MEMENANGKAN JIWA
Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi
“Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (Kis. 2:47)
Salam dalam kasih Kristus.
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Kis. 2:42-47. Nas ini bercerita tentang kehidupan jemaat mula-mula setelah Tuhan Yesus bangkit, dengan ciri-ciri mereka:
1. Bertekun dalam pengajaran (ay. 42a);
2. Berkumpul tiap hari di rumah-rumah jemaat secara bergilir untuk memecahkan roti (perjamuan kudus – Luk. 22:19) dan berdoa (ay. 42b, 45);
3. Berprinsip kepunyaan bersama. Bila jemaat menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing (ay. 44-45);
4. Sehati, menyukai persekutuan dan beryanyi sukacita (ay. 46);
5. Disukai oleh orang luar dan memenangkan jiwa-jiwa baru (ay. 47).
Menurut kitab Kisah Para Rasul, jemaat mula-mula ini bertumbuh dari 120 jiwa (Kis. 1:15), dan setelah Pentakosta menjadi 3.000 orang (Kis. 2:41). Sungguh suatu perkembangan yang hebat, bertumbuh sehat secara kuantitas dan kualitas. Oleh karena itu banyak yang perlu kita teladani dan terapkan dalam kehidupan berjemaat saat ini.
Kita perlu terlebih dahulu memahami gereja dalam dua bentuk: sebagai organisme dan sebagai organisasi. Sebagai organisme yang hidup, gereja adalah kesatuan yang saling mendukung, hidup sebagai satu tubuh dengan Kristus sebagai kepala (Ef. 1:22; 2:21; Kol. 1:18). Kesatuan dan kesehatian sangat penting, seperti firman Tuhan mengatakan: supaya semua menjadi satu (Ut Omnes Unum Sint); Yesus dan Bapa adalah satu (Yoh. 17:21-23). Read more