KABAR DARI BUKIT (Edisi 26 Desember 2021)

SEMAKIN DISUKAI

Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia (1Sam. 2:26)

SELAMAT HARI NATAL untuk kita semua. Semoga ibadah Natal yang kita ikuti menjadi berkat dan menanamkan damai dan sukacita dalam hati kita semua. Amin. 🙏

Firman Tuhan bagi kita hari ini, di Minggu pertama setelah Natal, yakni 1Sam. 2:18-20, 26. Nas ini bercerita tentang Nabi Eli dan Nabi Samuel. Pada pasal 1 digambarkan kesusahan Hana, ibunya Samuel, nyanyian permohonannya serta nubuatan tentang kelahiran seorang Nabi pemimpin baru. Anak-anak Nabi Eli, seperti dijelaskan pada ayat 12-17, yakni Hofni dan Pinehas, suka bertindak jahat, yakni mengambil manfaat pribadi dari persembahan yang dibawa oleh umat kepada Tuhan.

Pesan pertama nas ini bagi kita, agar dalam setiap pergumulan, tetaplah tekun berdoa. Bercermin dari Hana istri Elkana, yang tidak dapat mengandung sehingga Elkana menikahi Penina perempuan lain, dan memberi Elkana anak. Tetapi Elkana tetap mengasihi Hana. Hana pun tidak putus asa, sering dengan hati pedih menangis tersedu-sedu, ia tekun berdoa di bait suci sambil bernazar: jika Tuhan tidak melupakan dia dan memberikan anak laki-laki, maka akan diberikan kepada TUHAN seumur hidupnya untuk melayani-Nya. Doa Hana dikabulkan; dan lahirlah Samuel, yang kemudian menjadi pembantu Eli. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi Natal 25 Desember 2021)

MANNA NATAL

“Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud…. Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:”

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Luk 2:11-14).

“Kamu adalah garam dunia…. Kamu adalah terang dunia….”

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Mat 13a, 14a, 16).

Aku datang, supaya mereka (kamu) mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yoh. 10:10b-11)

Kiranya damai sejahtera dan sukacita dari Tuhan Yesus, diam dan berkuasa di dalam hati kita semua. Amin…..🙏

KABAR DARI BUKIT (Edisi 19 Desember 2021)

RINDU PERUBAHAN

Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. (Mi. 5:1)

Di tengah-tengah rindu perubahan atas rasa lelah mengalami pandemi yang sudah berjalan hampir dua tahun, ada dua berita memicu adrenalin kita naik. Pertama, Pak Luhut B. Panjaitan menyatakan, indeks keyakinan konsumen Indonesia saat ini kembali tinggi. Indeksnya 118,5 yang jauh lebih tinggi dari angka sebelum pandemi, bahkan sempat anjlok di bawah angka 100 poin (detik.com). Ini menandakan peningkatan keinginan belanja atau pengeluarkan uang masyarakat semakin besar.

Tetapi berita kedua breaking news juga memicu tensi darah bereaksi: virus tipe Omicron sudah masuk ke Indonesia! Virus Omicron ini diduga sangat cepat menyebarnya, yang tadinya dianggap momok baru lebih mematikan; bersyukur ternyata kurang sebegitu kejam jenis Delta. Tetapi, sakit selama beberapa hari tetap menakutkan, terlebih bagi yang berpenyakit bawaan lain.

Situasi ini dihadapi bangsa Israel saat nabi Mikha menyatakan nubuatannya yang menjadi nas firman Tuhan di Minggu IV Adven hari ini, yakni Mi. 5:1-5. Judul perikopnya: Raja Mesias dan penyelamatan Israel. Mikha adalah nabi dari pedesaan yang dipakai Tuhan. Ia mengingatkan Raja Yotam dan Ahas yang korup dan juga para pemimpin Yehuda saat itu, seperti imam-imam dan nabi-nabi fasik, hakim-hakim yang tidak jujur dan para pedagang yang mementingkan diri sendiri. Ada banyak ketidakadilan, penindasan penduduk miskin, keserakahan, dan kejahatan lainnya. Mikha menyatakan, bila tidak dilakukan perubahan, maka kejatuhan Israel dan Yehuda pasti terjadi (Mi. 1:6-7; 1:9-16; 3:9-12). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 12 Desember 2021)

PEMULIHAN DAN SORAK-SORAI

Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem! (Zef. 3:14)

Firman Tuhan bagi kita di Minggu III Adven hari ini dari Zef. 3:14-20. Judul perikopnya: Janji keselamatan. Nabi Zefanya (yang artinya “Tuhan bersembunyi”) menyuarakan pengharapan setelah umat Israel akan menderita beberapa lama. Penderitaan yang terjadi merupakan hukuman Tuhan atas dosa-dosa mereka. Tetapi Allah tetap mengasihi mereka. Janji keselamatan dan pemulihan pun diberikan. Melalui pertobatan yang dipimpin Raja Yosia (Zef. 1:1), semuanya berbalik baik. Kegelapan menjadi terang. Tangisan menjadi sorak-sorai, airmata menjadi sukacita beria-ria.

Situasi tersebut tentu merefleksikan kepada hari ini, saat kita semua dan seisi dunia menderita berat akibat pandemi Covid-19. Orang lain dapat mengatakan pandemi terjadi karena kesalahan prosedur dalam penelitian, dampak mobilisasi yang tinggi, atau semua versi ilmiah dan itu tidak ada hubungannya dengan dosa. Namun kerendahan hati membawa kita kepada sikap, bahwa manusia perlu bertobat dari sikap masa lalunya. Sama seperti di masa nabi Zefanya, dunia memiliki tantangan besar, seperti kemiskinan yang masih tinggi (ay. 3). Orang enggan berbagi. Para imam tidak memberi teladan baik, sama seperti masa sekarang agama telah menjadi komoditas politik (ay. 4). Peperangan dan kekerasan masih sering terjadi, ancaman lingkungan pemanasan global, dan lainnya, yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan saat mencipta bumi dan manusia. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 5 Desember 2021)

PEMURNIAN DIRI

Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu (Mal. 3:2)

Hari ini kita masuk ke Minggu II Adven. Lazimnya, tema renungan masih bersifat kontemplasi, sebelum masuk ke Minggu III dengan tema pengharapan dan sukacita Natal. Oleh karena itu ada anjuran, perayaan Natal sebaiknya setelah Adven II dilewati. Dan firman Tuhan bagi kita hari ini sesuai leksionari adalah Mal 3:1-4. Judul perikopnya: TUHAN datang untuk menghukum. Ngeri juga ya….

Nabi Maleakhi menyoroti perilaku umat Israel yang semakin buruk di masa itu, pasca pembuangan. Penderitaan dan kemiskinan yang mereka alami, membuat iman dan kerohanian umat menurun, meragukan janji Allah, apatis bahkan sinis, sebagaimana umat bertanya: “Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?” Dengan cara kamu menyangka: “Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan – atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?” (Mal. 2:17).

Nabi Maleakhi menegur sebab banyak yang tidak setia, banyaknya perkawinan campur dengan bangsa asing, tidak setia memberi persembahan persepuluhan – bahkan persembahan lainnya yang buruk-buruk saja, para imam tidak taat dan pola hidup yang tidak menjadi teladan. Nabi Maleakhi kemudian mengingatkan tentang Hari Tuhan yang dapat menjadi mengerikan. “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri?” (ay. 2a; band. Za. 13:9). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!