KABAR DARI BUKIT (Edisi 27 Agustus 2023)

DALAM PEMELIHARAAN ALLAH

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

”Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air” (Kel. 2:10)

Melalui Kitab Kejadian paling tidak ada empat kisah kehidupan yang menarik dan telah dijadikan renungan sebelumnya. Pertama adalah Abraham, yang dipanggil Tuhan berangkat menuju Tanah Kanaan. Kemudian lahirnya Ishak dan pencarian jodohnya. Yakub yang “penipu” hingga menjadi bapak 12 suku Israel. Terakhir Yusuf yang dijual menjadi budak, namun akhirnya menjadi pembesar di Mesir. Dari semua kisah itu, satu kesimpulan yakni adanya pemeliharaan Allah dalam kehidupan mereka.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Keluaran 1:8-2:10. Ini kisah kelahiran Musa, nabi besar di tengah masa sukarnya bangsa Israel yang hidup di Mesir pasca kematian Yusuf. Firaun tidak menginginkan jumlah mereka semakin banyak sehingga dibuat aturan agar bayi laki-laki Israel yang lahir dibunuh, dan mereka yang sudah dewasa dipaksa kerja rodi dan ditindas (ay. 1:10-14). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 20 Agustus 2023)

KASIH DAN PENGAMPUNAN

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

”Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu” (Kej. 45:5)

Paus Fransiskus dalam audiensi umum kepada 12.000 jemaat yang hadir di Lapangan Santo Petrus bulan Agustus 2014, mengatakan rasa iri, dengki dan berperilaku buruk lainnya adalah manusiawi, tetapi sifat-sifat itu bukan Kristen (pgi.or.id). Alkitab sendiri menuliskan adanya puluhan sifat dan perilaku buruk manusia, yang bisa dikaitkan dengan iman, pengharapan dan kasih.

Firman Tuhan di hari Minggu ini bagi kita adalah Kej. 45:1-15. Ini kisah Yusuf saat memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, ketika mereka datang ke Mesir untuk mencari makanan sebab di Israel terjadi bencana kelaparan. Dalam kisah sebelumnya kita tahu, saudara-saudaranya telah menjual Yusuf sehingga menjadi budak (Kej. 37). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 13 Agustus 2023)

IRI HATI DAN KENAL DIRI

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

”Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya….” (Kej. 37:4a)

Salah satu kunci keberhasilan dalam hidup adalah mengenal diri sendiri dengan baik, melalui penilaian jujur dan metode yang benar. Dengan kenal diri, maka seseorang akan lebih siap dalam mengembangkan diri. Dan yang lebih positif lagi, tidak akan muncul rasa iri hati, cemburu dan dengki.

Firman Tuhan di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Kej. 37:1-4, 12-28. Ini kisah hidup Yusuf anak Yakub bersama saudaranya; yang mungkin kita banyak tahu saat ikut Sekolah Minggu dulu. Yusuf anak kesayangan Yakub, suka diberi jubah yang maha indah (ay. 3). Belum lagi Yusuf suka mengadu tentang kejahatan saudara-saudaranya (ay. 2). Puncaknya, Yusuf bercerita tentang dua mimpinya bahwa saudara-saudaranya kelak akan menyembah dia (ay. 5-10). Maka iri hatilah saudara-saudaranya kepadanya (ay. 11). Saudara-saudaranya pun bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya (ay. 18). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 6 Agustus 2023)

MENANG DALAM PERGELUTAN HIDUP

Pdt. (Em.) Ramles M. Silalahi

”Lalu kata orang itu: ”Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang” (Kej. 32:28)

Perjalanan kehidupan ada kalanya tidak mudah. Ada yang melaluinya dengan bergelut susah payah, merasakan pahit getir, banyak berkorban demi sebuah cita-cita pengharapan. Berjalan bersama Tuhan Yesus tetap memerlukan upaya dan lolos dari ujian dan rintangan. Keyakinan yang berlebihan justru kadang membawa manusia lupa diri, ternyata egoisme dan godaan yang muncul, seringkali membuat orang menjadi kalah dan akhirnya terpuruk.

Firman Tuhan di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Kej. 32: 22-31. Judul perikopnya: Pergumulan Yakub dengan Allah. Ini kisah perjalanan pulang Yakub dengan memboyong dua istri anak Laban dan 11 anaknya, budak dan ternak yang banyak (ay. 13-15, 22). Semua diperolehnya dengan perjuangan hidup bekerja selama puluhan tahun di kampung mertua.

Yakub ingin pulang, namun masih ketakutan atas tipuannya terhadap abangnya Esau. Menjelang tiba di tujuan, Yakub mengirimkan dahulu istri dan anak-anaknya, serta menghadiahi Esau dengan ratusan ternak. Ia memilih bermalam dahulu sendirian, melihat respon abangnya. Esau yang sukacita bersemangat menyambut adiknya, mengerahkan banyak orang bersiap, justru dikira Yakub ingin membunuhnya. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!