KABAR DARI BUKIT (29 Januari 2023)

KELUHAN TUHAN

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

Umat-Ku, apakah yang telah Kulakukan kepadamu? Dengan apakah engkau telah Kulelahkan? Jawablah Aku! (Mi. 6:3)

Salam dalam kasih Kristus.

TUHAN mengeluh? Kok, bisa? Ia kan Maha Kuasa? Ya, betul. Tapi itulah yang disampaikan oleh Nabi Mikha dalam nas bacaan kita di hari Minggu ini dari Mi. 6:1-8. Ayat 3 di atas memperlihatkan betapa Tuhan kecewa melihat umat-Nya Isreal saat itu. “Sebab TUHAN mempunyai pengaduan terhadap umat-Nya, dan Ia beperkara dengan Israel” (ay. 2b).

Tuhan kita Yesus Kristus adalah Roh, Pribadi. Alkitab menjelaskan, sebagai Pribadi Ia memiliki perasaan, seperti rasa suka dan senang (Hos. 6:6; Im. 1:9 dab.), benci – kepada orang fasik (Mzm. 11:5; 45:7; Ams. 6:16). Allah kita juga kadang merasa menyesal melihat perbuatan jahat manusia (Kej. 6:5-6; 1Sam. 15:11). Ia bisa murka (Rm. 1:18) dan menghukum (Rm. 5:9). Allah memiliki kehendak (Rm. 9:15-16), memilih (Ef. 1:4) atau menolak (Rm. 11:2).

Namun Allah adalah Mahakasih dan Mahasetia. Ia rela berkorban (Yoh. 3:16; 2Pet. 3:9) dan setia (Ul. 7:9; Mzm. 89:2; 106:1). Allah kita bahkan kadang bersumpah jika mengikat janji (Ibr. 6:13); Ia Maha Kuasa maka janji-Nya adalah pasti. Dalam kaitan itu Allah kita memiliki akal dan pikiran untuk membuat rencana (Mzm. 92:5; Yes. 55:8; Ef. 1:9), menyelidiki, memeriksa dan mengerti
(Mzm. 139:1-3). Ia adalah Pencipta (Kej. 1:1-31) dan Mahatahu (Mzm. 139:2, 147:4-5; Yes. 40:13-14; Ibr. 4:13). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 22 Januari 2023)

MENCARI WAJAH TUHAN

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN (Mzm. 27:8)

Salam dalam kasih Kristus.

Firman Tuhan di hari Minggu ini adalah Mzm. 27:1, 4-9. Judul perikopnya, Aman dalam perlindungan Allah. Ini sebuah nyanyian iman raja Daud dengan penegasannya di ayat 1: “TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?”

Menurut sejarah agama, manusia memerlukan perasaan aman, hilang rasa takut, dan untuk itu manusia membutuhkan kekuatan di luar dirinya; kemudian menaruh rasa hormat dan menyembahnya. Pengenalan akan kekuatan ini berkembang seiring dengan hukum kemajuan manusia. Menurut Prof. Alan Menzies dalam bukunya History of Religion, pada peradaban awal kekuatan ini dapat sebagai bagian alam (gunung, pohon, besar atau kecil), kemudian ke bentuk roh-roh leluhur dan roh lainnya, jimat atau objek yang dihantui oleh roh, dan terakhir berupa Makhluk Mahatinggi.

Perubahan terus terjadi seiring majunya hukum dan peradaban. Kekuatan di luar diri manusia itu kemudian disebut dengan Tuhan, Allah, Yang Maha Kuasa, Mahatinggi dan sebutan lainnya. Tetapi manusia kadang belum mengenalnya, masih mencari wujud dan wajahnya, agar dapat mengenalnya dan lebih dekat.

Raja Daud bersyukur mengenal Tuhannya dengan baik. Melalui nas minggu ini Daud mengungkapkannya dengan indah. “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya. Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu” (ay. 4-5). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 15 Januari 2023)

HIDUP INI KESEMPATAN

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi (Yes. 49:6b)

Salam dalam kasih Kristus.

Semua orang percaya rasanya tahu lagu “Hidup ini adalah kesempatan”. Lagu ciptaan Pdt. Wilhelmus Latumahina ini di utube sudah dilihat 22 juta orang dalam satu versi saja. Sebuah pencapaian yang tinggi bagi lagu rohani berbahasa Indonesia.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Yes. 49:1-7. Temanya: Hamba Tuhan sebagai terang di tengah-tengah segala bangsa. Ada yang menafsirkan nas ini khusus nubuatan tentang Mesias Tuhan Yesus. Tetapi dapat lebih umum, panggilan kepada semua, sebab Tuhan membutuhkan hamba-hamba menyatakan keagungan-Nya (ay. 3) dan menjadi terang.

Kita kembali ke lagu tadi dan menyimak liriknya yang sederhana: Hidup ini adalah kesempatan…. (lirik lengkapnya di bawah).

Melayani adalah kewajiban setiap orang percaya. Ada banyak ayat di Alkitab meneguhkannya: layanilah seorang akan yang lain (1Pet. 4:10-11); jangan fokus pada ego/diri, perhatikan orang lain (Flp. 2:4); kamu wajib saling membasuh kaki (Yoh. 13:14-15); hidupku bukan lagi milikku (Gal. 2:20), biarlah semua yang bernafas memuji Tuhan (Mzm. 150:6), dan lainnya. Menurut Alkitab juga, Tuhan memberikan 19 karunia rohani yang setiap orang pasti memilikinya, meski satu atau dua, dan itu dari satu Roh, satu Tuhan (1Kor. 12:4-5). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 8 Januari 2023)

AKU SELAMAT, TANDANYA?

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan (Mat. 3:17)

Salam dalam kasih Kristus.

Kekristenan menyukai tanda. Dalam Perjanjian Lama banyak tanda yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia, seperti pelangi sebagai tanda perjanjian Allah bahwa manusia tidak dihukum lagi dengan air bah. Umumnya tanda adalah sesuatu yang “menakjubkan, mengherankan, mukjizat”, yang sulit dicerna oleh pikiran manusia.

Hari ini Minggu peringatan pembaptisan Tuhan Yesus. Firman Tuhan sesuai leksionari adalah Mat 3:13-17, yakni pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis. Dan sesudah dibaptis, “Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan” (ay. 15-17).

Jelas itu sebuah tanda. Tetapi baptisan bukanlah tanda keselamatan. Satu orang yang tersalib di sebelah Tuhan Yesus, tidak disunat atau dibaptis, tetapi tetap diselamatkan masuk ke Firdaus (Luk. 23:43). Dan kalau kita baca lebih awal, baptisan memiliki kesejajaran dengan sunat sebagai tanda perjanjian Allah dengan umat-Nya (Kej. 17:10-11; bdk. Mat 28:19). Baptisan air juga merupakan tanda pertobatan (Mat. 3:11), dalam arti kita mengikatkan diri dalam perjanjian dengan Allah (Rm. 6:3-5; Kol. 2:11-12). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 1 Januari 2023)

HUJAN BERKAT DI 2023

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya (Mzm. 118:24)

Salam dalam kasih Kristus dan Selamat Tahun Baru 2023 untuk kita semua.

Hari ini kita tiba di tahun baru 2023. Puji Tuhan. Sebuah sukacita melewati pergantian tahun. Bila pun ada pergumulan dan sakit yang masih dialami, tetaplah bersyukur; Tuhan mengizinkan itu semua agar kita semakin kuat terus berjalan bersama-Nya. Prinsip dalam pergumulan adalah Flp. 4:13 dan sukacita pengharapan dalam Rm. 12:12.

Justru mari kita melihat dan pastikan berkat Tuhan telah tersedia menanti di tahun 2023 ini. Angka terpapar Covid-19 semakin menurun di masa Natal dan tahun baru. Bahkan dua hari lalu, Presiden Jokowi mengumumkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) telah berakhir, meski kewaspadaan tetap diperlukan. Sungguh kita layak bersyukur, dan mendapatkan optimisme melihat ke depan (Flp. 3:13b). Tidak perlu terjerat di masa lalu; the past belong to the past.

Firman Tuhan sesuai leksionari di hari Minggu dan Tahun Baru ini adalah Bil. 6:22-27. Ini pernyataan berkat yang indah, disampaikan oleh Tuhan kepada Musa untuk diteruskan kepada umat-Nya. Nas berkat ini sudah sering kita dengar dan terima, khususnya di gereja atau ibadah lain saat berakhir. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!