
#GAJATOBANEWS | AGUSTUS 2024
Inovasi Pupuk Hayati untuk Pengembangan Pertanian: Pemanfaatan Limbah Organik dengan Teknologi Biokonversi
Berawal pada tahun 2018, Kennedy Simanjuntak (TI-80) bersama PT. Bio Konversi Indonesia membantu Menteri PUPR, Bapak Basuki Hadimuljono untuk menghijaukan Taman VVIP di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. Hanya dalam waktu 30 hari, bunga-bunga berkembang dengan baik. Kemudian pada tahun 2022, beliau diundang kembali untuk menghijaukan jalan Tol Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Pada bulai Mei 2024, Pak Basuki, yang sudah percaya dengan pupuk Biokonversi, karena sudah melihat, mencoba dengan membeli sendiri untuk kebutuhan rumahnya, kembali meminta Kennedy Simanjuntak untuk membantu menghijaukan Ibu Kota Nusantara (IKN), bekerjasama dengan berbagai Tim lanscape disana yang sudah sangat berpengalaman.
“Dengan kerja keras dan turun langsung mengirimkan 40 ton pupuk, 4 orang full tim disana, kerja siang malam, akhirnya tim lanscape menerima pupuk kita dan menggunakannya. Hanya dalam waktu 2 bulan, kawasan sekitar istana, yang menjadi prioritas, kita berikan pupuk Biogarnul (padat) dan Biokonversi (cair), lapangan upacara dan kawasan disekitarnya menjadi hijau,” jelas Kennedy Simanjuntak.
“Pekerjaan di IKN sangat berat, karena pada saat yang sama, konstruksi sedang berlangsung. Syukur, kerjasama kita dengan tim lanscape berjalan baik, dan akhirnya tim lanscape menggunakan pupuk kita di beberapa proyek mereka di luar IKN,” lanjutnya.
Pupuk Biokonversi diproduksi secara organik, dari sisa makanan dengan konsep zero waste, tanpa proses maupun campuran bahan kimia, dan menghasilkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanah dan tanaman secara natural. Pupuk organik ini, bekerja dengan cara menjaga kehidupan bakteri positif dalam tanah, menangkap unsur nitrogen bebas di udara, mengurai fosfat dan merubah menjadi bentuk yang siap diserap oleh akar tanaman.
“Melihat keberhasilan tersebut, dan karena Pak Basuki telah pernah mengunjungi pabrik kita di Bantar Gebang, mengajak Biokonversi untuk menangani limbah sisa makanan di IKN. Dalam 1 bulan, kita berhasil membangun unit kecil, pengolahan sisa makanan di IKN dengan kapasitas 5 ton per hari dan mulai beroperasi tanggal 8 Agustus 2024. Unit Mini dari fasilitas kita di Bantar Gebang,” terangnya.
Selanjutnya, Kennedy Simanjuntak, bersama Gaja Toba, akan mengembangkan pupuk Biokonversi ini untuk meningkatkan produksi pertanian dan memperbaiki hara tanah di Kawasan Danau Toba.
Terima kasih kepada Pak Basuki dan Tim yang telah membantu inovasi alumni ITB Gaja Toba.
Salam Gaja Toba
GT News | Inovasi Pupuk Hayati untuk Pengembangan Pertanian: Pemanfaatan Limbah Organik dengan Teknologi Biokonversi October 15th, 2024roy