NEGARA YANG GAGAL
Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi
”Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap” (Yeh. 37:11b)
Salam dalam kasih Kristus.
Ada banyak negara yang dianggap gagal menurut Indeks Ketahanan Negara dari lembaga Fund for Peace. Beberapa diantaranya adalah Suriah, Rwanda, kemudian masuk Myanmar, Afghanistan, dan lainnya. Bangsa dan negara Indonesia sungguh bersyukur, di tahun 2022 lalu indeks ketahanan kita terus membaik, di urutan 56 dari 154 negara; tertinggi Norwegia, Swedia, Finlandia, kemudian Singapore di urutan 17 dan Malaysia 40. Israel cukup bagus di urutan 30, sementara China di 53.
Terlepas plus minus lima kriteria penilaiannya, survei ini menyadarkan pentingnya negara kita tetap eksis, berkarya dan berdaulat. Kenaikan indeks Indonesia tidak lepas berkat pemerintahan saat ini. Oleh karenanya banyak pihak berharap situasi ini terus berjalan berkesinambungan, dan kita orang percaya harus ikut berperan mewujudkannya.
Firman Tuhan di hari Minggu berbahagia ini adalah Yeh. 37:1-14; ini janji kebangkitan Israel. Sebelumnya pasal 33 dan 35 menjelaskan kejatuhan dan keputusasaan umat atas kegagalan dan runtuhnya kejayaan raja Daud dan Salomo; kini penduduknya malah dibuang ke Babel. Tetapi Nabi Yehezkiel menyampaikan bahwa Tuhan tidak marah hingga melenyapkan mereka; kebangkitan baru akan terbit setelah melalui langkah pertobatan, pembaharuan, kebangkitan, dan akan disatukan kembali (pasal 34 dan 36). Read more