KABAR DARI BUKIT (Edisi 25 Februari 2024)

FIRMAN, JANJI ALLAH DAN KITA

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.” (Kej 17:7)

Saat kuliah teologi dan berwisata ke Bali, saya melihat layanan melukis tato di tubuh. Saya tergerak dan memutuskan mentato pundak saya dengan gambar salib. Saya berharap, itu tanda perjanjian dengan Allah, dan diingatkan untuk siap memikul salib dalam perjalanan hidup dan pelayanan. Amin.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Kej. 17:1-7, 15-16. Perikopnya tentang sunat sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham. Bila Abraham setia, maka Allah berjanji akan memberikan keturunan yang sangat banyak, ia menjadi bapa sejumlah besar bangsa, kepemilikan Tanah Kanaan dan akan adanya raja-raja yang berkuasa (ay. 2-8). Syarat utama ikatan perjanjian adalah: umat Israel hidup di hadapan Allah dengan tidak bercela (ay. 1). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 18 Februari 2024)

MENDERITA DENGAN SABAR

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (1Pet. 3:18)

Tidak semua niat baik hasilnya baik, bahkan kadang buruk. Misalnya kita memberi nasihat, berharap yang bagus, namun perkiraannya ada udang di balik batu. Responnya malah perselisihan. Bagi seorang hamba Tuhan atau umat yang peduli, resiko ini harus dipersiapkan. Prinsip utama tetaplah dipegang, lebih baik takut kepada Tuhan sesuai firman-Nya: “Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa” (Yak. 4:17; bdk. Im. 19:17).

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah 1Pet. 3:18-22. Judul perikopnya: Menderita dengan sabar. Contoh yang diberikan adalah Kristus, “Ia yang benar (telah mati) untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (ay. 18). Artinya, Tuhan Yesus menderita atas hal yang sama; jadi kita tidak perlu berkecil hati, atau menjadi takut mengulangi berbuat baik. Tuhan melihat hati dan motivasi. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 11 Februari 2024)

TERANG DI HATI DAN JANJI KEMULIAAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.” (2Kor. 4:6b)

Hari ini adalah Minggu Epifani terakhir dalam kalender gereja dan juga disebut Minggu Transfigurasi, yang berarti perubahan muka/bentuk. Ini berdasar kisah Yesus naik ke gunung, berdoa bersama tiga murid-Nya. Tiba-tiba Yesus berubah rupa, sedang berbicara dengan Elia dan Musa dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Kisah ini dapat dibaca pada Mrk 9:2-9 dan menjadi renungan paralel minggu ini (link di bawah).

Hari Rabu nanti, kita akan masuk Rabu Abu, pintu masuk ke masa Pra-Paskah. Jika Minggu Transfigurasi adalah mengenang penggenapan ke-Ilahian Yesus, maka Rabu Abu adalah awal mengenang penyelamatan Allah bagi manusia yang dari debu/abu, namun melalui penderitaan Tuhan Yesus yang sampai disiksa, dicerca dan mati disalibkan di bukit Golgota, kita ditebus, hidup dan diselamatkan.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah 2Kor. 4:3-6. Nas ini menegaskan bahwa Injil Yesus harus terus diberitakan, baik melalui firman-Nya, perbuatan kasih, maupun dengan keteladanan kesiapan berkorban dan setia sampai akhir hayat. Hidup di dunia ini adalah pertandingan, mesti diakhiri dengan kemenangan (2Tim. 4:7). Nas minggu ini juga mengingatkan, dalam memberitakan Injil, jangan fokus pada diri sendiri (ay. 5), sebagaimana kita kadang mendengar khotbah yang bercerita lebih banyak tentang dirinya daripada Tuhan Yesus. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 4 Februari 2024)

KRISTEN BUNGLON

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1Kor. 9:16b)

Semua pernah mendengar tentang bunglon. Menurut Wikipedia, bunglon adalah sebutan khusus untuk beraneka jenis kadal/bengkarung atau calotes, yang memiliki kemampuan mengubah bahkan mengkombinasi warna kulit luarnya. Yang terkenal tentunya Iguana, yang sering dipelihara karena cantik, imut, meski lumayan mahal.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah 1Kor. 9:16-23. Firman Tuhan yang ditulis oleh Rasul Paulus ini menjelaskan tentang perlunya kita orang Kristen bersikap luwes hidup dalam keragaman masyarakat, khususnya memberitakan Yesus Kristus. Perlu ada hikmat dan taktik, tidak harus ngotot, serang, dan akhirnya malah orang menjauh.

Bunglon berbeda dengan topeng yang menampilkan wajah “palsu”, tidak sesuai aslinya. Pengalaman membuktikan, wajah, sifat dan karakter yang buruk pasti terkuak, tidak dapat lama tersembunyikan. Maka, janganlah bertopeng dalam menjalani kehidupan ini, tapi ubahlah yang tidak sesuai firman-Nya.

Memberitakan Kristus tentu berharap orang lain mau ikut menjadi murid-Nya. Untuk itu keluwesan diperlukan, seperti bunglon. Ini terutama dilakukan bagi mereka yang belum mengenal Kristus, dengan tujuan, “supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (ay. 19b). Bukan cara menghalalkan tujuan, tetapi yang penting adalah Kristus diberitakan (Flp. 1:18). Soal berhasil atau tidak, itu adalah ranah Tuhan yang memberikan iman kepadanya (Rm. 10:17; 12:3; 1Kor. 12:9). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!