GT News | TAGADING YANG MENEMUKAN RUMAH BARU DI SD HKBP 1 BALI

eTalk 18

#GAJATOBANEWS | JULI 2024

TAGADING YANG MENEMUKAN RUMAH BARU DI SD HKBP 1 BALIGE

Pada malam Jabi-jabi Night Balige, siswa-siswi dari SD HKBP 1 Balige memukau penonton dengan penampilan yang penuh semangat. Dipimpin oleh guru mereka, Rintar Napitupulu, anak-anak ini menunjukkan keterampilan mereka dalam tortor, musik, nyanyian, dan fashion show. Dukungan dari kepala sekolah memungkinkan mereka untuk membawa peralatan musik Batak ke acara tersebut, meskipun harus menggunakan becak dengan biaya sendiri.

Jabi-jabi Night adalah kegiatan yang didukung oleh Gaja Toba (Perhimpunan Gaja Toba Semesta), yang terdiri dari alumni ITB asal kawasan Danau Toba, memberikan platform bagi generasi muda untuk mengekspresikan bakat mereka dan melestarikan budaya lokal.

Penampilan mereka menciptakan momen berkualitas bagi orang tua yang mendampingi anak-anak mereka di malam yang sejuk di Balige. Namun, perhatian utama tertuju pada alat musik tagading yang tampak sudah tua dan diperbaiki dengan lakban. Rintar Napitupulu berharap suatu hari nanti alat musik tersebut dapat diperbaiki.

Harapan itu terwujud ketika Sereida Tambunan, dalam kunjungannya ke Cafe Hutanta Balige (Sekaligus sekretariat wilayah selatan kaldera Gaja Toba) , setuju untuk memberikan tagading miliknya kepada SD HKBP 1 Balige setelah melihat dokumentasi penampilan anak-anak tersebut. Dengan bantuan ekspedisi Sahat Sianipar dari MSA Cargo, tagading itu akhirnya tiba di Balige dari Jakarta.

Pada acara Batak Day di SD HKBP Balige, tagading tersebut diserahkan secara resmi kepada sekolah. Sambutan hangat dari sekolah dan anak-anak menambah kemeriahan acara, ditutup dengan sesi manortor bersama.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Sereida Tambunan yang dengan penuh bahagia memberikan tagading keluarganya, berharap alat musik ini dapat terus digunakan untuk melestarikan budaya Batak. “Akhirnya tagading ini berlanjut fungsinya, digunakan oleh anak-anak untuk melestarikan budaya Batak,” ungkapnya dengan haru.

Salam Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 28 Juli 2024)

DOA ORANG PERCAYA

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan” (Ef. 3:20)

Doa adalah nafas orang percaya, sebab doa sebuah hubungan dengan Tuhan. Kita boleh membuat pengharapan dan cita-cita, tentunya lebih dikuatkan jika ditopang oleh doa, memohon pertolongan Tuhan memberkatinya. Doa juga membuat kita kuat dalam menghadapi ujian dan pergumulan hidup, sebab dalam iman kita merasa tidak pernah ditinggalkan-Nya.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Ef. 3:14-21. Judul perikopnya: Doa Paulus. Kita mungkin sudah hafal “Doa Bapa Kami” yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Melalui nas ini Rasul Paulus memberi kita pelajaran sisi lain berdoa, khususnya bagi orang lain. Untuk itu kita berdoa kepada Bapa (ay. 14). Kita mengenal Allah Bapa di dalam Yesus Kristus sehingga wajar kita berdoa dalam nama-Nya. Alkitab juga mengajarkan agar kita berdoa di dalam Roh Kudus, “… bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus (Yud. 1:20). Read more

GT News | Gaja Toba Uji Coba Ke-4 Budidaya Padi dengan Metoda SRI

WhatsApp Image 2024-07-27 at 12.56.21_ce95271d

#GAJATOBANEWS | JULI 2024

BUDIDAYA PADI METODA SRI:
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI KAWASAN DANAU TOBA

Uji coba Budidaya Padi dengan metoda SRI ke-4 telah selesai. Panen dilakukan 2 minggu yang lalu. Hasil panen telah dikeringkan dan keseluruhan kinerja telah dicatat untuk referensi mendatang. Secara keseluruhan hasil nya cukup menggembirakan dengan sejumlah catatan untuk meningkatkan pendapatan petani.

Uji Coba ke-4:
*Varitas*: Ciherang yang merupakan salah satu varitas populer di Kawasan Danau Toba.
*Metoda Budidaya*: System of Rice Intensification (SRI)
*Jarak Tanam*: 40×40 cm. (Pada uji coba 1-2 jarak tanam 25×25, dan ujicoba 3, jarak 30×30). Jarak diubah untuk mencari jarak tanam yang optimum.
*Pupuk*: Kimia, sama seperti yang biasa digunakan petani.
*Pestisida*: Tidak menggunakan pestisida. Ini untuk melihat seberapa besar penurunan produksi bila tidak menggunakan pestisida.

Hasil Uji coba dan Evaluasi:
*Budidaya/Perkembangan tanaman*: secara umum sangat baik, jumlah anakan +35 batang, ukuran batang besar, panjang malai +35%, butiran padi lebih besar, akar +60%.
*Jumlah Panen*: 5.3 Ton/Ha. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah panen rata-rata yaitu 5.0 Ha. Namun potensi kenaikan produksi secara riil dapat dilakukan dengan relatif mudah, yaitu dengan merubah jarak tanam dari 40×40 menjadi max 25×25. (Potensi kenaikan riil sebesar 50%), dan penggunaan pestisida natural sehingga produk layak diberi label Natural/Organik. Pestisida ini sudah mulai dipakai pada penanaman baru oleh petani dengan hasil yang baik. Pestisida ini “sulphur base”) dan dapat dibuat sendiri oleh petani. (Potensi kenaikan produksi 10%).
*Kualitas produk*: Sangat baik dan rasa juga lebih enak karena tidak mengandung pestisida.
*Kerusakan/penurunan produksi akibat tidak menggunakan pestisida*: 20%. Ini dihitung dari berat gabah yang isinya kosong.
*Penggunaan Air*: Berkurang 50%.
*Penggunaan Benih*: Berkurang 85%
*Penggunaan Tenaga Manusia*: kurang lebih sama dan ada potensi penurunan bila panen dilakukan dengan _Rice Harvester_ seperti yang dilakukan pada ujicoba ini.

Secara keseluruhan angka produksi dapat dinaikkan 50% dari hasil panen ini. Angka ini adalah 7,5 Ton Gabah Kering/ Ha, ini angka yang realistik.
Penurunan ongkos produksi terlihat dari penghematan air irigasi, jumlah benih, ongkos pestisida.
Penurunan ongkos yang lain dapat diperoleh dari penggunaan kompos menggantikan pupuk kimia secara bertahap.

*Rekomendasi secara keseluruhan*:
1. Budidaya SRI telah siap untuk dimasyarakatkan. Bahan pelatihan juga telah tersedia untuk digunakan.
2. ⁠Koordinator Wilayah Selatan PGTS perlu membuat perencanaan untuk pelatihan masyarakat ini.
3. ⁠Uji coba secara resmi akan dihentikan karena data yang dibutuhkan sudah cukup. Namun monitoring dibeberapa lahan petani yang menggunakan SRI akan tetap dilakukan.

Salam Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 21 Juli 2024)

DIPERSATUKAN DI DALAM KRISTUS

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat” (Ef. 2:17)

Kita melihat banyak aliran gereja, atau denominasi; sebagai kelompok di bawah satu organisasi, nama, struktur, dan ajaran tersendiri. Sayangnya denominasi seringnya membuat jarak, lantaran mengaku memiliki ajaran (termasuk liturgi) yang paling baik dan benar.

Sejarah manusia penuh dengan pertikaian antar kelompok. Bila kita membaca sejarah, itu tidak terlepas dari sikap merasa kelompoknya lebih hebat. Kisah kekejaman Adolf Hitler yang ingin ras Arya menguasai dunia, sebuah sejarah tragis. Dalam sejarah gereja juga demikian. Ada saat terdahulu, sebuah denominasi merasa dirinya paling benar dan kuat, kemudian melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan firman-Nya. Semoga tidak terulang lagi.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Ef. 2:11-2, dengan judul perikop: Dipersatukan di Dalam Kristus. Nas ini dilatarbelakangi oleh adanya pandangan orang Yahudi terhadap orang Romawi yang tidak bersunat, kelompok inferior. Orang Yahudi menganggap dirinya umat perjanjian dan penuh pengharapan, “dekat” dengan Allah (ay. 12), dan yang bukan orang Yahudi adalah yang “jauh”. Ada perasaan sombong, unggul terhadap yang lain. Read more

GT News | 1000 Mata Air Sumur Pompa; Menghidupkan Lahan Tidur dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani

Doc2_002

#GAJATOBANEWS | JULI 2024

1000 MATA AIR SUMUR POMPA
MENGHIDUPKAN LAHAN TIDUR DAN MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI

Meskipun Danau Toba dikenal dengan keindahan alam yang memukau dan ketersediaan air yang berlimpah, penduduk di sekitarnya menghadapi tantangan dalam mengakses air untuk keperluan pertanian. Ketergantungan yang tinggi terhadap air hujan membuat petani rentan mengalami gagal panen, terutama selama musim kemarau yang panjang. Akibatnya, banyak lahan pertanian menjadi tidak produktif dan ditinggalkan oleh petani, yang khawatir akan mengalami kerugian besar jika menghadapi kesulitan air saat masa tanam.
Menanggapi situasi ini, Gaja Toba melalui Program 1000 Mata Air menghadirkan solusi berupa sumur bor dengan teknologi tepat guna. Sumber air ini dibuat sederhana, sehingga instalasi dan perawatannya mudah dilakukan oleh para petani, membantu mereka mengatasi masalah air dan meningkatkan produktivitas lahan mereka.
Dukungan dari PT Elnusa Tbk sebanyak 60 titik sumur pompa dan survei hidrogeologi sederhana telah selesai dilakukan di Kab. Toba dan Humbang Hasundutan oleh tim 1000 Mataair yang dikoordinir oleh Hobby Parhusip (GM87) dan didukung oleh Korwil Selatan Gaja Toba, Eko Pardede (EL00).

Program 1000 Mata Air telah membuktikan bahwa dengan fokus yang tepat pada kebutuhan masyarakat, serta penggunaan teknologi yang sederhana namun efektif, perubahan besar dan berkelanjutan bisa diwujudkan dalam kehidupan banyak orang.
Melalui kerja sama dan komitmen yang terus-menerus, kita dapat melihat masa depan yang lebih cerah dan lebih mandiri bagi petani di Kawasan Danau Toba.

Salam Gaja Toba

GT News | Jabi-Jabi Night Balige: Seni Bela Diri Mossak

Jabi-Jabi Night Balige
SENI BELA DIRI MOSSAK

Ada banyak hal yang masih bisa dieksplorasi dari adat dan kebudayaan Batak Toba, salah satunya adalah mossak. Mossak merupakan seni bela diri yang menjadi simbol kebijaksanaan, keberanian, dan kepercayaan yang mendalam terhadap tradisi dan leluhur. Seni bela diri ini menyimpan banyak rahasia yang dapat terungkap seiring bertambahnya usia, dan faktanya, banyak orang dari suku Batak Toba memerlukan bertahun-tahun untuk memahami seni bela diri ini. Gerakan mossak yang terlihat tanpa ritme seringkali menjadi olok-olokan. Namun, karena memerlukan waktu lama untuk memahaminya, tidak banyak orang yang mengenal dan mengerti apa itu mossak. Bela diri ini dilakukan dengan mengenakan pakaian serba hitam yang dibalut dengan ulos dan dikenal memiliki ilmu kebatinan yang mendalam. Tidak sembarang orang bisa mempelajari mossak karena para penerus ilmu ini sering kali enggan menurunkannya, khawatir akan pengaruhnya terhadap kepercayaan kepada Sang Maha Kuasa.

Pada kesempatan ini, kami dari Gaja Toba, Del FM, Toba Experience, dan Yayasan Toga Laut Pardede ingin masyarakat melihat dan mengenal seni bela diri ini. Acara ini telah sukses dilaksanakan di Lumban Jabi-Jabi atau DI Panjaitan, tempat dilaksanakannya kegiatan Jabi-Jabi Night Balige sabtu lalu. Video berikut adalah cuplikan dari adegan mossak di acara tersebut. Pada performance mossak, diberikan cerita latar belakang dengan voice over, sehingga penonton dapat mengerti alur cerita dan apa yang sedang dilakukan oleh pemain mossak.

Salam Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 14 Juli 2024)

PERJALANAN IMAN DAN STATUS

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus” (Ef. 1:9)

Bagaimana perjalanan iman seseorang? Selain definisi iman pada Ibr. 11:1, iman adalah kepercayaan dan ketergantungan kepada kuasa yang Mahatinggi, dan bagi kita dikenal dalam nama Yesus Kristus. Iman juga sebuah anugerah, pemberian Allah (1Kor. 12:9), lantas sebuah proses yang bisa bertumbuh (selain mengecil). Dalam hal ini peran manusia dalam menapak perjalanan dan membangun imannya sangatlah penting.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Ef. 1:3-14. Perikop ini dalam versi aslinya merupakan satu kesatuan kalimat panjang, padat ajaran. Isinya saling berhubungan, diawali status seseorang saat beriman pada Kristus, kemudian perubahan status dan perjalanan imannya. Semua status dilimpahkan kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian (ay. 7), sesuai dengan rencana kerelaan-Nya (ay. 9). Read more

GT News | Kreasi Generasi Muda Toba: Jabi-Jabi Night Balige

WhatsApp Image 2024-09-12 at 17.21.54_12135e46   WhatsApp Image 2024-09-12 at 17.21.56_c4c5b116

007   020

014   018

*KREASI GENERASI MUDA TOBA;*

*JABI-JABI NIGHT BALIGE*

 

Jabi-Jabi Night Balige merupakan sebuah kegiatan yang dibentuk oleh Gaja Toba berkolaborasi dengan Toba Experience, Radio Del FM, dan Yayasan Huta Lumban Jabi-Jabi Toga Laut Pardede.

 

Kegiatan ini didasari oleh semangat untuk memberikan suasana baru yang positif di kota Balige. Taman D.I. Panjaitan Balige, yang menjadi lokasi acara ini, merupakan wadah bagi anak-anak muda untuk mengekspresikan kreativitas mereka serta menampilkan beragam seni, budaya, dan hiburan lainnya secara rutin sehingga menjadi atraksi wisata yang reguler.

 

Tujuan kegiatan ini adalah menjadikan Kawasan Huta Lumban Jabi-Jabi Toga Laut Pardede, yang di dalamnya berdiri Monumen DI Panjaitan dan Museum Rumah Adat Batak sebagai Taman Kota yang terbuka untuk umum sebagai pusat kreativitas budaya dan kuliner di Toba, khususnya kota Balige.

 

Selain itu, Jabi-Jabi Night Balige juga menjadi wadah kreasi bagi anak-anak muda seperti musik, tari, stand-up comedy, dan lainnya, serta mendorong anak-anak muda untuk terlibat dalam kegiatan positif yang dapat mengembangkan bakat dan minat mereka, serta memberikan dampak positif bagi komunitas.

 

Jabi-Jabi Night Balige akan sebagai destinasi wisata malam yang menarik, dimana wisatawan dapat menikmati suasana Toba dengan hiburan, kuliner, dan atraksi seni budaya, serta mengajak dan mengembangkan para pelaku UMKM untuk berpartisipasi dalam acara ini, sehingga dapat meningkatkan ekonomi lokal dan memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak orang. Bazar yang dikelola oleh Hutanta Coffee menyajikan beragam pilihan makanan dan minuman yang menggugah selera. Menu yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari mie, burger, corn dog, hingga kopi, latte, dan minuman-minuman segar lainnya.

 

Pelaksanaan Kegiatan:

Setiap hari Sabtu, Pukul 17.00 – 22.00 WIB.

Lokasi di Taman D.I. Panjaitan, Onan Raja, Balige, Kab. Toba, Sumatera Utara.

Bintang tamu dan pelaku seni budaya lainnya akan dihadirkan setiap Sabtu akhir bulan.

 

Melihat antusiasme warga untuk mengisi acara dan untuk menonton di kegiatan Jabi-Jabi Night yang telah dilaksanakan, diperlukan dukungan fasilitas yang lebih permanen di lokasi kegiatan sehingga pengalaman pengunjung dapat lebih baik dan nyaman, serta memudahkan pengelola untuk melayani tamu.

 

Kami mengajak Anda untuk berpartisipasi dan mendukung kegiatan ini guna peningkatan kualitas Jabi-Jabi Night Balige dan pelaku seni budaya generasi muda di Kawasan Danau Toba.

Hubungi Kami | 0853-7251-9429

TURNAMEN GOLF TOBA GANESHA 2024

TGTG 2024

Penyelenggaraan kegiatan fundraising Turnamen Golf Toba Ganesha 2024 yang ketujuh pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2024 di Damai Indah Golf – BSD Course, Tangerang, yang disponsori oleh 46 perusahaan, dan diikuti oleh 138 golfer, berjalan dengan baik dan lancar.

Turnamen golf ini diselenggarakan oleh Gaja Toba dalam rangka membina komunikasi dan menjalin silaturahmi antar anggota dan sahabat Alumni ITB yang berasal dari Kawasan Danau Toba dan pihak-pihak lainnya yang memiliki kepedulian terhadap Kawasan Danau Toba.

Hasil dana dari turnamen golf ini akan dipakai untuk kesinambungan program-program Gaja Toba dalam meningkatkan kualitas pendidikan, ekonomi rakyat, lingkungan hidup dan infrastruktur di Kawasan Danau Toba.

Badan Pengurus Harian (BPH) Gaja Toba mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh panitia pelaksana, khususnya Rilly Hutabarat (MS98) sebagai Ketua Gaja Toba Golf and Friends dan Junaedis Sijabat (TK98) sebagai Ketua Panitia, peserta golfer, dan seluruh pendukung acara, serta yang lebih utama kepada para sponsor yang telah mendukung acara turnamen golf ini.

 

_Salam Gaja Toba_

KABAR DARI BUKIT (Edisi 7 Juli 2024)

DURI DALAM DAGING

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2Kor. 12:9)

Peribahasa “duri dalam daging” biasanya dipakai jika ada gangguan atau rasa sakit dalam diri seseorang. Untuk kelompok, peribahasa ini lebih bernada negatip, yakni dalam keluarga atau kelompok, kehadiran seseorang menjadi batu sandungan. Semua yang dilakukannya cenderung berdampak buruk, senada dengan perumpamaan “kerikil dalam sepatu”, menimbulkan rasa tidak enak dan sulit dihilangkan.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah 2Kor. 12:2-10. Perikop ini menjelaskan bahwa sebenarnya Rasul Paulus memiliki kesempatan untuk bermegah atas apa yang sudah dicapai dan dialaminya. Ia samarkan pengalamannya di Damsyik, ketika ia menjadi buta, saat dipanggil Tuhan untuk melayani-Nya; sebuah kesempatan yang menurutnya ia diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga dan firdaus (ay. 3-4).

Namun Rasul Paulus mengatakan, bukan kehebatan-kehebatan yang dialami seseorang yang perlu diungkapkan sebagai bukti kebaikan dan kasih Tuhan, “…. tetapi atas diriku sendiri aku tidak akan bermegah, selain atas kelemahan-kelemahanku” (ay. 5b). Justru yang ditampilkan Paulus adalah kelemahannya, dan melihatnya sebagai sumber kekuatan. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!