KELUHAN TUHAN
Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi
Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! (Mi. 6:3)
Salam dalam kasih Kristus.
TUHAN mengeluh? Kok, bisa? Ia kan Maha Kuasa? Ya, betul. Tapi itulah yang disampaikan oleh Nabi Mikha dalam nas bacaan kita di hari Minggu ini dari Mi. 6:1-8. Ayat 3 di atas memperlihatkan betapa Tuhan kecewa melihat umat-Nya Isreal saat itu. “Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel” (ay. 2b).
Tuhan kita Yesus Kristus adalah Roh, Pribadi. Alkitab menjelaskan, sebagai Pribadi Ia memiliki perasaan, seperti rasa suka dan senang (Hos. 6:6; Im. 1:9 dab.), benci – kepada orang fasik (Mzm. 11:5; 45:7; Ams. 6:16). Allah kita juga kadang merasa menyesal melihat perbuatan jahat manusia (Kej. 6:5-6; 1Sam. 15:11). Ia bisa murka (Rm. 1:18) dan menghukum (Rm. 5:9). Allah memiliki kehendak (Rm. 9:15-16), memilih (Ef. 1:4) atau menolak (Rm. 11:2).
Namun Allah adalah Mahakasih dan Mahasetia. Ia rela berkorban (Yoh. 3:16; 2Pet. 3:9) dan setia (Ul. 7:9; Mzm. 89:2; 106:1). Allah kita bahkan kadang bersumpah jika mengikat janji (Ibr. 6:13); Ia Maha Kuasa maka janji-Nya adalah pasti. Dalam kaitan itu Allah kita memiliki akal dan pikiran untuk membuat rencana (Mzm. 92:5; Yes. 55:8; Ef. 1:9), menyelidiki, memeriksa dan mengerti
(Mzm. 139:1-3). Ia adalah Pencipta (Kej. 1:1-31) dan Mahatahu (Mzm. 139:2, 147:4-5; Yes. 40:13-14; Ibr. 4:13). Read more