KABAR DARI BUKIT (Edisi 28 April 2024)

KASIH DAN KETAKUTAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan” (1Yoh. 4:18a)

Setiap orang memiliki rasa takut, ada yang sebentar lalu hilang, tapi ada juga yang berkepanjangan bahkan menjadi beban sepanjang hidup. Tentu semua ada penyebabnya, namun ada keyakinan iman bahwa semua persoalan dapat diselesaikan. Tidak ada masalah yang abadi.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah 1Yoh. 4:7-21. Perikop ini menjelaskan kembali pentingnya saling mengasihi. Dan ada dasarnya. Pertama, Allah adalah kasih, kita lahir dan berasal dari Allah, dan menjadi anak-anak Allah (ay. 2, 7). Kedua, kita sadar Allah mengasihi terlebih dahulu sehingga kita layak untuk mengasihi orang lain (ay. 10, 19).

Ketiga, jika tidak mengasihi berarti kita tidak mengenal Allah (ay. 8). Hanya mereka yang mengasihi dan tetap dalam kasih, membuktikan bahwa ia berada di dalam Allah, Allah di dalam dia, dan itu buah dari iman pengakuan Yesus adalah Anak Allah (ay. 13-16).

Hal keempat, tentunya kita banyak berinteraksi dengan orang lain. Selain hal yang membuat hati senang, kadang muncul sikap dan perbuatan orang lain yang kurang layak, membuat hati kita dapat galau, sedih dan bahkan kesal. Tapi dampaknya tergantung kita, sebab respon kitalah yang menentukan dampaknya, menyimpannya di hati seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan (Kis. 8:23), atau mengambil hikmat untuk kebaikan diri. Read more

GT News | Budidaya Padi Metoda SRI (2)

Padi SRI (2)

Berita Uji Coba Padi SRI ke-2:
Varitas: Arias
Lokasi : Desa Harian
Luas Lahan: 9 Rante/. 3.600 m2. Jarak tanam 30cmx30cm.
Waktu Tanam: Nov 2023
Panen: 26 April 2024
Nama Petani: A. David Silalahi

Hasil Uji Coba:

Budi Daya: Hasil budidaya secara keseluruhan baik. Anakan > 30 batang. Mayang 25% lebih panjang. Besar batang > 30% lebih besar. Bentuk padi lebih kuat dan mengkilat. Akar lebih dalam.
Hasil Panen:
Dibandingan dgn budidaya konvensional hasil LEBIH BESAR 50%.

Berat 2.925 kg Gabah Basah. Setara dgn 2.340 kg Gabah Kering.
Jumlah ini setara dgn 6.500 kg Gabah Kering per Hektar.
Hasil panen dlm ukuran BAIK pada lahan yg sama adalah 4.200 kg per Hektar Gabah Kering
Referensi produktivitas varitas Arias adalah 4.500 kg per Hektar Gabah Kering.

Video

Doa Sukses UTBK SNBT Bersama 445 Siswa-Siswi Bimbel GT-GO

Bimbel2023

Acara Doa Sukses UTBK SNBT Bersama Siswa-siswi Bimbel GT-GO asal 9 (sembilan) Kabupaten KDT diadakan pada:

Sabtu, 27 April 2024
Pukul 16.00 WIB – Selesai
Via aplikasi Zoom

Join Zoom Meeting:
https://us02web.zoom.us/j/84460319155?pwd=anU2bHhDcnE5eXNnM3ZEdWFMa21hQT09

Meeting ID: 844 6031 9155
Passcode: 663503

Kehadiran Abang dan Kakak akan memberikan semangat bagi adik-adik di Kawasan Danau Toba. Semoga para siswa sukses masuk PTN 2024🙏

Salam Gaja Toba

GT News | Bimbel GT-GO

Generasi Muda Hebat, Kawasan Danau Toba Maju

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-8, Bimbingan Belajar Gaja Toba Ganesha Operation (GT-GO) tahun 2023-2024 diikuti oleh 445 siswa di 9 Kabupaten. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan tingkat kelulusan siswa-siswi asal KDT ke perguruan tinggi negeri.

Mari berpartisipasi dan mendukung program ini guna peningkatan kualitas pendidikan generasi muda di Kawasan Danau Toba.

Salam Gaja Toba

Instagram

KABAR DARI BUKIT (Edisi 21 April 2024)

KEPEKAAN SOSIAL KRISTIANI

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah” (1Yoh. 3:19)

Allah adalah kasih, dan mengasihi adalah sifat-Nya (1Yoh. 4:7-8). Oleh karena itu kekristenan mengutamakan ajaran kasih, dan sama sekali tidak menolerir perbuatan jahat apalagi tindakan kekerasan main hakim sendiri. Allah adalah hakimnya dan yang berhak atas pembalasan (Ul. 32:35; Rm. 12:19).

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah 1Yoh. 3:16-24; masih lanjutan nas minggu lalu ayat 1-7 tentang status kita sebagai anak-anak Allah. Konsekuensi Allah adalah kasih maka kita pun anak-anak-Nya haruslah dikenal karena kasih yang diperlihatkan. Penjelasan kasih pada 1Kor. 13 menunjukkan bahwa kasih itu bukan soal perasaan semata, tetapi tampak dalam sikap dan perbuatan, seperti sabar, murah hati dan tidak sombong.

Kata mengasihi yang dipakai dalam nas minggu ini bentuknya kata kerja. Artinya, berbuat kasih perlu konkrit. Contoh yang diberikan pun gampang, “Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran” (ay. 17-18). Read more

GT News | Sumur Pompa Elnusa

Program 1000 Mata Air telah membuktikan bahwa dengan fokus yang tepat pada kebutuhan masyarakat, serta penggunaan teknologi yang sederhana namun efektif, perubahan besar dan berkelanjutan bisa diwujudkan dalam kehidupan banyak orang.

Melalui kerja sama dan komitmen yang terus-menerus, kita dapat melihat masa depan yang lebih cerah dan lebih mandiri bagi petani di Kawasan Danau Toba.

Salam Gaja Toba

Instagram

KABAR DARI BUKIT (Edisi 14 April 2024)

ANAK MIRIP TETANGGA

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Ya Abba-Bapa, ini aku anak-Mu, layakkanlah seluruh hidupku” (Lagu: “Ku Mau Cinta Yesus Selamanya”)

Kekristenan memiliki hubungan yang unik dan mesra antara orang percaya dengan Allah yang disembahnya dalam nama Yesus Kristus. Sejarah agama memperlihatkan hubungan manusia dengan Allah diawali dengan rasa takut dan takjub, belum mengenal Allah dengan baik dan benar. Mereka pun menyembah pohon, gunung, matahari, atau benda alam lainnya, kemudian menyembah patung dewa-dewa.

Segala puji syukur, melalui Yesus Kristus, kita mengenal Allah dengan baik dan benar. Alkitab menuliskan hal ini, “Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal,… Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran” (Yoh. 4:22-23).

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah 1Yoh. 3:1-7. Judul perikopnya: Anak-anak Allah. Kita “disamakan” dengan Yesus Kristus menjadi anak-anak-Nya melalui proses adopsi rohani dan iman. Menurut Dr. Chis Marantika dalam bukunya Doktrin Keselamatan dan Kehidupan Rohani, kata adopsi diterjemahkan dari kata Yunani huiothesias, yakni pemberian posisi legal sebagai anak. Kata ini lima kali disebut dalam PB dan salah satunya, “Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya” (Ef. 1:5; lih. Gal. 4:5; Rm. 8:15, 23; 9:4). Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 7 April 2024)

SUKACITA FIRMAN HIDUP

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami” (1Yoh. 1:2)

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah 1Yoh. 1:1-2:2. Judul perikopnya: Kesaksian para rasul tentang Firman hidup dan Allah adalah terang. Membaca nas ini sangatlah enak, poin-poin utamanya mudah diikuti, dicerna, dan pesannya jelas. Semestinya setelah membaca dan mengamininya, setiap orang percaya berubah pribadinya. Janganlah setelah membaca firman/renungan, menyetujui isinya, namun tidak terjadi perubahan diri.

Pesan pertama nas ini yakni Allah menjadi manusia, Firman hidup. Rasul Yohanes sebelumnya mengatakan, “Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya…, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yoh. 1:1b-2, 14).

Mengapa menjadi manusia? Inkarnasi Allah diperlukan karena tidak cukup lagi pesan-pesan melalui nabi dalam PL untuk mengubah dan menyelamatkan manusia. Dalam inkarnasi sebagai Yesus Kristus, kita lebih mudah mengenal, merasakan, meraba dan melihat contoh teladan yang sempurna kehidupan Yesus di dunia, menampakkan wujud kasih, kesetiaan, pengorbanan dan pengampunan. Allah menjadi manusia karena kasih-Nya yang begitu besar, agar banyak jiwa tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (ay. 2; Yoh. 3:16). Read more

Webinar | Gaja Toba Pengin Faham

GTPenginFaham

[ut_button color=”mid-blue” target=”_self”

Gaja Toba Pengin Faham
Memahami Nama-Nama Ilahi Dalam Konteks Alkitab dan Konteks Kita

Allah, Tuhan, Lord, Debata, YHWH, dan berbagai penamaan kita temui tentang Dia Yang Maha Pencipta. Bagi Bangso Batak, penamaan DEBATA JAHOWA sendiri sebenarnya unik. Paduan dari Debata (bahasa Sanskrit, konsep Dewa Hindu) dan YHW.

Lalu bagaimana sebenarnya konsep dan pemahaman alkitabiah tentang hal ini? Mari kita memperdalam pengetahuan kita dengan mengikuti diskusi bersama Dr. Anwar Tjen, PhD, pendeta dan konsultan ahli LAI, Ahli filologi dan Tafsir Kitab Suci terkemuka di Indonesia.

Ayo bergabung dalam diskusi ini dan perkaya pemahaman keimanan kita.

Acara akan diadakan pada:
Sabtu, 6 April 2024
Pukul: 09:30-11.30 WIB
Via Zoom
Meeting ID: 873 3374 3555
Passcode: gajatoba

Pembicara :

Pdt. Dr. Anwar Tjen

Pendeta Gereja Kristen Protestan Indonesia, dengan tugas utama sebagai Kepala Departemen Penerjemahan di Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). Anggota Komisi Teologi & Liturgi PGI.

Studi teologi di STT Nommensen, Pematangsiantar (S.Th., 1991). Studi lanjut dalam teologi dan tafsir Kitab Suci di Union Theological Seminary in Virginia, USA (Th.M./1995), Pontificium Institutum Biblicum, Roma (1997-98), L’Ecole Biblique, Jerusalem, Universitas Tesalonika, Yunani (2000). Studi doktoral dalam bidang biblika di Cambridge University, UK (PhD/2003). Studi komplementer dalam bidang linguistik di Australian National University, Canberra (GradDipl/2007).

Moderator:
Toni P. Sianipar (Gaja Toba AR-80)

Link Pendaftaran:
https://bit.ly/gajatobapenginfaham

Salam,
Lambok A. Siahaan (SI75)
Toni P. Sianipar (AR80)
Gaja Toba Budaya Batak

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!