ADIL DAN DOSA KEPADA DIRI
Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi
”Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia” (Im. 19:17)
Kadang kita dihadapkan pada situasi keberpihakan: membela yang lemah, atau membela yang benar? Kecendrungan psikologis menuntun kita membela yang lemah. Itu wajar, sebab muncul empati, rasa iba; dan itu tidak buruk. Seorang tokoh perfileman mengatakan, “suatu karunia besar bagi manusia memiliki kekuatan empati.” Teolog Carl Jung bahkan menyebutkan, “bila empati hilang, maka dunia akan menderita.”
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Im. 19:1-2, 15-18. Ini bagian kitab Imamat pasal 17 – 25 yang berbicara tentang kekudusan, dengan perintah tegas dan berulang: “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (ay. 2). Kita tahu Kitab Imamat adalah peraturan rinci bagi para imam dan umat Israel dalam menjalani ibadah dan upacara keagamaan, agar mereka memiliki hubungan yang baik dengan Allah.
Mengacu kepada kitab Ibrani Mitzvot sebagai rincian Sepuluh Perintah Allah (Kel. 20:3-20), ada 613 perintah yang dituliskan dalam Taurat; terdiri dari 248 “perintah positif” yakni untuk dilakukan, dan 365 “perintah negatif” yakni dilarang dilakukan. Dengan banyaknya perintah itu, maka semua manusia berbuat dosa (Rm. 3:23) menjadi satu hal yang tidak dapat disangkal. Read more