KABAR DARI BUKIT (Edisi 26 Mei 2024)

MENANG ATAS PENDERITAAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami” (2Kor. 4:7)

Salah satu ketakutan manusia adalah merasa sendirian, tidak berdaya. Hal itu terjadi jika kondisinya sudah pada titik nadir, dampak situasi ekonomi, kesehatan, perseteruan, atau penolakan. Pikiran buntu, melihat tidak ada lagi peluang pengharapan seolah lenyap. Situasi neurotik ini menurut pakar psikologi sangat berbahaya, dapat menimbulkan rasa frustasi, ketakutan, merasa gagal dan bersalah, hingga depresi dan bunuh diri.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu Trinitas yang berbahagia ini adalah 2Kor. 4:7-15. Judul perikopnya: Harta rohani dalam bejana tanah. Pada ayat 7 dituliskan, “Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.”

Pesan pertama renungan kita yakni agar manusia tidak sombong. Kemanusiaan dan kedagingan kita lemah, bagaikan bejana tanah liat yang rapuh, mudah pecah berkeping. Semakin hari tubuh kita merosot dan tidak ada yang dapat menghentikannya. Kita dengan mudah mengalami rasa sakit, kesusahan, kesedihan dan tangisan. Namun orang yang rendah hati lebih siap menghadapinya, sebab hikmat Tuhan ada padanya (Ams. 11:2).

Pesan kedua nas ini, agar jemaat di Korintus dan kita tidak mudah menyerah dan tawar hati. Meski tubuh kita merosot dan kedagingan kita merana, namun kita tidak perlu takut dan gentar. Di dalam bejana yang rapuh itu tersimpan harta sorgawi, yakni “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami” (ay. 10). Keteladanan dan kuasa Tuhan Yesus menjadi pegangan. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 19 Mei 2024)

NURANI DAN ROH KEBENARAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yoh. 16:8)

Firman Tuhan bagi kita pada hari raya Pentakosta hari Minggu ini adalah Yoh. 15:26-27; 16:4b-15. Hari ini disebut juga hari pencurahan Roh Kudus karena dalam penantian, kesedihan, dan ketakutan para murid yang berkumpul di sebuah kamar atas, Roh Kudus dicurahkan ke atas mereka (Kis. 2:1-4). Hari ini disebut juga sebagai hari lahirnya Gereja, karena Roh Kudus memberikan kuasa kepada para murid mengabarkan Injil dan menjadi saksi bagi Kristus di seluruh dunia (ay. 15:26-27; Kis. 2:14-40).

Pesan pertama nas minggu ini adalah perkataan Tuhan Yesus, ” Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu” (ay. 16:7). Poin ini penting sebab dengan pencurahan Roh Kudus, maka janji Allah digenapi bahwa Tuhan Yesus menyertai kita sampai akhir zaman (Mat. 28:20). Dalam kemanusiaan-Nya, Yesus tentu terbatas masa dan umur-Nya. Kematian Yesus di usia muda dan hanya melayani tiga tahun dengan karya yang begitu besar, memperlihatkan kepada murid dan kita, bahwa pekerjaan misi Yesus telah diserahkan kepada semua orang percaya dengan bekal untuk dapat melakukan pekerjaan-Nya bahkan lebih besar (Yoh. 14:12).

Pesan kedua, dalam nas minggu ini Roh Kudus disebutkan sebagai Roh Kebenaran, dan pekerjaan-Nya ada tiga: “Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum” (ay. 9-11). Ketiga hal ini yakni keinsyafan atau kesadaran akan dosa, kebenaran dan penghakiman sangatlah berhubungan dengan hati nurani. Read more

GT News | Budidaya Padi Metoda SRI Tahap 3

Uji Coba Penanaman Padi SRI Tahap 3 di Onan Runggu, Samosir: Produktivitas Meningkat Signifikan menjadi pembicaraan hangat di lapo.

Onan Runggu, Samosir – Laporan terbaru dari uji coba penanaman padi menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI) di Desa Harian, Kecamatan Onan Runggu, Pulau Samosir, menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Uji coba yang memasuki tahap ketiga ini telah dilaksanakan dengan berbagai indikator vegetatif yang menunjukkan hasil di atas rata-rata.

Penanaman padi dilakukan pada bulan November 2023, dan panen dilakukan pada tanggal 27 April 2024. Varietas yang digunakan adalah Arias dengan luas lahan mencapai 958 meter persegi atau setara dengan 2,4 Rante. Omri Samosir, yang memimpin laporan uji coba ini, mengungkapkan bahwa produktivitas panen kali ini sangat tinggi dan melampaui ekspektasi awal.

Setelah proses penjemuran, hasil panen mencapai 1.003 kilogram gabah kering siap giling, yang berarti produktivitas mencapai 10,5 ton per hektar. “Hasil ini sekitar 100% lebih tinggi dibandingkan dengan hasil panen terbaik di lahan yang sama sebelumnya,” ujar Omri. Jika dibandingkan dengan uji coba tahap pertama yang menghasilkan 6,6 ton per hektar, peningkatan kali ini sebesar 50%.

Selain itu, Omri juga mencatat bahwa hampir seluruh sawah di Desa Harian mengalami peningkatan produktivitas sekitar 10-15% akibat cuaca yang sangat mendukung selama musim tanam kali ini. Ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca yang baik juga turut berkontribusi dalam peningkatan hasil panen di wilayah tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Gaja Toba Wilayah Selatan Kaldera, Ikatan Alumni ITB yang berasal dari kawasan Danau Toba. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di wilayah tersebut dengan menerapkan teknologi dan metode pertanian modern.

Kesuksesan uji coba tahap ketiga ini memberikan harapan besar bagi para petani di Onan Runggu dan sekitarnya untuk terus mengembangkan metode SRI dalam budidaya padi mereka. Dengan hasil yang signifikan ini, diharapkan metode SRI dapat terus diterapkan dan disempurnakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Keberhasilan ini menjadi pembicaraan hangat di lapo-lapo di Harian Samosir

KABAR DARI BUKIT (Edisi 12 Mei 2024)

DOA YESUS BAGI KITA

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yoh. 17:3)

Dalam bahasa Inggris ada istilah TGIF, singkatan Thank God it’s Friday. Sebuah ekspresi bersyukur di hari Jumat, hari kelegaan karena bagi pekerja esoknya libur akhir pekan, dan kerapnya gajian. Penyair Ramadhan KH menuliskannya dengan puitis: “Tiadalah kebahagiaan sebesar kebahagiaan selesai kerja”

Betul, itulah kebahagiaan yang paling nikmat, terlebih tugas yang menjadi bagian kita terselesaikan tuntas. Sungguh mengesalkan, apabila tugas yang diberikan tidak selesai.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Yoh. 17:1-11. Judul perikopnya: Doa Yesus untuk murid-murid-Nya. Ini doa Tuhan Yesus sebelum ditangkap, diadili, dan dibunuh di kayu salib. Yesus merasakan misi-Nya mendekati akhir, dan akan kembali ke Bapa yang mengutus-Nya (ay. 1).

Ia menengadah ke langit dan doa-Nya di bagian pertama (ay. 1-5), Tuhan Yesus meminta kepada Bapa-Nya, agar semua rencana dalam diri-Nya digenapi. “Permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (ay. 5). Yesus ingin pulang dengan cara yang tidak terbayangkan oleh para murid-Nya, kembali ke asal-Nya, terangkat naik ke sorga. Kuasa atas segala yang hidup, yang telah diberikan kepada Yesus, untuk memberikan hidup yang kekal, semakin meneguhkan dan mengokohkan bagi para murid, dan semua orang yang percaya kepada-Nya (ay. 2). Allah Bapa menggenapkannya. Kemanusiaan dan ke-Allah-an Yesus, jelas tampak dalam doa ini. Demikian pula hubungan yang erat dan unik antara Putra dan Bapa. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 5 Mei 2024)

ROH YANG MENGHIDUPKAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu” (Kis. 10:44)

Ajaran Kristiani memiliki penjelasan terbaik tentang keberadaan Allah. Konsep Tritunggal sebagai kesatuan Allah dalam tiga Pribadi Satu hakekat, sangatlah menolong umat percaya untuk mudah memahaminya, tentunya dilengkapi oleh iman. Allah dalam PL dijelaskan dalam realitas yang misterius dan unik, selamanya bertakhta di sorga. Untuk pemeliharaan umat dan ciptaan-Nya, khususnya bangsa Israel, Allah mengutus malaikat dan para nabi.

Gagalnya bangsa Israel sebagai model dan keteladanan bangsa pilihan, membuat Allah Bapa mengutus Anak-Nya Yesus Kristus menjadi manusia; sebab Allah ingin manusia yang diselamatkan. Yesus terbukti memberi teladan dan model menjadi anak-anak Allah. Setelah melayani tiga tahun, Yesus kembali ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa, dan kelak menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan yang mati (ay. 42).

Roh Allah sebagai Pribadi ketiga, sejak penciptaan sudah ada (Kej. 1:2), semula tidak menetap diam di hati manusia. ”Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging (Kej. 6:3). Roh Allah terbukti meninggalkan Raja Saul (1 Sam. 16:14). Sepeninggal Yesus naik ke sorga, Roh Allah kemudian dicurahkan penuh, agar diam bersemayam dan berkuasa di hati manusia. Melalui iman dan pimpinan Roh, mereka yang percaya kepada Yesus Kristus, akan memperoleh pengampunan dosa, tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal (ay. 43; Yoh. 3:16). Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!