#GAJATOBANEWS | AGUSTUS 2024
PENURUNAN HASIL PANEN JAGUNG DI DESA HARIAN, SAMOSIR AKIBAT CUACA
Pada percobaan pertama distribusi bibit dan pupuk jagung di Desa Harian, Samosir, terjadi penurunan signifikan pada hasil panen jagung. Pertumbuhan batang jagung yang seharusnya lebih tinggi dan merata terganggu akibat cuaca yang tidak mendukung. Pada masa pemupukan awal, hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama menyebabkan tanaman jagung tidak dapat berkembang optimal. Selanjutnya, pada masa pemupukan dengan urea, kemarau yang melanda Pulau Samosir dan sekitarnya membuat pupuk tidak terserap dengan baik oleh tanaman.
Dampak dari kondisi cuaca yang tidak stabil ini sangat terlihat pada hasil panen yang turun drastis. Jika biasanya panen jagung per-rante bisa mencapai 400 kg, kali ini hanya mencapai sekitar 180 kg.
Catatan lain menunjukkan bahwa perkembangan jagung juga mengalami hambatan. Biasanya, dengan penggunaan pupuk seperti urea, perkembangan jagung pada umur 20 hari sudah terlihat jelas, bahkan reaksi awal biasanya muncul dalam 5 hari. Namun, pada percobaan ini, reaksi tanaman baru terlihat setelah 15 hari, yang kembali disebabkan oleh hujan yang terus-menerus selama 15 hari pertama masa tanam.
Salam Gaja Toba