MENEPATI JANJI
Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda (Yer. 33:14)
Firman Tuhan bagi kita di Minggu I Adven hari ini dari Yer. 33:14-16. Judul perikopnya: Perjanjian dengan keturunan Daud dan keturunan Lewi. Secara keseluruhan, kitab Yeremia pasal 33 berbicara tentang pemulihan Kerajaan Israel dan Yehuda di masa pembuangan ke Babel, serta terwujudnya damai sejahtera, dan sekaligus nubuatan akan datangnya Mesias. Pemulihan ini sebuah janji Tuhan.
Katika seseorang menjanjikan sesuatu kepada orang/pihak lain, dan kemudian ditepati, maka kita dapat membayangkan kebahagiaan penerima janji. Tetapi, ketika dijanjikan sesuatu dan tidak ditepati, maka kita juga dapat membayangkan betapa kecewa dan sedihnya mereka yang dijanjikan. Jika itu satu kali, mungkin alasan yang ada dapat diterima. Kekecewaan terhadap janji yang tidak dipenuhi, terutama jika berkali-kali, yang timbul adalah rasa kecewa, amarah, merasa disepelekan, dan hilangnya rasa percaya. Hal terburuk jika itu dilakukan terhadap anak, maka akan menularkan virus jahat kepadanya.
Nas minggu ini berbicara tentang janji Tuhan. Tentu yang pertama perlu kita ketahui, apakah kita mengenal “Tuhan” yang kita sembah? Sering orang berkata mengenal Tuhannya, tetapi tidak tercermin dalam kehidupannya. Mungkin dia hanya tahu tentang “Tuhan”. Baginya “Tuhan” adalah sebuah informasi dan pengetahuan saja. Sebab tidak mungkin seseorang mengenal Tuhan secara pribadi, dan menjadikan-Nya sebagai Bapa dalam hidupnya, sementara sifat dan perbuatan yang ditampakkan dalam kehidupan sehari-hari, sangat jauh dari sifat dan karakter Tuhan di dalam Alkitab. Read more