KABAR DARI BUKIT (Edisi 26 November 2023)

GEMBALA, PEMIMPIN DAN KEPEDULIAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH” (Yeh. 34:15)

Hari ini kita masuk ke Minggu Kristus Raja, akhir dari siklus kalender gereja. Minggu depan awal kalender dimulai dari Minggu Adven, gerbang perenungan sebelum merayakan Natal. Minggu Kristus Raja berarti dalam perjalanan hidup setahun ber-Tuhan dan bergereja, mestinya semakin meneguhkan kita bahwa Kristus adalah Raja, pemimpin dan Gembala dalam kehidupan, memerintah dalam hati dan pikiran, Penuntun langkah dan tindakan sesuai dengan kehendak-Nya.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Yeh. 34:11-16, 20-24. Nas ini menegaskan Tuhan (Yesus) adalah “Gembala yang baik, melawan gembala-gembala yang jahat,” sesuai judul perikopnya. Gembala yang jahat digambarkan sebagai raja-raja Israel, pemimpin, para imam, dan kaum Farisi yang bertindak tidak adil, yang memeras dan mengeksploitasi domba-domba (umat) Israel, menjadi terserak dan mangsa para musuh (ay. 7-8).

Nas ini membawa kita pada situasi politik saat ini yang sedang “panas dan heboh”, tentang pemimpin yang baik. Tanpa diduga putra Presiden yang masih muda berhasil sebagai Cawapres dan adiknya terpilih sebagai ketua partai. Ada dugaan campur tangan Presiden, yang selama ini bersama putra dan menantunya dibesarkan oleh partai lain. Mengapa begitu cepat berbalik? Tentu masih misteri. Namun dari survey lembaga SMRC (kompas.com) hasilnya 39 % mengatakan langkah Presiden kurang pantas, 8 % mengatakan tidak pantas sama sekali, dan 30% mengatakan pantas. Ya, pendapat bisa berbeda, tapi intinya adalah kepedulian masa depan demokrasi bangsa kita ke depan.

Dr. J. Robert Clinton menuliskan dalam bukunya Pembentukan Pemimpin Sejati, perlu ada lima tahapan yang perlu dilalui seorang pemimpin (atau gembala), yakni: fase kedaulatan dasar, pertumbuhan batin, pendewasaan pelayanan, pendewasaan hidup, dan pemusatan. Ini sebuah garis kehidupan yang merupakan kunci keberhasilan. Resikonya, kegagalan, munculnya pemimpin karbitan. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 19 November 2023)

AMARAH TUHAN DAN DAMPAKNYA

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

Aku akan menyusahkan manusia, sehingga mereka berjalan seperti orang buta, sebab mereka telah berdosa kepada TUHAN (Zef. 1:17)

Sikap marah merupakan emosi yang lumrah dialami semua orang. Meski semua tahu bahwa marah lebih banyak membawa dampak buruk, tapi kadang luapan emosi itu tidak terbendung. Bersyukur jika marahnya memiliki tujuan (mendidik) dan berhasil. Namun, bila marah karena merasa tidak diperlakukan “adil dan benar”, atau ada yang menghalangi tujuannya, maka itu tidak baik dan bersifat lebih egoistis.

Firman Tuhan bagi kita pada hari Minggu yang berbahagia ini adalah Zef. 1:7, 8-12. Nas ini menjelaskan kemarahan Tuhan kepada bangsa Israel. Judul perikopnya: Penghukuman pada hari TUHAN. Ini mengacu kepada akhir zaman, saat Kristus datang kedua kalinya. Hari Tuhan bukanlah mesti kiamat, tetapi juga tatkala kita meninggalkan dunia fana ini. Jadi pengertian hari Tuhan sudah dekat, lebih realistis (ay. 7).

Mengapa Tuhan marah dan menghukum? Alkitab menjelaskan ada berbagai penyebab Tuhan marah. Dalam PL, Tuhan marah kepada Adam dan Hawa. Kemudian Tuhan marah pada peristiwa air bah dan kepada umat Israel yang membuat tuhan dari patung lembu emas dalam perjalanan keluar dari Mesir. Dalam PB, Tuhan Yesus marah kepada pedagang dan membalikkan meja dan bangku mereka. Ia juga marah saat para murid menghalangi anak-anak untuk datang kepada-Nya (Mrk. 10:13-14). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 12 November 2023)

BERTUHAN ITU PILIHAN DAN BERKONSEKUENSI

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” (Yos. 24:15b)

Hidup adalah pilihan sudah sering kita dengar, meski ada bagian hidup yang kita tidak dapat memilih, seperti kelahiran, kondisi fisik, orangtua, suku bangsa, dan lainnya. Kadang ini disebut sebagai nasib atau takdir, dan pengertiannya bisa negatif atau positif, tergantung sudut pandang. Namun setelah pribadi berkembang dan akal pikiran bertumbuh, manusia selalu diarahkan untuk memilih, dari hal kecil, seperti jenis makanan/minuman, sekolah, kerja keras atau santai, kawin dan jumlah anak, dan hal lainnya.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Yos. 24:1-3a, 14-25. Nas ini merupakan amanat perpisahan Yosua setelah ia berhasil membawa umat Israel masuk ke Tanah Kanaan. Ia mengumpulkan para tua-tua dan pemimpin untuk mendengar amanatnya. Tugasnya telah selesai dan ia meminta umat Israel memilih: menyembah Allah yang memanggil Abraham untuk menjadi bangsa yang besar, atau tidak menyembah allah nenek moyang mereka atau allah asing yang mereka baru kenal.

Kita juga bisa berhadapan dengan situasi yang sama. Ada banyak Allah dikenal umat manusia saat ini. Sejarah agama memperlihatkan, “konsep dan pengertian” Allah memang berkembang, mulai dari penyembahan “sesuatu” yang awalnya adalah ketakutan, kemudian ketidaktahuan, sampai kepada sumber pengharapan. Allah masa kini juga dikenal dalam berbagai versi, mulai dari allah yang memberi “restu” untuk membunuh demi keyakinan, sampai kepada pengertian allah yang tidak dapat dikenal dan tidak terjangkau pikiran oleh kaum agnostik. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 5 November 2023)

BERJALAN BERSAMA TUHAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau” (Yos. 3:7)

Menurut Derek Prince dalam bukunya Faith to Live By, ada tiga kata (dalam bahasa Inggris) yang dimulai huruf “f” perlu dipahami bedanya: fact, faith, and feeling (fakta, iman, dan perasaan). Firman Allah adalah fakta dan tidak berubah. Iman adalah sikap terhadap firman Allah sebagai fakta dan mengakuinya. Sementara perasaan, sesuatu yang dapat berubah. Tetapi jika iman berdiri teguh, perasaan akan seirama dengan fakta. Sebaliknya, jika dimulai dengan perasaan daripada fakta dan iman, seringnya akan berakhir dengan masalah.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Yos. 3:7-17. Nas ini menceritakan persiapan Yosua memasuki Tanah Kanaan. Janji Tuhan kepada Musa juga diberikan kepada Yosua sebagaimana ayat pembuka di atas.

Ya, Tuhan selalu mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Selain Yosua sebelumnya pengalaman sebagai pembantu Musa, ia juga diuji. Ada informasi bahwa orang Kanaan, Het, suku Hewi, Feris, Girgasi, Amori, dan Yebus akan menghadang. Mereka-mereka ini bangsa yang kuat dan berkubu (ay. 10; Bil. 13:28-33). Namun melalui hikmat kecerdikan Yosua dengan mengirim pengintai yang dibantu perempuan sundal Rahab, akhirnya mereka tahu situasi tanah yang akan dimasukinya (Yos. 2:1-24). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!