KABAR DARI BUKIT (Edisi 25 Juli 2021)

MAKIN DEKAT, TUHAN (Mzm. 145:10-18)

 Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau (Mzm. 145:10)

Firman Tuhan di hari Minggu ini sesuai leksionari adalah Mzm. 145:10-18. Judul perikopnya: Puji-pujian karena kemurahan Tuhan. Ini penutup Mazmur Daud sebelum masuk ke himne Doksologi Mzm. 146 – 150, yang selalu dibuka dengan kata Haleluya.

 Raja Daud memberi gambaran Tuhan sungguh luar biasa. Sebutannya di bawah ini:

 Kerajaan-Nya mulia (ay. 11-12b)

  • Perkasa (ay. 12a)
  • Kerajaan-Nya kekal segala abad (ay. 13a)
  • Setia dalam segala perkataan dan perbuatan-Nya (ay. 13b)
  • Penopang bagi semua orang yang jatuh (ay. 14a)
  • Penegak bagi semua orang yang tertunduk (ay. 14b)
  • Memberi makanan dan mengenyangkan pada waktunya (ay. 15-16)
  • Adil dalam segala jalan-Nya (ay. 17)
  • Dekat kepada setiap orang yang dalam kesetiaan berseru kepada-Nya (ay. 18).

 Ia menuliskan hal tersebut berdasar pengalaman pribadinya yang panjang. Tentu, kebesaran dan keagungan Allah tidak tergantung kepada manusia, apalagi oleh seseorang. Pertanyaannya justru bagi kita, apakah kita setuju dan pernah merasakan hal tersebut? Karya besar apa yang kita alami dan rasakan setelah percaya dan menjadi pengikut-Nya? Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 18 Juli 2021)

AKU TIDAK TAKUT (Mzm. 23:1-6)

Firman Tuhan di hari Minggu ini bagi kita adalah Mzm. 23. Mazmur indah enam ayat ini sangat kita kenal. Judul perikopnya: TUHAN, gembalaku yang baik. Saya tuliskan lengkap Mazmur Daud ini untuk kita menikmatinya:

 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,

Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Ia menyegarkan jiwaku.

Ia menuntun aku di jalan yang benar

oleh karena nama-Nya.

 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku;

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;

pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku;

dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

 Ada lima kebenaran kehidupan yang dapat kita petik dari Mazmur ini. Pertama, manusia memerlukan gembala, penuntun. Dalam buku saya “Mengenal Alkitab Kita”, dijelaskan ada wahyu atau penuntun yang sangat baik, yakni Alkitab sebagai penuntun tertulis, dan Yesus Kristus sebagai Penuntun dan Firman yang hidup. Dua penuntun ini merupakan berkat yang luar biasa bagi orang percaya, dan untuk itulah kita perlu mengenal lebih dekat keduanya. Bacalah rutin Alkitab, dan bersekutulah dengan Dia, Sang Gembala. Mengandalkan hal lain dalam hidup ini, seperti hati dan pikiran sendiri, orang tua, uang dan harta, teman, atau lainnya, tidak akan utuh sempurna, sebagaimana Alkitab dan Yesus Kristus yang sempurna. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 11 Juli 2021)

IMAN, AMAN DAN IMUN (Mzm. 85:9-14)

 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, Tuhan. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? (Mzm. 85:9)

 Firman Tuhan di hari Minggu ini bagi kita dari Mzm. 85:9-14. Judul perikopnya: Doa mohon Israel dipulihkan.  Mazmur ini ditulis oleh Bani Korah, dibuka dengan ungkapan syukur sekaligus ratapan. Allah telah mengasihi umat Israel sejak awal, mengampuni dosa-dosa mereka, dan amarah Tuhan telah surut. Tetapi kini umat merasa dihukum kembali, murka Tuhan bangkit dan mereka menderita. Melalui pemazmur, umat ingin dipulihkan, diselamatkan, dan kehidupan agar kembali penuh sukacita (ayat 2-8).

 Situasi ini sangat umum dan membenarkan, ketika kehidupan berjalan lancar dan baik, manusia cenderung melupakan Tuhan. Semua yang diperoleh, seolah buah kehebatan diri semata. Tetapi ketika manusia tidak berdaya, akal pikiran buntu, apalagi dirundung sakit, manusia merasakan perlunya pertolongan. Sering uang atau daya tidak menolong. Pemazur lain mengekspresikannya: “Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung, dari manakah akan datang pertolonganku?” (Mzm. 121:1). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 4 Juli 2021)

KASIHANILAH KAMI, YA TUHAN

Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita (Mzm. 123:2)

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini dari Mzm. 123 yang berisi 4 ayat. Judul perikopnya: Berharap kepada anugerah TUHAN. Satu versi tafsiran mazmur menyebutkan ini bagian dari kumpulan “mazmur pendakian”, dalam kaitan memperingati anugerah Tuhan kepada Raja Hizkia, yang menambahkan 15 tahun usia kepadanya. Sebelumnya, Raja Hizkia telah divonis mati melalui pesan nabi Yesaya, tetapi kemudian Raja Hizkia memalingkan mukanya ke dinding, berdoa serta menangis dengan sangat. Allah mendengar doanya, dan memberi tambahan usia sehingga ia dapat memerintah dengan tenteram (2Raj. 20:6-10; Yes 38:5-8). Mazmur ini disebut juga nyanyian ziarah, sering dilantunkan saat umat Israel ingin berkumpul di Yerusalem, untuk mengingat penderitaan mereka saat ditindas penguasa Babel (ayat 1). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!