KABAR DARI BUKIT (Edisi 24 April 2022)

HALELUYA DAN MELAYAKKANNYA

Pdt. Em. Ramles M. Silalahi

Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya! (Mzm. 150:6)

Firman Tuhan di hari MInggu ini untuk kita dari Mzm. 150. Judul perikopnya: Haleluya; (Hallelu + YAH) berarti Pujilah Tuhan. Bagi umat Israel, kata ini sering diucapkan dalam doa; bagi kita umat percaya, ungkapan pujian kepada Tuhan.

Ada 13 kali memuji Tuhan disebut dalam enam ayat Mazmur ini. Bila pasal 1 kitab Mazmur dibuka dengan pengajaran tentang “jalan orang benar dan jalan orang fasik”, maka pasal penutup Mazmur ini merupakan ekspresi sukacita besar, keyakinan teguh, dan mengajak orang lain. Dan memang begitulah kehidupan, yang mengikuti petunjuk benar, pasti buahnya sukacita dan berpuas hati di akhirnya.

Mazmur ini juga memberi kita pijakan dalam memuji Tuhan. Pertama, Allah ada di tempat kudus-Nya (ay. 1a). Allah kita kudus maka memuji Tuhan hendaklah kita juga kudus (baca: dikuduskan) terlebih dahulu (band. Musa, Kel. 3:5). Kita perlu hormati kekudusan tersebut dan menjaganya. Mereka yang hidup masih dalam rasa kebencian terhadap orang lain, ada permusuhan, keinginan jahat, ini adalah hati yang kotor, dan sebaiknya merenung kembali sebelum mengucapkan haleluya. Sama seperti censura morum sebelum perjamuan kudus, bertanya, apakah kita layak untuk bersekutu dengan Tuhan jika hidup kita masih jauh dari firman-Nya? Alkitab juga mengajarkan, tidak boleh datang memberi persembahan kepada Tuhan, jika masih ada hal yang tidak beres hubungan kita dengan sesama manusia (Mat. 5:23-25). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 17 April 2022)

PASKAH DAN DUNIA BARU

Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati (Yes. 65:17)

Firman Tuhan di hari raya Paskah ini untuk kita, dari Yes. 65:17-25. Judul perikopnya: Janji mengenai langit yang baru dan bumi yang baru. Nas ini sama dengan Wahyu 21:1.

Meski tidak ada 70 bidadari menanti, gambaran bumi baru langit baru dalam nas minggu ini dan juga di kitab Wahyu, cukup menyenangkan hati. Misalnya:

– tidak ada lagi kedengaran bunyi tangisan dan bunyi erangan (ay. 19; Why 21:4)
– semua orang berumur panjang dan tidak ada kematian bayi (ay. 20; Why. 21:4)
– banyak kebun anggur, buahnya enak dimakan (ay. 21)
– berkumpul bersama anak cucu (ay. 23)
– ada kemah Allah, dan akan sering bersekutu dan berjumpa dengan-Nya (ay. 24; Why. 21:3)
– hewan liar dan ternak piaraan hidup rukun (ay. 25a)
– tidak ada lagi kejahatan, semua hidup kudus (ay. 25b)
– semua penuh dengan kemuliaan Allah, cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal (Why. 21:11).

Salah satu keunggulan Kekristenan adalah lebih rasional. Memang ada yang dirasakan tidak rasional, sulit diterima pikiran, misalnya, Allah menjadi manusia. Tapi ini mesti diterima dengan hati. Tokh, manusia juga bukan hanya terdiri dari pikiran. Ada hati, dan sangat diperlukan untuk iman dan kasih. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 10 April 2022)

LIDAH MURID

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu (Yes. 50:4a)

Ada dua tujuan hukuman termasuk penjara. Pertama, manusia yang telah terbukti menyusahkan dan merugikan orang lain, layak dihukum demi keadilan dan ketertiban. Kedua, dalam masa dihukum tersebut, manusia yang bersalah dapat merenungkan kembali perbuatannya, berefleksi, menyadari dan berpaling dari kesalahannya.

Itulah pesan nas firman untuk kita di hari minggu ini, Yes. 50:2-9a. Bangsa Israel pada kondisi lemah lesu setelah mereka dibuang ke Babel; itu hukuman Allah karena mereka tidak taat. Namun Allah menegaskan kembali kasih-Nya, kuasa-Nya dan pertolongan yang telah Allah berikan sebelumnya kepada mereka, saat Allah “mengeringkan laut, membuat sungai-sungai menjadi padang gurun; ikan-ikannya berbau amis karena tidak ada air dan mati kehausan” (ayat 2-3; lihat Kel. 7:20-21; 14:21-22; 10:21-22).

Saat bangsa Israel kehilangan motivasi, dan lari mempersalahkan Tuhan atas penderitaan yang mereka alami, Allah kemudian meminta mereka taat menjalankan tugas panggilan dipakai Tuhan. Allah berkehendak mereka bangkit. Nabi Yesaya menjadi contoh yang dipakai Tuhan, model kebangkitan baru. “Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu,” ungkap Yesaya pada ayat 4a. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 3 April 2022)

AKU MANUSIA BARU

Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? (Yes. 43:19)

Firman Tuhan di hari Minggu ini bagi kita, Yes. 43:16-21. Ini nas kesaksian pemazmur tentang kemahabesaran Allah, dalam karya tangan-Nya sejak zaman purbakala bumi diciptakan dan Israel dibentuk dan dipilih-Nya. Allah kemudian menghukum demi keadilan dan kuasa-Nya, tetapi Ia Maha Pengampun, melupakan kesalahan umat di masa lalu atas dasar kasih-Nya.

Firman-Nya, “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?” (ay. 18-19a). Pemazmur berkeyakinan, Allah akan melakukan perkara-perkara besar ke depan bagi yang sudah berbalik kepada-Nya, menjadi manusia baru. “Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara” (ay. 19b).

Bagaimana dengan kita? Semua kita pasti tidak ada yang sempurna. Kita mungkin masih terbelenggu dengan sifat manusia biasa yang berdosa. Ketika saya diminta menjadi pendeta, saya juga masih orang yang mudah jatuh ke dalam dosa. Saya belum siap. Tapi setelah diyakinkan, saya bersedia. Kunci jawabannya: jangan fokus melihat diri sendiri, tetapi membuka kesempatan kita menjadi berkat bagi orang lain. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!