allah tentu memiliki maksud akan hal itu, menegaskan bahwa kadang yang dipikirkan manusia tidak selalu sama dengan pikiran Allah. “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yes. 55:8-9).

Nabi Yesaya menggambarkan Hamba Tuhan yang datang tidak tampan, dan tidak ada semaraknya. Sebuah gambaran tentang kesederhanaan-Nya. Tetapi penderitaan-Nya dituliskan rinci dan begitu buruk: rupanya seperti bukan seperti manusia lagi, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia (52:14; 53:2b, 3). Itu terjadi karena Ia dianiaya, dihina, ditikam, penuh kesengsaraan. Tetapi Ia tidak melawan, dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian (53:7). Sebuah sikap hidup berserah, tanpa banyak keluhan yang layak kita teladani dari-Nya. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!