KABAR DARI BUKIT (Edisi 29 Septemer 2024)

DOSA, PENYAKIT DAN DOA

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh” (Yak. 5:16a)

Semua orang khususnya yang dewasa pasti pernah sakit, dalam bentuk ringan seperti batuk flu atau yang berat berupa operasi dan bahkan sakit berkepanjangan. Pertanyaan yang terbersit dalam benak orang yang beriman adalah: apakah sakit tersebut berhubungan dengan dosa yang dilakukannya; dan seberapa efektip peran doa dalam penyembuhannya?

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah dari Yak. 5:13-20. Ini petunjuk Tuhan tentang bagaimana kita pengikut Kristus menghadapi datangnya sakit dan penderitaan, terus hubungannya dengan dosa, kuasa doa serta peran hamba Tuhan.

Alkitab menjelaskan bahwa penyakit yang datang kepada seseorang, bisa terjadi karena dosanya, seperti pengakuan Daud atas sakit yang dideritanya (Mzm. 38:4). Tentu ada juga karena kurangnya hikmat tidak melakukan latihan badani (bdk. 1Tim. 4:8), atau tidak menjaga pola makan dan tidur serta dampak kehidupan yang kotor dan penularan seperti lepra sejak masa lalu. Ada juga karena pekerjaan iblis seperti derita Ayub, dan tentu saja faktor lain yang tersembunyi, misalnya genetika (keturunan) yang mungkin tekait dosa asal.

Konteks nas ini 2000 tahun lalu, dan bagi umat Yahudi peran Rabi sangatlah penting. Jika sakit, mereka lebih dahulu datang kepada Rabi daripada ke tabib. Rabi kemudian berdoa, dan biasanya mengoleskan minyak (seringnya zaitun). Oleh karena itu Rasul Yakobus menuliskan, “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan” (ay. 14). Read more

GT News | Gaja Toba dan Citilink Buka Paket Wisata Terjangkau ke Kawasan Danau Toba – Jelajahi Keindahan dengan Peran Alumni ITB

WhatsApp Image 2024-09-28 at 16.38.09_b6a295cc

#GAJATOBANEWS | SEPTEMBER 2024

Gaja Toba dan Citilink Buka Paket Wisata Terjangkau ke Kawasan Danau Toba – Jelajahi Keindahan dengan Peran Alumni ITB!

Dalam upaya mendukung pariwisata Kawasan Danau Toba, Gaja Toba, perkumpulan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang berasal dari kawasan Danau Toba, bekerja sama dengan Citilink, dengan bangga meluncurkan Paket Perjalanan Wisata Terjangkau ke Danau Toba. Paket eksklusif ini dieksekusi oleh Toba Experience sebagai mitra tour and travel, siap membawa Anda menjelajahi keindahan alam, budaya, dan warisan lokal yang khas di kawasan Danau Toba.

Sebagai sebuah inisiatif dari alumni ITB yang memiliki komitmen kuat untuk memajukan pariwisata di kampung halaman, Gaja Toba tidak hanya menghadirkan perjalanan wisata, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat setempat dalam setiap destinasi yang dikunjungi. Program ini menitikberatkan pada pemberdayaan desa-desa binaan Gaja Toba serta pengembangan berbagai objek wisata yang menjadi kebanggaan kawasan Danau Toba.

Paket perjalanan ini akan membawa Anda berkeliling ke beberapa desa binaan dan lokasi ikonik, di antaranya:

Desa Meat, tempat penuh pesona dengan lanskap alami Danau Toba yang tenang, terkenal dengan hasil pertanian lokal.
Desa Ulos Hutaraja, desa budaya yang masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi Batak yang autentik.
Geosite Sipinsur, yang menawarkan pemandangan spektakuler Danau Toba dari ketinggian, tempat Anda bisa merasakan kedamaian alam.

Serta destinasi lainnya, seperti: Bukit Holbung, Huta Siallagan, Menara Pandang Tele, Toba Caldera Resort, Taman Eden 100, Desa Wisata Tomok, Makam Tua Raja Sidabutar, Museum Batak TB Silalahi Center, dan masih banyak lagi.

Selain itu, Anda juga akan diajak mengunjungi objek wisata di mana alumni Gaja Toba telah berperan aktif dalam pengembangan, seperti:

Sibea-bea, ikon wisata religi dengan patung Yesus megah di atas bukit yang memberikan nuansa spiritual luar biasa.
Waterfront City Pangururan, destinasi tepi danau yang indah, menawarkan suasana yang sempurna untuk menikmati ketenangan alam Danau Toba.
Kampung Bius Samosir di Onan Runggu, sebuah kampung tradisional yang kaya akan sejarah dan kebudayaan Batak, tempat Anda bisa merasakan langsung kehidupan masyarakat setempat.

Mengapa memilih paket ini?
Selain mendapatkan pengalaman wisata yang berkesan, perjalanan ini juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk berkontribusi pada upaya mendukung pengembangan pariwisata dan masyarakat lokal di kawasan Danau Toba. Gaja Toba sebagai komunitas alumni ITB yang peduli pada pengembangan kampung halaman, berperan aktif dalam setiap aspek program ini, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal dan mempromosikan keindahan alam Danau Toba ke kancah nasional dan internasional.

Ayo Bergabung dan Dukung Wisata Lokal!
Mari manfaatkan kesempatan ini untuk menjelajahi pesona Danau Toba sambil mendukung inisiatif Gaja Toba dalam memperkuat pariwisata lokal. Ajak keluarga, teman, dan rekan alumni lainnya untuk ikut serta dalam perjalanan ini. Bersama, kita bisa memberikan dampak positif bagi kawasan Danau Toba!

Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan paket, silakan kunjungi tautan berikut:
Paket 3D2N: https://www.citilink.co.id/id/linktrip/3d2n-at-toba-with-toba-experience-jakarta-medan-pp
dan, Paket 4D3N: https://www.citilink.co.id/id/linktrip/4d3n-at-toba-with-toba-experience-jakarta-medan-pp

Anda juga dapat merencanakan perjalanan sesuai keinginan dengan menghubungi kami di 0853-7251-9429.

Nikmati keindahan Danau Toba dan buatlah kenangan yang tak terlupakan dengan Gaja Toba!

Salam Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 22 September 2024)

HIDUP BIJAK DAN BERBUDI

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Siapakah di antara kamu yang bijak dan berbudi?” (Yak. 3:13a)

Tentunya kita tahu beda kebutuhan dengan keinginan. Kebutuhan sesuatu yang pokok diperlukan, berupa makanan (pangan), pakaian (sandang), rumah (papan), pendidikan, rasa aman dan damai, serta lainnya. Namun ketika kebutuhan dibuat menjadi lebih rumit dengan embel-embel tertentu, demi status, harga diri, gengsi penilaian berlebih orang lain, itu masuk katagori keinginan. Ada batasan wajar dalam ukuran tersebut, dan membuat batasan inilah yang menjadi ciri sejati anak-anak Tuhan.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Yak. 3:13 – 4:3, 7-8a. Judul perikopnya dua, karena lintas pasal: “Hikmat yang dari atas” dan “Hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia”, memang masih satu topik. Intinya bagaimana hidup bijak dan berbudi dengan memakai hikmat dari atas menghadapi tantangan dan godaan dalam kehidupan.

Ada tiga hal dalam hidup ini yang tidak disukai Allah: mengikuti keinginan tubuh/daging, keinginan dunia, dan keinginan setan. Dan ada tiga roh juga yang terlibat bekerja dalam situasi tersebut: roh manusia, roh jahat/setan, dan Roh Allah. Nas ini menjelaskan hal tersebut, yang hasil akhir diharapkan adalah agar kita pengikut Kristus hidup bijak dan berbudi. Read more

KABAR DARI BUKIT (Edisi 15 September 2024)

MENYELARASKAN MULUT DAN HATI

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Adakah sumber memancarkan air tawar dan air pahit dari mata air yang sama?” (Yak. 3:8)

Pendeta dan penulis Inggris terkenal Thomas Watson mengingatkan bahwa Tuhan memberi kita dua telinga, satu lidah, menunjukkan agar kita lebih cepat mendengar, tetapi lambat berbicara (bdk. Yak. 1:19). Tuhan juga telah memasang dua pagar di depan lidah – gigi dan bibir, untuk mengajar kita berhati-hati agar tidak menyakiti perasaan orang lain dengan perkataan kita.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Yak. 3:1-12. Judul perikopnya: Dosa karena lidah. “Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapapun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar. Lidahpun adalah api; …. yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka” (ay. 5-6).

Sebelumnya, pemazmur telah mengingatkan, “Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (Mzm. 34:14). Rasul Petrus mengembangkannya, “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu” (1Pet. 3:10). Pengulangan menjaga lidah dan bibir tanda pentingnya perintah ini. Read more

GT News | Update Program Pendampingan Desa Wisata Meat

WhatsApp Image 2024-09-11 at 14.44.41_fe2f8a2e

#GAJATOBANEWS | SEPTEMBER 2024

Update Program Pendampingan Desa Wisata Meat:
MEMBANGUN KEMBALI POTENSI DESA WISATA MEAT DENGAN INOVASI DAN KOLABORASI

Pada bulan Agustus 2024, Toba Experience mencatat pendapatan sebesar Rp 4.880.000. Meski terjadi penurunan dibanding bulan-bulan sebelumnya karena Agustus bukan musim liburan, ini bukan alasan untuk pesimis. Justru sebaliknya, kondisi ini menjadi pemacu semangat kami untuk terus berinovasi, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan potensi Desa Wisata Meat ke arah yang lebih baik.

Rincian distribusi dana bulan Agustus adalah sebagai berikut:
– Toba Experience: Rp 732.000
– Pengelola: Rp 547.000
– Kopi Jangan Pisahkan (KJP): Rp 3.601.000

Dana yang diterima KJP ini dialokasikan untuk mendukung operasional, gaji staf, serta pembelian modal bahan makanan dan minuman. Meski terlihat adanya penurunan angka, kita perlu menggarisbawahi bahwa Desa Wisata Meat memiliki potensi besar yang terus bisa dikembangkan, terutama dengan adanya dukungan dari masyarakat, pemerintah, dan para pelaku wisata.

Kami percaya, bersama-sama kita dapat menciptakan lebih banyak peluang untuk mengangkat Desa Meat sebagai destinasi wisata unggulan. Kami mengundang seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha untuk turut ambil bagian dalam perjalanan ini. Dukungan Anda sangat penting, baik dalam bentuk ide, tenaga, maupun investasi untuk bersama-sama membangun Desa Wisata Meat yang lebih maju dan berdaya saing.

Langkah Ke Depan:
Toba Experience saat ini sedang merancang sejumlah inovasi baru untuk memperkuat daya tarik wisata di Pantai Simanjuntak dan sekitarnya. Kami tengah mempersiapkan berbagai atraksi yang lebih memikat dan interaktif guna menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Selain itu, kami akan memperkenalkan produk-produk oleh-oleh khas seperti kaos, kerajinan tangan, dan produk lokal lainnya yang siap dipasarkan melalui sistem manajemen kasir tunggal di booth Toba Experience Gaja Toba.

Sistem manajemen kasir tunggal ini bertujuan untuk menyederhanakan proses penjualan produk lokal, sehingga produk-produk unggulan masyarakat Desa Meat seperti Ulos, makanan tradisional, dan kerajinan tangan dapat lebih mudah diakses oleh pengunjung. Dengan demikian, pendapatan dari sektor pariwisata tidak hanya dirasakan oleh satu pihak, tetapi juga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat yang terlibat dalam ekosistem ini.

Dukungan Anda Sangat Berarti:
Kami mengajak seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk terus berpartisipasi aktif dalam mendukung Desa Wisata Meat. Bersama-sama kita bisa menciptakan perubahan positif yang signifikan. Mari bantu kami mewujudkan Desa Meat sebagai ikon wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alamnya, tetapi juga menjadi pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat.

Setiap langkah kecil yang kita ambil bersama, setiap inovasi yang dihadirkan, dan setiap kontribusi yang diberikan, akan membawa kita semakin dekat ke visi menjadikan Desa Meat sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Kita percaya bahwa dengan kerja keras, kreativitas, dan kebersamaan, Desa Wisata Meat akan menjadi lebih dari sekadar tujuan wisata. Ia akan menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal, tempat tumbuhnya kolaborasi, dan pusat kebudayaan yang memperkuat identitas kita sebagai bagian dari Kawasan Danau Toba yang kaya akan sejarah, budaya, dan pesona alam.

Mari terus bergerak maju dan berikan yang terbaik untuk Desa Wisata Meat!

Salam hangat dan penuh semangat,
Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 8 September 2024)

KASIH, IMAN DAN PERBUATAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yak. 2:17)

Ada beda tipis antara etika, norma dan hukum. Memang hal ini bersinggungan, sebab pada dasarnya hukum didasari oleh nilai-nilai, asas dan norma. Namun pada praktek kehidupan sehari-hari, batasan itu bisa menjadi kabur. Oleh karena itu dosen dan guru saya Ibu Pdt. Dorothy I. Marx menulis buku tentang hal itu dengan judul “Itu kan Boleh?”, agar batas-batas itu menjadi lebih jelas.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu berbahagia ini adalah Yak. 2:1-17. Dalam sistem leksionari nas ini dibagi dalam tiga bagian. Pertama, ayat 1-10 tentang jangan memandang muka, hanya menghargai orang kaya dan menghinakan orang miskin; kaya dalam nas ini lebih kepada materi, karena ayatnya berbicara tentang orang yang memakai cincin emas dan pakaian indah, serta membandingkannya dengan orang yang berpakaian buruk.

Barangkali kita akan berkata, hal itu wajar saja, manusiawi, menghargai mereka yang mencapai prestasi dan apalagi jika melihatnya dari sudut situasi. Namun, etika situasi menjadi masalah jika kita melihatnya dari penerapan kasih. Dalam hal ini kekristenan melihat dasar kita melakukan sesuatu, motivasi dalam melakukannya. Bila motivasinya untuk kepentingan diri sendiri, menyenangkan manusia semata, bukan untuk mewujudkan kasih sejati dan kemuliaan Tuhan, maka hal itu tidak sesuai dengan nilai-nilai kristiani. Read more

GT News | GAJA TOBA BANGUN DESA: PROGRAM JAGUNG UPDATE PENANAMAN JAGUNG DI HUTAGINJANG

WhatsApp Image 2024-09-07 at 13.21.56_ad260735

#GAJATOBANEWS | SEPTEMBER 2024

GAJA TOBA BANGUN DESA: PROGRAM JAGUNG
UPDATE PENANAMAN JAGUNG DI HUTAGINJANG

Program Gaja Toba Bangun Desa di Hutaginjang, Tapanuli Utara, yang kini memasuki usia tanam satu bulan, terus berjalan meskipun menghadapi berbagai kendala. Dalam program ini, bantuan bibit dan pupuk organik bubuk diberikan kepada para petani. Bibit berasal dari Haposan Situmorang, sementara pupuk didukung oleh Eko Pardede.

Program ini masih dalam skala uji coba dengan konsep bantuan pinjaman bibit dan pupuk tanpa bunga. Setiap petani menerima bibit untuk lahan seluas 2-4 rante, dengan harapan hasil panen yang baik dapat memungkinkan pengembalian pinjaman bibit dan pupuk.

Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah sulitnya komunikasi dengan petani untuk memperoleh pembaruan mengenai perkembangan tanaman. Selain itu, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. Penanaman yang dilakukan pada lokasi yang sama dalam selang waktu tanam kurang dari satu minggu menunjukkan penurunan pertumbuhan, yang disebabkan oleh kemarau panjang.

Di lokasi lain, angin kencang menyebabkan seperempat tanaman jagung mengalami kerusakan. Namun secara keseluruhan, kondisi tanaman masih dianggap baik dan diperkirakan akan siap dipanen dalam beberapa bulan mendatang.

Meskipun tantangan yang dihadapi cukup berat, para petani tetap optimis bahwa hasil panen yang baik masih bisa diperoleh. Mereka terus memantau perkembangan tanaman dan berharap cuaca akan lebih bersahabat dalam waktu dekat.

Salam Gaja Toba

KABAR DARI BUKIT (Edisi 1 September 2024)

RINDU RUMAH TUHAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

“Siapa yang boleh datang kepada TUHAN?”

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah dari Mzm. 15. Hanya lima ayat, judul perikopnya seperti di atas. Ayat 1 dilanjut pertanyaan: “Siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus?”

Kerinduan diam di rumah Tuhan bahkan di pelatarannya, diungkapkan pemazmur, “Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain…,” yang dijadikan lirik lagu indah (Mzm. 84:11a). Setiap orang percaya pasti memiliki kerinduan yang sama. Untuk itu menurut Daud pemazmur ini, diperlukan syarat seperti dituliskan pada ayat 2-5a:

– yang berlaku tidak bercela
– melakukan apa yang adil
– yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya
– tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya
– tidak berbuat jahat terhadap temannya
– tidak menimpakan cela kepada tetangganya
– yang memandang hina orang yang tersingkir
– memuliakan orang yang takut akan TUHAN
– berpegang pada sumpah, walaupun rugi
– tidak meminjamkan uangnya dengan makan riba
– tidak menerima suap melawan orang yang tak bersalah.

Tentu ini sebagian saja dari isi Alkitab (bdk. Yak. 1:17-27), tetapi sudah cukup mewakili sifat dan karakter utama Allah: Allah kudus dan Allah penuh kasih serta kebaikan. Kekudusan Allah telah ditunjukkan ketika Musa ingin menghampiri Allah, harus melepas kasut kakinya (Kel. 3:3-6). Kebaikan dan kasih Allah juga telah dinyatakan sejak alam semesta dan manusia diciptakan. Read more

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!