KABAR DARI BUKIT (Edisi 30 April 2023)

MEMENANGKAN JIWA

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

“Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kis. 2:47)

Salam dalam kasih Kristus.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Kis. 2:42-47. Nas ini bercerita tentang kehidupan jemaat mula-mula setelah Tuhan Yesus bangkit, dengan ciri-ciri mereka:

1. Bertekun dalam pengajaran (ay. 42a);
2. Berkumpul tiap hari di rumah-rumah jemaat secara bergilir untuk memecahkan roti (perjamuan kudus – Luk. 22:19) dan berdoa (ay. 42b, 45);
3. Berprinsip kepunyaan bersama. Bila jemaat menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (ay. 44-45);
4. Sehati, menyukai persekutuan dan beryanyi sukacita (ay. 46);
5. Disukai oleh orang luar dan memenangkan jiwa-jiwa baru (ay. 47).

Menurut kitab Kisah Para Rasul, jemaat mula-mula ini bertumbuh dari 120 jiwa (Kis. 1:15), dan setelah Pentakosta menjadi 3.000 orang (Kis. 2:41). Sungguh suatu perkembangan yang hebat, bertumbuh sehat secara kuantitas dan kualitas. Oleh karena itu banyak yang perlu kita teladani dan terapkan dalam kehidupan berjemaat saat ini.

Kita perlu terlebih dahulu memahami gereja dalam dua bentuk: sebagai organisme dan sebagai organisasi. Sebagai organisme yang hidup, gereja adalah kesatuan yang saling mendukung, hidup sebagai satu tubuh dengan Kristus sebagai kepala (Ef. 1:22; 2:21; Kol. 1:18). Kesatuan dan kesehatian sangat penting, seperti firman Tuhan mengatakan: supaya semua menjadi satu (Ut Omnes Unum Sint); Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh. 17:21-23). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 16 April 2023)

KEBANGKITAN DAN JALAN BARU

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu” (Kis. 2:28)

Salam dalam kasih Kristus.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Kis. 2:14a, 22-32. Nas ini merupakan Khotbah Petrus setelah Tuhan Yesus bangkit dari kubur. Kebangkitan-Nya memberi semangat baru bagi murid untuk memberitakan Dia. Tadinya murid yang lesu darah, kini seolah memiliki kuasa baru. Dan ini dimulai oleh Petrus di kota Yerusalem.

Khotbah Petrus ini menjelaskan, Yesus yang ditentukan dan dinyatakan Allah kepada orang Israel dengan kekuatan, mukjizat dan tanda-tanda yang dilakukan-Nya, malah mereka salibkan dan bunuh (ay. 22-23). Tetapi Petrus mengutip Mazmur Daud (Mzm. 16:8-11), salib bukan lagi kutuk tetapi sebuah jalan yang mesti ditempuh. Allah Bapa “tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan” (ay. 27). Ini sekaligus bukti bahwa orang percaya juga akan dibangkitkan! Haleluya.

Pendeta William Barclay, penulis buku seri terkenal berjudul Pemahaman Alkitab Setiap Hari, menjelaskan lima hal tentang nas minggu ini:
• pertama, salib bukanlah tindakan darurat melainkan rencana Allah;
• kedua, dengan penyaliban dan kebangkitan-Nya, kita semakin diteguhkan tentang pengorbanan dan kasih Allah;
• ketiga, penyaliban merupakan tindakan kejahatan yang menjijikan dan menakutkan, buah dari dosa (Kis. 2:23; 3:13; 4:10; 5:30);
• keempat, penyaliban dan kebangkitan adalah penggenapan nubuatan PL;
• kelima, kebangkitan menegaskan Yesus adalah pilihan dan Anak Allah (ay. 32). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 23 April 2023)

MEMBALAS KEBAIKAN TUHAN

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

“Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?” (Mzm. 116:12)

Salam dalam kasih Kristus.

Firman Tuhan di hari Minggu ini adalah Mzm. 116:1-4, 12-19. Bagian pertama (1-4) merupakan kesaksian Daud yang telah terluput dari belenggu maut. Bagian kedua (12-19), Daud merasakan perlu membalas kebaikan Tuhan tersebut. Kita pun tentu merasakan banyak kebaikan Tuhan yang kita terima, termasuk adanya pergumulan hidup yang bertujuan agar kita lebih dekat dan dapat merasakan kuasa serta penyertaan-Nya.

Segala kebaikan mestilah diberi respon positif. Untuk manusia saja kita merasa wajib membalas kebaikan yang diterima. Tetapi Alkitab juga mengingatkan, “Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?” (Mat. 5:46). Jadi membalas kebaikan atas kebaikan orang lain, tidak ada hebatnya.

Dalam renungan minggu lalu saya sampaikan bahwa pertobatan semata tidaklah cukup, meski untuk bertobat sebagai dasar bukanlah hal mudah. Selain adanya keinginan daging dan dunia yang menggoda, iblis penipu juga terus memprovokasi. Jika roh kita tidak bersama dengan Roh Allah, maka wajar kita akan kalah, akhirnya jatuh dan terjerat lagi. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 9 April 2023)

HIDUP BERKEMENANGAN

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

“Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (Yes. 25:9)

Salam dalam kasih Kristus. SELAMAT PASKAH.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu perayaan Kebangkitan Tuhan Yesus adalah Yes. 25:6-9. Nas ini merupakan janji keselamatan bagi bangsa-bangsa di Sion. “Sion” digunakan untuk kota Yerusalem (2Sam. 5:6-10) atau gunung Bait Allah yang kokoh (Mzm. 2:6; 48:12; 125:1-2). Sion juga dipakai simbol tempat suci (Mzm. 48:1-2). Sebutan istilah Putri Sion adalah kita orang percaya (setelah sebelumnya penduduk Yerusalem).

Gambaran sukacita yang diberikan nas ini sama dengan di PB (Rm. 11:26; Ibr. 12:22; 1Ptr 2:6). Sion tempat berkumpulnya orang percaya di akhir zaman bagi segala suku bangsa. Tersedia perjamuan masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur tua yang disaring endapannya (ay. 6; bdk. Why. 14:1; 19:9), tidak ada lagi kematian dan air mata kesedihan serta segala aib, sebab TUHAN mengoyakkan kain dan tudung perkabungan (ay. 7-8; bdk. Why. 7:16-17).

Tuhan Yesus bangkit dari kematian sesuai dengan nubuatan-Nya (Mat. 20:19). Pesan penting melalui kebangkitan ini adalah: Yesus Allah sejati dan iman kita tidak sia-sia, serta manusia harus melewati kematian dan setelah itu dibangkitkan (1Kor. 15:12-21). Kebangkitan Yesus sebuah bukti, kematian tubuh bukanlah akhir segalanya. Hidup bukan diakhiri dengan titik atau tanda tanya, tetapi sebuah tanda koma dan tanda seru. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 2 April 2023)

BERDOA DAN SIKAPNYA

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

”Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia” (Mzm. 31:6)

Salam dalam kasih Kristus.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu Palma ini Mzm. 31:1-9. Judul perikopnya: Aman dalam tangan TUHAN. Hari ini daun-daun palem akan menghiasi gereja. Besok kita akan masuk masa sengsara yang berpuncak hari Jumat Agung; kemudian Sabtu sepi. Hari Minggu adalah kebangkitan Yesus Tuhan kita.

Nas minggu ini merupakan doa Daud ketika dalam pelarian karena hendak dibunuh Raja Saul. Tentu siapapun akan menderita ketakutan bila hendak dibunuh, apalagi oleh raja dengan para serdadunya. Daud sebenarnya tidak bersalah, hanya iri hati dan ketakutan tersaingi mendorong Saul ingin membunuhnya. Ia tahu Daud adalah calon raja yang sudah diurapi Tuhan melalui Nabi Samuel (1Sam. 16:1-13).

Dalam situasi ketakutan tersebut kita dapat melihat alam batin Daud. Ada banyak permohonannya kepada Tuhan: jangan membuatnya malu (ay. 2), meluputkannya dari tangan musuh (ay. 2, 9), menyendengkan telinga, melihat kesesakannya dan bersegera (ay. 3, 8), melepaskannya dari jaring musuh (ay. 5), menjadi gunung batu perlindungan dan tempat menegakkan kakinya (ay. 3, 9). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!