KABAR DARI BUKIT (Edisi 26 September 2021)

PERTOLONGAN TUHAN

Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi (Mzm. 124:8)

Semua kita pasti pernah mendengar ayat di atas, disampaikan oleh Pendeta di awal ibadah hari Minggu, khususnya gereja aliran utama. Itulah kalimat VOTUM. Votum secara harafiah berarti “janji’, tetapi lebih bermakna sebagai deklarasi dan peneguhan bahwa Allah hadir di tengah umat yang beribadah saat itu. Oleh karena itu, beberapa gereja belum memperkenankan pengkhotbah yang bukan pendeta mengarahkan tangan ke depan saat meneguhkan VOTUM.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini dari Mzm. 124. Ada delapan ayat termasuk ayat di atas dengan judul: “Terpujilah Penolong Israel”. Manusia dan bangsa-bangsa memang perlu penolong. Manusia memulai penyembahan kepada Tuhan (atau kuasa yang Mahatinggi lainnya) diawali karena ketakutan dan ketidaktahuan akan hal-hal yang tidak terjangkau pikiran dan kemampuannya. Rasa takut dan misteri tersebut yang mendasari penyembahan, agar terhindar dari mara bahaya yang mengancam. Ini kemudian memunculkan gagasan bahwa Tuhan juga sebagai Penolong mengabulkan pengharapan manusia. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 19 September 2021)

PILIHAN HIDUP

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (Mzm. 1:1)

Satu pertanyaan besar di segala zaman: Apa yang kita cari dalam hidup ini? Saya kira semua setuju, pada puncaknya dan yang terbaik serta terakhir adalah KEBAHAGIAAN. Semua orang pasti ingin bahagia, bahkan jika bisa di sepanjang hidupnya.

Sebagai pembuka dari 150 pasal Mazmur yang ada, Mazmur 1 menegaskan kebahagiaan yang utama. Dan itulah firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini. Pilihan jalan pun diberikan, sesuai judul perikopnya: Jalan orang benar dan jalan orang fasik.

Gambaran orang benar diberikan di ayat 1-3, yakni “tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.”

Tidak salah Yohanes Calvin menyimpulkan, kebahagiaan sejati ialah dengan mengenal Tuhan. Mzm. 1 enam ayat ini memberi kita nasihat agar menyukai Firman Tuhan, dan merenungkannya siang dan malam. Maka kita akan semakin mengenal Allah dan menjadi pelaku Firman. Itulah jalan kebahagiaan dan kedamaian di hati. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 12 September 2021)

ANCAMAN BARU

Langit menceritakan kemuliaan Allah dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya (Mzm. 19:2)

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Mzm. 19. Ada 15 ayat, judul perikopnya: Kemuliaan TUHAN dalam pekerjaan tangan-Nya dan dalam Taurat-Nya. Dari judul kita tahu, dua penyataan Allah ini membuat kita takjub akan Dia, yakni keindahan alam semesta ciptaan-Nya (ayat 2-7) dan Alkitab sebagai petunjuk kehidupan (ayat 8-15). Alam semesta dalam keheningan gerakannya, menggemakan pesan wahyu umum kepada semua manusia untuk memperoleh hikmat, dan digenapi dengan wahyu khusus yaitu Tuhan Yesus dan Alkitab.

Allah menyukai keteraturan. Ia menetapkan hukum alam dan alam semesta bergerak mengikutinya. Sebagian hukum itu dapat dipahami manusia, sebagian lagi belum dapat dicerna. Oleh karena itu, kadang timbul “anomali peristiwa alam” atau bencana yang mengejutkan. Namun itu seringnya karena ulah manusia sendiri, termasuk adanya Covid-19 saat ini. Pandemi bukanlah karya Tuhan, sebab Tuhan hanya memberi kebaikan (Mzm. 100:5; 119:68). Manusia sendirilah yang dicobai oleh keinginannya, diseret dan dipikat olehnya (Yak. 1:14); akhirnya sengsara. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 5 September 2021)

DOA TIDAK ELOK

Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya (Mzm. 125:1)

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini dari Mzm. 125. Hanya ada lima ayat, judul perikopnya: Aman dalam lindungan TUHAN. Mazmur ini merupakan bagian dari keyakinan tenang bersama Allah; sebuah nyanyian ziarah, lazimnya dikumandangkan saat dalam perjalanan ke Yerusalem untuk merayakan hari-hari besar umat Israel.

Membaca mazmur ini perlu kehati-hatian. Isinya di satu sisi keyakinan umat Israel atas perlindungan Tuhan, sebab merasa telah diikat dalam satu perjanjian dengan-Nya. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Kita yang percaya pada Kristus, yang berjanji bahwa “aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku (Gal. 2:20a), tentu berkeyakinan Tuhan selalu memberi perlindungan; bagaikan “Yerusalem yang dikelilingi oleh gunung-gunung” (ay. 2a).

Orang percaya tidak mengambil jalan yang fasik. Menurut KBBI (https://kbbi.web.id), orang fasik adalah mereka yang tidak peduli terhadap perintah Tuhan, dalam arti berkelakuan buruk, jahat, berdosa besar. Sementara istilah fasik bagi umat Israel sering disamakan dengan bangsa lainnya, sebab mereka merasa sebagai bangsa pilihan yang terus dibela oleh Tuhan. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!