KONSER MALAM PUJIAN | CINTA TUHAN, TANAH AIR DAN KAMPUNG HALAMAN

Sabtu, 31 Agustus 2024, Pukul 19.00-21.30 WIB,
Balairung SOESILO SOEDARMAN – Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kolaborasi Alumni NHKBP Dago Bandung, Perkumpulan Gaja Toba Semesta (PGTS) dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) atas rasa syukur dan doa permohonan kepada Tuhan yang Maha Kuasa, untuk meningkatkan rasa cinta terhadap Tuhan, cinta kepada Tanah Air dan cinta kepada kampung halaman.

Manampilkan:
Paduan Suara ALUMNI NHKBP DAGO (Dito Siahaan, conductor),
Paduan Suara PSALM MEN VOICE (Alvin Tobing, conductor dan Hazim Suhadi, pianis),
Paduan Suara ALUMNI PSM ITB dan UKSU ITB,
HARLAND HUTABARAT sebagai bintang tamu,
LYDIA PASARIBU sebagai bintang tamu,
NICHO BENITO SIAHAAN sebagai bintang tamu,
Pemusik IMELDA ROSALIN BAND (Yoes JF, arranger),
Ansamble RH CHAMBER ORCHESTRA (Ridolf Hehanusa, chamber director).

KABAR DARI BUKIT (Edisi 25 Agustus 2024)

PEPERANGAN DALAM HIDUP

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya” (Ef. 6:10)

“Hidup adalah peperangan”, sebuah ungkapan yang sering kita dengar. Ada banyak pertempuran yang kita hadapi dalam menjalani hidup, dan kita mau tidak mau harus berjuang memenangkannya. Selain pertempuran melawan yang datang dari luar, justru seringnya yang terberat adalah menghadapi peperangan melawan diri sendiri. Sebagai manusia kita memiliki titik-titik kelemahan, yang justru jalan masuk lawan untuk menjatuhkan diri kita.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Ef. 6:10-20. Judul perikopnya: Perlengkapan rohani. Ini pesan penutup Rasul Paulus untuk jemaat di Efesus; yang masyarakatnya masih banyak percaya kepada dewa-dewa. Tentunya tidak mudah bagi mereka menghadapi situasi tersebut, bahkan mereka pun harus menyembah Kaisar. Nas Firman ini memberi nasihat dan perintah, agar mereka (dan kita juga) kuat di dalam Tuhan, mampu mengadakan perlawanan dan bertahan tegak berdiri memenangkannya (ay. 10).

Pertempurannya adalah melawan tipu muslihat iblis (ay. 11), penggoda dan penipu, roh jahat yang menggunakan semua cara (ay. 12). Iblis dengan cerdik menusuk titik kelemahan kita, berupa godaan kenikmatan tubuh, gemerlap dunia dalam bentuk harta, kuasa dan penghormatan. Untuk menghadapinya, jemaat Efesus diminta mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah, yakni dengan berikatpinggangkan kebenaran, berbajuzirah (bertutup dada) keadilan, dan kaki berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera. Kebenaran, keadilan dan kerelaan dalam kasih adalah keutamaan Kristiani. Read more

GT News | Inovasi Pupuk Hayati untuk Pengembangan Pertanian: Pemanfaatan Limbah Organik dengan Teknologi Biokonversi

WhatsApp Image 2024-08-21 at 16.33.45_d158f8c5

#GAJATOBANEWS | AGUSTUS 2024

Inovasi Pupuk Hayati untuk Pengembangan Pertanian: Pemanfaatan Limbah Organik dengan Teknologi Biokonversi

Berawal pada tahun 2018, Kennedy Simanjuntak (TI-80) bersama PT. Bio Konversi Indonesia membantu Menteri PUPR, Bapak Basuki Hadimuljono untuk menghijaukan Taman VVIP di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Hanya dalam waktu 30 hari, bunga-bunga berkembang dengan baik. Kemudian pada tahun 2022, beliau diundang kembali untuk menghijaukan jalan Tol Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Pada bulai Mei 2024, Pak Basuki, yang sudah percaya dengan pupuk Biokonversi, karena sudah melihat, mencoba dengan membeli sendiri untuk kebutuhan rumahnya, kembali meminta Kennedy Simanjuntak untuk membantu menghijaukan Ibu Kota Nusantara (IKN), bekerjasama dengan berbagai Tim lanscape disana yang sudah sangat berpengalaman.

“Dengan kerja keras dan turun langsung mengirimkan 40 ton pupuk, 4 orang full tim disana, kerja siang malam, akhirnya tim lanscape menerima pupuk kita dan menggunakannya. Hanya dalam waktu 2 bulan, kawasan sekitar istana, yang menjadi prioritas, kita berikan pupuk Biogarnul (padat) dan Biokonversi (cair), lapangan upacara dan kawasan disekitarnya menjadi hijau,” jelas Kennedy Simanjuntak.

“Pekerjaan di IKN sangat berat, karena pada saat yang sama, konstruksi sedang berlangsung. Syukur, kerjasama kita dengan tim lanscape berjalan baik, dan akhirnya tim lanscape menggunakan pupuk kita di beberapa proyek mereka di luar IKN,” lanjutnya.

Pupuk Biokonversi diproduksi secara organik, dari sisa makanan dengan konsep zero waste, tanpa proses maupun campuran bahan kimia, dan menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman secara natural. Pupuk organik ini, bekerja dengan cara menjaga kehidupan bakteri positif dalam tanah, menangkap unsur nitrogen bebas di udara, mengurai fosfat dan merubah menjadi bentuk yang siap diserap oleh akar tanaman.

“Melihat keberhasilan tersebut, dan karena Pak Basuki telah pernah mengunjungi pabrik kita di Bantar Gebang, mengajak Biokonversi untuk menangani limbah sisa makanan di IKN. Dalam 1 bulan, kita berhasil membangun unit kecil, pengolahan sisa makanan di IKN dengan kapasitas 5 ton per hari dan mulai beroperasi tanggal 8 Agustus 2024. Unit Mini dari fasilitas kita di Bantar Gebang,” terangnya.

Selanjutnya, Kennedy Simanjuntak, bersama Gaja Toba, akan mengembangkan pupuk Biokonversi ini untuk meningkatkan produksi pertanian dan memperbaiki hara tanah di Kawasan Danau Toba.

Terima kasih kepada Pak Basuki dan Tim yang telah membantu inovasi alumni ITB Gaja Toba.

Salam Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 18 Agustus 2024)

HIDUP ARIF BUKAN BEBAL

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (Ef. 5:15b)

Dipastikan semua orang tidak mau disebut orang bodoh, apalagi bebal. Jika orang bodoh masih ada peluang belajar untuk menjadi pintar, namun orang bebal memiliki hambatan lebih besar, sebab merasa dirinya sudah benar dan pintar sehingga tidak mau belajar dan membuka diri melihat hal lebih baik dari yang dipikirkannya.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Ef. 5:15-20. Ini lanjutan dari perikop sebelumnya, yakni agar kita orang percaya hidup sebagai anak-anak terang. Hidup sebagai anak-anak terang berarti tidak hidup dalam kegelapan, tidak terjebak dalam situasi yang menjerat dirinya. Orang dalam kegelapan tidak hanya kehilangan orientasi keberadaannya, tetapi juga arah pengharapan yang benar akan langkah tujuan hidupnya.

Melalui nas minggu ini ada empat sikap perilaku yang diminta dari kita. Pertama, memperhatikan bagaimana kita hidup, “janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif” (ay. 15). Orang arif hidup dalam kebijaksanaan, hidup menggunakan waktu dengan baik sesuai kehendak Tuhan. Bersikap bebal berarti tidak cepat menanggapi sesuatu dan bersikap masa bodoh (Ams. 1:32), tidak memakai akal budi dan pengetahuan (Mzm. 94:8; Ams. 1:22), berpikiran bahwa Allah tidak ada (Mzm. 53:1). Read more

GT News | PENURUNAN HASIL PANEN JAGUNG DI DESA HARIAN, SAMOSIR AKIBAT CUACA

WhatsApp Image 2024-08-15 at 12.35.13_fbfd9ecf

#GAJATOBANEWS | AGUSTUS 2024

PENURUNAN HASIL PANEN JAGUNG DI DESA HARIAN, SAMOSIR AKIBAT CUACA

Pada percobaan pertama distribusi bibit dan pupuk jagung di Desa Harian, Samosir, terjadi penurunan signifikan pada hasil panen jagung. Pertumbuhan batang jagung yang seharusnya lebih tinggi dan merata terganggu akibat cuaca yang tidak mendukung. Pada masa pemupukan awal, hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama menyebabkan tanaman jagung tidak dapat berkembang optimal. Selanjutnya, pada masa pemupukan dengan urea, kemarau yang melanda Pulau Samosir dan sekitarnya membuat pupuk tidak terserap dengan baik oleh tanaman.

Dampak dari kondisi cuaca yang tidak stabil ini sangat terlihat pada hasil panen yang turun drastis. Jika biasanya panen jagung per-rante bisa mencapai 400 kg, kali ini hanya mencapai sekitar 180 kg.

Catatan lain menunjukkan bahwa perkembangan jagung juga mengalami hambatan. Biasanya, dengan penggunaan pupuk seperti urea, perkembangan jagung pada umur 20 hari sudah terlihat jelas, bahkan reaksi awal biasanya muncul dalam 5 hari. Namun, pada percobaan ini, reaksi tanaman baru terlihat setelah 15 hari, yang kembali disebabkan oleh hujan yang terus-menerus selama 15 hari pertama masa tanam.

Salam Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 11 Agustus 2024)

MEMBUANG SIFAT BURUK

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih” (Ef. 5:1)

Berbicara tentang sifat atau karakter manusia, akan timbul banyak ragam dan definisi. Namun semua bisa dikatagorikan sebagai hal positif, dan hal negatif. Sebuah ulasan psikologi menyebutkan ada 45 sifat manusia: 29 sifat positif dan 16 sifat negatif. Pandangan teologis meminta kita menjadi serupa dengan Dia, dan perlu memiliki karakter yang sama.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Ef. 4:25-5:2. Nas sebelumnya menjelaskan bahwa bagi yang menerima Tuhan Yesus haruslah menanggalkan manusia lama, “supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu” (ay. 22-23). Untuk itu perlu dibuang sifat dan predikat lama yang buruk, sebab manusia baru di dalam Kristus diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (ay. 24).

Perintah pertama yakni membuang dusta; dari kebiasaan “bohong kecil” hingga kebohongan besar. Pengikut Kristus harus memiliki karakter berkata benar. Berdusta dengan sikap diam berkelit juga tidak menyelesaikan masalah, malah menjadi beban pikiran yang terus dibawa hingga ke alam tidur. Read more

GT News | GAJA TOBA DAN TOBA EXPERIENCE BERKOLABORASI MENDAMPINGI DESA MEAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA

WhatsApp Image 2024-08-07 at 17.31.15_1926bc04

#GAJATOBANEWS | AGUSTUS 2024

PRESS RELEASE

GAJA TOBA DAN TOBA EXPERIENCE BERKOLABORASI MENDAMPINGI DESA MEAT DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA

Toba, 6 Agustus 2024 – Eko Pardede, Ketua Koordinator Wilayah Selatan Gaja Toba, dengan bangga mengumumkan pencapaian Desa Meat melalui program kolaborasi antara Gaja Toba dan Toba Experience. Selama dua bulan terakhir, desa ini telah berhasil menjalankan booth Tourism Information Centre di Pantai Simanjuntak, Meat, Kabupaten Toba.

Program ini telah berjalan dengan sukses selama dua bulan, menggandeng _Kopi Jangan Pisahkan_ sebagai merchant penyedia makanan. Dalam periode tersebut, omset total mencapai Rp 26,5 juta, dengan rincian sebagai berikut:
– Desa Meat menerima Rp 2,3 juta.
– Toba Experience memperoleh Rp 4 juta.
– Sisanya merupakan omset dari merchant.

Para karyawan di merchant tersebut adalah siswi SMK yang berasal dari Desa Meat, memberikan kesempatan pekerjaan bagi generasi muda di desa ini. Selain itu, Toba Experience memberikan insentif kepada warga Desa Meat yang turut mengelola kebersihan dan layanan di kawasan tersebut. Toba Experience juga menanggung biaya sumber daya manusia (SDM) yang menjaga kebersihan kawasan, kebersihan toilet, biaya listrik, dan perawatan penerangan.

Eko Pardede menyatakan, “Sejauh ini hasilnya cukup baik, di mana desa sudah merasakan manfaat dengan mendapat pemasukan, dan warga memperoleh pekerjaan. Ini adalah langkah awal yang positif dalam mengembangkan potensi pariwisata di Desa Meat.”

Namun, diperlukan bantuan lebih lanjut untuk menambah fasilitas layanan di kawasan ini. Fasilitas seperti sepeda air dan pemodalan untuk penenun Desa Meat akan sangat membantu dalam meningkatkan daya tarik wisata serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Gaja Toba dan Toba Experience berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan mengundang pihak lain untuk turut serta dalam mendukung pengembangan pariwisata di Desa Meat.

Salam Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 4 Agustus 2024)

SINERGI DALAM KEANEKARAGAMAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus” (Ef. 4:7)

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh” merupakan peribahasa yang populer. Maknanya, akan lebih baik dan efektip jika dalam mewujudkan tujuan sebuah kelompok atau organisasi, dilakukan secara bersama-sama. Ini senada dengan perumpamaan sapu lidi, jika sebuah lidi mudah dipatahkan. Namun, ketika kumpulan lidi diikat menjadi satu, kekuatannya menjadi kolektif dan tidak mudah dipatahkan.

Firman Tuhan bagi kita di Minggu berbahagia hari ini adalah Ef. 4:1-16. Judul perikopnya: Kesatuan jemaat dan karunia yang berbeda-beda. Namun ternyata sejarah gereja memperlihatkan hal berbeda. Jika membaca buku Prof. Dr. Jan S. Aritonang tentang berbagai aliran di dalam gereja, perpecahan telah terjadi sejak awal. Gereja Kristen yang tadinya satu, terpecah menjadi gereja Barat dan Timur; kemudian gereja Barat juga pecah menjadi gereja katolik dan protestan; gereja protestan terpecah menjadi gereja Lutheran dan Calvinin dan berbagai aliran lainnya. Bahkan terakhir muncul aliran gereja “sempalan”, seperti Scientology dan gerakan zaman baru yang tidak mengakui Alkitab sebagai kitab sucinya. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!