July 27, 2024 roy

GT News | Gaja Toba Uji Coba Ke-4 Budidaya Padi dengan Metoda SRI

WhatsApp Image 2024-07-27 at 12.56.21_ce95271d

#GAJATOBANEWS | JULI 2024

BUDIDAYA PADI METODA SRI:
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN DI KAWASAN DANAU TOBA

Uji coba Budidaya Padi dengan metoda SRI ke-4 telah selesai. Panen dilakukan 2 minggu yang lalu. Hasil panen telah dikeringkan dan keseluruhan kinerja telah dicatat untuk referensi mendatang. Secara keseluruhan hasil nya cukup menggembirakan dengan sejumlah catatan untuk meningkatkan pendapatan petani.

Uji Coba ke-4:
*Varitas*: Ciherang yang merupakan salah satu varitas populer di Kawasan Danau Toba.
*Metoda Budidaya*: System of Rice Intensification (SRI)
*Jarak Tanam*: 40×40 cm. (Pada uji coba 1-2 jarak tanam 25×25, dan ujicoba 3, jarak 30×30). Jarak diubah untuk mencari jarak tanam yang optimum.
*Pupuk*: Kimia, sama seperti yang biasa digunakan petani.
*Pestisida*: Tidak menggunakan pestisida. Ini untuk melihat seberapa besar penurunan produksi bila tidak menggunakan pestisida.

Hasil Uji coba dan Evaluasi:
*Budidaya/Perkembangan tanaman*: secara umum sangat baik, jumlah anakan +35 batang, ukuran batang besar, panjang malai +35%, butiran padi lebih besar, akar +60%.
*Jumlah Panen*: 5.3 Ton/Ha. Jumlah ini hampir sama dengan jumlah panen rata-rata yaitu 5.0 Ha. Namun potensi kenaikan produksi secara riil dapat dilakukan dengan relatif mudah, yaitu dengan merubah jarak tanam dari 40×40 menjadi max 25×25. (Potensi kenaikan riil sebesar 50%), dan penggunaan pestisida natural sehingga produk layak diberi label Natural/Organik. Pestisida ini sudah mulai dipakai pada penanaman baru oleh petani dengan hasil yang baik. Pestisida ini “sulphur base”) dan dapat dibuat sendiri oleh petani. (Potensi kenaikan produksi 10%).
*Kualitas produk*: Sangat baik dan rasa juga lebih enak karena tidak mengandung pestisida.
*Kerusakan/penurunan produksi akibat tidak menggunakan pestisida*: 20%. Ini dihitung dari berat gabah yang isinya kosong.
*Penggunaan Air*: Berkurang 50%.
*Penggunaan Benih*: Berkurang 85%
*Penggunaan Tenaga Manusia*: kurang lebih sama dan ada potensi penurunan bila panen dilakukan dengan _Rice Harvester_ seperti yang dilakukan pada ujicoba ini.

Secara keseluruhan angka produksi dapat dinaikkan 50% dari hasil panen ini. Angka ini adalah 7,5 Ton Gabah Kering/ Ha, ini angka yang realistik.
Penurunan ongkos produksi terlihat dari penghematan air irigasi, jumlah benih, ongkos pestisida.
Penurunan ongkos yang lain dapat diperoleh dari penggunaan kompos menggantikan pupuk kimia secara bertahap.

*Rekomendasi secara keseluruhan*:
1. Budidaya SRI telah siap untuk dimasyarakatkan. Bahan pelatihan juga telah tersedia untuk digunakan.
2. ⁠Koordinator Wilayah Selatan PGTS perlu membuat perencanaan untuk pelatihan masyarakat ini.
3. ⁠Uji coba secara resmi akan dihentikan karena data yang dibutuhkan sudah cukup. Namun monitoring dibeberapa lahan petani yang menggunakan SRI akan tetap dilakukan.

Salam Gaja Toba

Tagged:

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!