KABAR DARI BUKIT (Edisi 29 Desember 2024)

PENGAKUAN DAN PERMOHONAN 2024

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka” (Yes. 63:9a)

Tantangan kekristenan selain masif dan gencarnya gerakan penyebaran agama lain di Indonesia khususnya daerah tertinggal dan miskin, tantangan lainnya adalah semakin menguatnya pandangan agnostik bahkan atheis di wilayah perkotaan, dan ini berlaku juga di negara-negara maju. Tentunya kita bertanya, mengapa hal itu terjadi? Apakah mereka tidak merasakan manfaat kehidupan beragama? Atau orang Kristen gagal memberikan keteladanan yang mendorong orang lain tertarik mengikuti Tuhan Yesus? Atau mereka memandang agama lain lebih baik karena melihat bukti nyata dalam pemberian kasih kepada sesama dan ketaatan? Dalam mengakhiri tahun 2024 ini, tentu kita baik berpikir dan berefleksi, apa yang Tuhan telah berikan kepada kita, dan bagaimana meresponnya?

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu I Setelah Natal hari ini adalah Yes. 63:7-9. Judul perikopnya: Doa pengakuan dan permohonan Israel. Kita tahu dari Alkitab dan sejarah, hubungan bangsa Israel dengan Allah Abraham sering turun naik, kadang taat dan murtad, sering rajin tapi terus dingin melesu.

Allah telah berulang kali mengampuni dan menyelamatkan bangsa Israel, sejak dari perbudakan hingga masa pembuangan sampai kerajaan hancur dan adanya diaspora. “Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.” Ia tetap menjadi Juruselamat dalam segala kesesakan mereka (ay. 8b-9). Nas minggu ini menegaskan, Allah menyelamatkan bukan karena perbuatan tetapi oleh janji dan kasih setia-Nya.

Allah tidak lagi mengutus nabi atau duta, melainkan Ia sendiri dalam Pribadi Yesus ingin menyelamatkan. Meski mereka tidak percaya, kasih Allah untuk menebus anak-anak-Nya yang murtad dan berdosa, memperlihatkan kasih sayang dan kasih setia-Nya yang besar (ay. 7). Janji Allah kepada umat-Nya Israel tetap. Kasih Allah telah mempersatukan bangsa itu sebagai negara merdeka di tahun 1948. Allah berharap, mereka umat-Nya sebagai “anak-anak yang tidak akan berlaku curang”, tetap taat setia kepada-Nya (ay. 8a).

Iman (sebagai kata benda atau kata kerja) memang dapat pasang surut, bertumbuh besar atau menciut. Ketika ada banyak permasalahan hidup, dan tidak dapat melihat secara positif hal yang terjadi, maka mereka mulai mempertanyakan, di mana Allah yang selama ini menolong? Di mana para hamba-Nya dan umat Tuhan yang perlu menguatkan?

Manusia bisa tidak percaya Tuhan; merasa Tuhan tidak hidup dan tidak ikut dalam kehidupan seseorang. Tapi Tuhan memiliki kuasa dan hak prerogatif campur tangan. Mereka dapat berdalih: itu nasib, kesialan atau kebetulan. Tapi itulah misteri kebesaran-Nya.

Kembali ke pertanyaan awal, apakah kita sudah merasa Tuhan (Yesus) telah baik pada kita di tahun 2024 ini? Dia memberi kehidupan, berkat, sukacita, damai sejahtera. Bila kita gagal melihatnya karena mata kita diselubungi rasa sakit dan penderitaan, atau terlalu sombong menganggap diri dan manusia cukup hebat, maka saatnya untuk bertobat. Selalu terbuka jalan, Ia akan memulihkan dan menyelamatkan. Maukah kita kembali mengaku dan memohon kepada-Nya? Maukah kita ikut memuliakan Dia dengan rajin berdoa dan memuji-Nya, membaca dan merenungkan Firman-Nya, menjaga kesucian hati dan pikiran, mengikuti perintah-Nya, dan berbagi kasih dan kebaikan kepada sesama?

“Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia (Mzm. 103:13). Mari, datanglah, kembalilah….

Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.

Tuhan Yesus memberkati, amin. 🙏

Bacalah renungan paralel menurut leksionari hari Minggu ini: Mengapa Kamu Mencari Aku? (Luk 2:41-49) dan/atau Natal dan Perubahan (Kol. 3:12-17) dan/atau Semakin Disukai (1Sam. 2:18-20, 26), silahkan klik www.kabardaribukit.org

NATAL YANG BERSUKA CITA

NATAL YANG BERSUKACITA
Bersekutu bersama Tuhan

HADIAH UNTUK RAJA (Mzm. 97:1-12)

“Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati” (Mzm. 97:11)

Hari yang dinanti-nantikan itu telah tiba. Sukacita besar umat Kristiani merayakan Natal. Firman Tuhan bagi kita adalah Mzm. 97. Ada 12 ayat, judul perikopnya: Tuhan adalah Raja. Ya, kedatangan Raja kita Tuhan Yesus telah ratusan tahun ditunggu-tunggu. Alkitab PL menuliskan, ada 300 lebih nubuat tentang kedatangan Sang Mesias. Kini, Ia datang. Kita merayakannya.

Sambutan hangat dan terbaik adalah memberi hadiah kepada Raja kita. Tentu, Tuhan kita tidak membutuhkan hadiah berupa barang atau benda. Namun ada yang dapat kita berikan sebagai hadiah yang terbaik kepada Tuhan, yakni: pertama, sikap bersukacita dan bersyukur. Mazmur 97 ini menuliskan: “TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak, biarlah banyak pulau bersukacita! Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya…. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus” (ayat 1-2, 11-12).

Hadiah kedua, kita berikan sikap taat dan setia sebagai murid-Nya. “Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan!” (ayat 10). Sebagai murid yang taat dan setia, kita juga harus memperlihatkan kemenangan iman selama ini. Kita adalah pemenang, meski kita akui kadang-kadang kita jatuh, tetapi kita tahu Tuhan Yesus telah memberi pengampunan bagi anak-anak-Nya. Lawan-lawan kita, yakni iblis, ego, sifat jahat dan suka akan dosa, telah dikalahkan, sebagaimana ungkapan pemazmur. “Api menjalar di hadapan-Nya, dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling. Kilat-kilat-Nya menerangi dunia, bumi melihatnya dan gemetar. Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN, di hadapan Tuhan seluruh bumi” (ayat 3-5).

Hadiah ketiga bagi Tuhan Yesus, memperlihatkan bahwa tugas utusan yang diberikan kepada kita yaitu menjalankan Amanat Agung, tetap kita laksanakan dengan baik. Pemazmur nas ini mengekpresikan, “Langit memberitakan keadilan-Nya, dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya. Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu, orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala; segala allah sujud menyembah kepada-Nya” (ayat 6-7). Bila kita merasa belum ikut berpartisipasi, atau belum maksimal, saatnya memberi janji kepada Tuhan di momen Natal ini, bahwa kita ingin lebih aktif di hari-hari mendatang. Banyak cara dan jalan untuk ikut misi agung ini, baik melalui perbuatan baik atau mengabarkan. Bila merasa tidak mempunyai talenta langsung, atau masih sibuk urusan pekerjaan, maka dukung dengan cara lain. Hidup kita orang Kristen bukanlah hanya beribadah, tetapi berbuat nyata bagi sesama.

Hadiah keempat, memperlihatkan kerinduan akan kedatangan Tuhan Yesus Kembali Kedua Kalinya (K4). Nubuat PL telah digenapi ketika bayi Yesus lahir di Betlehem. Tetapi, Alkitab juga menuliskan nubuat baru sebanyak 200 kali, bahwa Yesus akan datang kembali lagi untuk mengangkat semua orang percaya. Sikap kita dalam menanti-nantikan Tuhan, mesti bagaikan burung rajawali (Yes 40:31). “Sion mendengarnya dan bersukacita, puteri-puteri Yehuda bersorak-sorak, oleh karena penghukuman-Mu, ya TUHAN. Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi, Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah” (ayat 8-9).

Kita sebagai anak-anak-Nya di dunia ini, akan terus melewati segala zaman dengan kemenangan. Tuhan kita Penebus dan Juruselamat telah lahir untuk kita. Maka kita percaya, sebagaimana dinyatakan dalam ayat 10b, “Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.” Untuk itulah kita sangat bersyukur, dan layak merayakan Natal ini dengan penuh sukacita.

SELAMAT HARI NATAL 2024.

Tuhan Yesus memberkati kita semua, amin. 🙏

Pujian dan berdoa pribadi

KABAR DARI BUKIT (Edisi 22 Desember 2024)

MENDAPAT JANJI YANG TERBAIK

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya” (2Sam. 7:16)

Umumnya kita tahu cara menyenangkan hati Tuhan. Tapi, pernahkah terpikir untuk melakukan kebaikan besar yang pasti disukai-Nya? Mungkin pikiran itu datang saat merenung, mendengar khotbah, berdoa, membaca Alkitab atau renungan, atau percakapan tertentu. Jika pernah, sudah merasakan hasilnya?

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu Adven IV ini adalah 2Sam. 7:1-11, 16. Nas ini berbicara tentang gagasan Daud – sebagai raja dan tinggal di istana, untuk membangun Bait Allah yang megah. Kita tahu pada masa itu, tabut Perjanjian berupa “kotak kayu yang bisa ditandu”, berisikan lempengan hukum Taurat (Kel. 25:22; 2Sam. 6:9-10) dan disimpan di bawah tenda. Lantas Daud berkata kepada Nabi Natan penasihatnya, “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda” (ay. 2). Lalu Natan menjawab, “Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Tuhan menyertai engkau” (ay. 3).

Tentu tidak semua mempunyai rumah tinggal yang lebih indah dari gedung gereja kita. Jika demikian, tentu bersyukur, Tuhan memberi berkat besar. Namun, pikiran seperti Daud, memberi yang terbaik bagi kemuliaan dan kebesaran Tuhan, sangat baik terbersit dan terbeban bagi orang percaya. Tidak perlu berdalih bahwa bait Allah tidak hanya gedung tapi juga tubuh kita (1Kor. 3:16), lantas tidak peduli.

Perlu kita sadari bahwa Tuhan sebenarnya tidak memerlukan apapun dari kita (ay. 5-7). Namun sabgat bagus jika kita menjadi berkat bagi pelayanan Tuhan dan sesama. Perjalanan hidup Daud dan kita semua merupakan rencana Allah, sepanjang mengikuti jalan-Nya. Daud terus berusaha taat, seperti ia berkesempatan membunuh raja Saul namun tidak mau
sebab diurapi Allah (1Sam. 24:6; 26:10-11). Meski Daud pernah jatuh tergoda dosa, tetapi rencana-Nya pasti terlaksana.

Melalui nas minggu ini kita belajar dari Daud. Kehadiran Allah disimbolkan pada Tabut Perjanjian. Daud ingin agar Allah menetap. Kini, bagaimana agar Allah hadir dan berdiam tetap di dalam hidup kita? Allah selalu berjalan bersama umat-Nya, sebagaimana Ia berjalan bersama bangsa Israel dan kehidupan Daud (ay. 7-11). Masalahnya, apakah kita menyadari Tuhan punya rencana bagi kita bila mengikuti rancangan-Nya, yakni rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepada kita hari depan yang penuh harapan (Yer. 29:11).

Kita juga belajar tentang kerendahan hati Daud. Meski ia raja, tetapi terlebih dahulu menanyakan pikirannya kepada hamba-Nya Natan. Ini perlu ditiru. Kelemahan kita, seringnya pikiran kita tidak didiskusikan dengan hamba-Nya. Daud juga tidak mempermasalahkan, apakah ia sanggup menyelesaikan, tapi motivasinya baik. Kita tahu, Bait Allah diselesaikan oleh Raja Salomo, anaknya.

Namun melalui nas ini jelas kita lihat, janji Tuhan kepada Daud terbukti, bukan saja keturunannya menjadi raja-raja Israel tetapi juga Raja segala Raja yaitu Kristus Yesus yang akan kita sambut dan rayakan kelahirannya. Alkitab mengajarkan, memberi yang terbaik tidak harus harta (1Kor. 16:1-2), tapi juga menjaga kekudusan tubuh (Rm. 12:1), melalui hati dan mulut, misalnya sebagai pendoa syafaat (Ibr. 13:15), tenaga dan waktu dengan mendukung pelayanan sosial (Mat. 25:31-46; Yak. 1:27), bahkan nyawa kita dengan setia sampai Tuhan memanggil pulang (Yoh. 15:13; 1Yoh. 3:16). Mari memberi yang terbaik untuk mendapatkan yang terbaik, menerima janji kekal bagi keluarga dan keturunan kita (ay. 16). Terpujilah Yesus.

Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.

Tuhan Yesus memberkati, amin. 🙏

Bacalah renungan paralel menurut leksionari hari Minggu ini: Berbahagialah yang Telah Percaya (Luk 1:39-55) dan/atau Perdamaian Kekal (Ibr. 10:5-10) dan/atau Rindu Perubahan (Mi. 5:1-5), silahkan klik www.kabardaribukit.org

KABAR DARI BUKIT (Edisi 15 Desember 2024)

MENEMUKAN DAN MENJAWAB JANJI TUHAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia” (Luk. 1:50)

Menjelang Natal ini, layanan Netflix menayangkan film “Mary” atau Maria, ibunya Yesus. Ada banyak tafsir dan penggambaran kehidupan Maria yang tidak rinci diceritakan di Alkitab, seperti Maria adalah anak yang lama dinantikan, buah doa orangtuanya. Oleh karenanya ia diserahkan dan tumbuh besar di Bait Allah, rencananya menjadi hamba Allah yang tidak menikah. Namun jalan Tuhan berbeda, Yusuf melihatnya dan melamar kepada orang tuanya; akhirnya mereka bertunangan. Setelah diketahui hamil oleh Roh Kudus, Maria pun diusir dari Bait Allah, bahkan kemudian diasingkan ke rumah Elisabet, kerabatnya, menghindari rajam hukum Yahudi karena hamil di luar nikah. Begitu berat penderitaan yang dilewati oleh Maria termasuk dikejar-kejar penguasa Herodes untuk membunuh bayinya.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu Adven III ini adalah Luk. 1:46-55. Ini nyanyian pujian Maria terhadap respon Elisabet atas kunjungannya yang mendadak, mengagetkan Elisabet hingga melonjak anak yang di dalam rahimnya, dan berkata: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (ay. 42-43).

Maria pun semakin diteguhkan akan rencana dan amanat Tuhan dalam hidupnya, dan langsung bersenandung: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku…, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus” (ay. 46-49).

Melalui nas ini kita diberi keteladanan dan pengajaran, tentang janji dan rencana Tuhan dalam diri Elisabet dan Maria. Dalam memenuhi janji tersebut, keduanya melalui jalan yang sulit dan penuh tangisan: Elisabet dihina sebagai wanita mandul dan akan diasingkan, serta Maria hidup dalam pelarian dan pengasingan. Namun seperti kata Elisabet kepada Maria: “Berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (ay. 45).

Selain meneladani Elisabet dan Maria dalam keteguhan iman atas rencana Tuhan dalam hidup mereka, mari kita juga belajar dan bertanya: adakah janji Tuhan kepadaku? Apakah Tuhan beramanat kepadaku, sebagaimana Maria, Yusuf dan Zakaria suami Elisabet yang didatangi oleh malaikat Gabriel?

Menantikan malaikat berbicara kepada kita tentunya tidak salah, tapi kurang efektip. Sebab janji amanat Tuhan telah tersedia di Alkitab, karena itu disebut Kitab Perjanjian. Tidak kurang dari 3.000 ayat janji Tuhan tertulis di Alkitab, untuk berbagai pribadi dan situasi. Kuncinya, seberapa rindu kita membaca dan mencari janji tersebut bagi diri kita? “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah maka kamu akan mendapat” (Mat. 7:7a). Tidak ada amanat atau janji yang terlambat dan usang, sebab semua adalah hal baru bagi kita.

Temukanlah saat hening mencari ayat emas yang diberikan oleh Roh Kudus. Peganglah dan buatlah sesuatu tanda/simbol pengingat, dapat berupa foto, patung atau salib Yesus di dinding rumah, ornamen hias di tubuh, dan lainnya. Saya sendiri membuat tanda, yakni berupa tato salib di pundak mengingatkan harus memikul salib, dan ketikan ayat emas berlapis plastik di dompet, mengimani janji Tuhan selalu bersama saya.

Yesus adalah Allah kita yang hidup dan akan terus menyertai dan janji-Nya tidak pernah gagal (2Pet. 3:9); bukan saja untuk kita, sebab, “rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia” (ay. 50). Mari temukan, dan jalani.

Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.

Tuhan Yesus memberkati, amin. 🙏

Bacalah renungan paralel menurut leksionari hari Minggu ini: Kapak dan Penampi itu Siap Beraksi (Luk 3:7-18) dan Pemurnian Diri (Mal. 3:1-4), silahkan klik www.kabardaribukit.org

KABAR DARI BUKIT (Edisi 8 Desember 2024)

DOA UNTUK ANAK DAN PEMIMPIN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja dan keadilan-Mu kepada putera raja!” (Mzm. 72:1)

Setiap orangtua pastilah ingin memberikan warisan atau legasi yang sangat indah kepada anak-anaknya, tidak hanya dalam bentuk harta benda atau kekuasaan – yang kadang kala malah lebih sering menjerumuskan. Para manusia terkaya di jagad seperti Waren Buffet, Bill Gates dan beberapa lainnya, hanya memberikan secukupnya bagi anak-anak mereka, sebaliknya memberikan sebagian besar kekayaannya bagi kegiatan amal (filantropi). Namun selain nilai-nilai hidup yang diwariskan, sangatlah bijaksana juga membawa mereka di dalam doa.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu Adven II ini adalah Mzm. 72:1-7, 18-19. Ini di satu sisi merupakan doa Raja Daud di masa tuanya, bagi putranya Salomo yang menggantikannya; sebelumnya di Mzm. 71, Daud berdoa bagi dirinya sendiri. Terbukti, Salomo menjadi raja yang berhasil dan bijaksana khususnya di awal periode. Namun di sisi lain, nas minggu ini juga merupakan nubuatan dan pengharapan akan kelahiran seorang Mesias Putra Daud. Terbukti, Allah mendudukkan seorang keturunan Daud bertakhta yaitu Kristus Yesus (Mat. 1:1; Kis. 2:30).

Raja Daud sangat paham bahwa kekuasaan dan harta tidak akan langgeng; ada banyak godaan dan tantangan, serta hidup manusia tidak juga berakhir di dunia ini. Manusia akan sirna ditelan waktu, namun semasa hidup mereka, biarlah anak-anak juga menjalaninya dengan baik dan menjadi berkat. Daud sangat percaya, hidup seseorang tidak hanya dikendalikan olehnya. Campur tangan Tuhan teruslah bekerja, khususnya bagi mereka yang beriman dan mengandalkan-Nya dalam setiap langkah hidupnya. Oleh karena itulah, Daud menaikkan doa agar Salomo dan Putra Raja kelak, mampu memberikan yang terbaik bagi semua bangsa.

Ada tiga pokok doa Daud. Pertama, kiranya Salomo dan Putra Raja diberi hikmat dan kebijaksanaan untuk menjalankan hukum Tuhan. Daud ingin keturunannya bertindak adil khususnya bagi mereka yang lemah dan tertindas (ay. 1-2). Oleh karena itu, Tuhan Yesus pada pesan pertama-Nya, selain menyerukan agar orang-orang “bertobatlah sebab Kerajaan Sorga sudah dekat” (Mat. 4:7), Ia juga mengatakan telah menggenapkan nas Nabi Yesaya dengan diutus menyampaikan kabar baik kepada orang miskin, memberitakan pembebasan bagi tawanan, penglihatan bagi orang buta, membebaskan orang tertindas, dan memberitakan tahun Rahmat Tuhan telah datang (Luk. 4:18-21; Yes. 61:1-2).

Bagian kedua doa Raja Daud, agar keturunannya dapat membawa kedamaian dan kemakmuran bagi negeri. “Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera…, bukit-bukit membawa kebenaran! Kiranya ia memberi keadilan kepada orang-orang yang tertindas…, menolong orang-orang miskin, tetapi meremukkan pemeras-pemeras!… Mereka seperti hujan yang turun ke atas padang rumput, seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!” (ay. 3-4, 6).

Sebagai ayah bagi putra dan keturunannya,
bagian ketiga doa Daud memohon, “Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari, dan selama ada bulan, turun-temurun! Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!” (ay. 5, 7). Terbukti, Yesus Kristus anak Daud, Kerajaan-Nya di bumi tetap kekal, meski masih ada misi yang belum tuntas terwujud, dan dipercayakan kepada kita.

Penutup nas minggu ini merupakan pujian kepada Allah yang melakukan perbuatan ajaib (ay. 18). Maka kita pun, dalam menantikan Yesus kembali, dan menyongsong peringatan kelahiran Sang Putra, serta kita juga baru memperoleh Presiden baru dan para pemimpin seperti Gubernur, Bupati dan Walikota, mari bersyukur dan berdoa bagi anak-anak kita dan para pemimpin, agar Tuhan Yesus memakai hidup mereka dan nama-Nya mulia selama-lamanya (ay. 19).

Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.

Tuhan Yesus memberkati, amin. 🙏

Bacalah renungan paralel menurut leksionari hari Minggu ini: Kebenaran yang Berbuah (Flp. 1:3-11) dan Pemurnian Diri (Mal. 3:1-4), silahkan klik www.kabardaribukit.org

KABAR DARI BUKIT (Edisi 1 Desember 2024)

MENYEGARKAN DAN MEMPERBARUI PERJANJIAN

Pdt. (Em.) Ramles Manampang Silalahi

”Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku” (Mzm. 25:4-5a)

Ada beberapa gereja belum boleh merayakan Natal sampai berlalunya Minggu Adven II, berangkat dari tradisi bahwa untuk Minggu Adven I dan II, pesan khotbah masih bertema refleksi diri, penantian untuk menyambut kedatangan Yesus Kedua Kali. Ini senada pesan Yohanes Pembaptis, “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya” (Mat. 3:3; Mrk. 1:3; Yes. 40:3). Setelah Adven III, barulah tema mulai hal sukacita, dan perayaan Natal juga semakin meriah. Tentunya ada jalan keluar bila harus merayakannya di awal, pesan khotbah baiknya menyisipkan pentingnya pertobatan untuk menyambut Natal.

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu Adven I ini adalah Mzm. 25:1-10. Ini doa Raja Daud berisi permohonan ampun dan perlindungan. Sama seperti kita, Daud menyadari perbuatan dosa-dosanya, meski tentu ada banyak hal perbuatannya yang menyenangkan hati Tuhan. Tapi dosa adalah dosa. Dampak dosa dapat diterima hukumannya saat hidup di dunia, tetapi dapat juga kelak dalam penghakiman pasca kematian. Semua adalah hak kedaulatan Tuhan.

Daud dan tentunya kita juga, berharap agar hukuman Tuhan tidak terjadi dan dilakukan di dunia, apalagi jika harus menanggung derita dan malu di hadapan mata teman-teman. Tetapi jika itu yang terjadi – meski tidak selalu dampak dosa seperti dialami Ayub, Daud menanggung dosanya yakni anaknya mati dari hasil perselingkuhannya dengan Batsyeba (2Sam. 12:18). Oleh karenanya jangan mudah jatuh dan kecewa, tapi tetaplah berserah menerimanya, dan percaya, Tuhan akan menolong keluar dari masalah dan derita yang menimpa (ay. 1).

Melepaskan diri dari dosa dan jeratnya, Mazmur ini memberi dua arahan. Pertama, ada kemauan dan memohon agar Tuhan memberitahu dan menunjukkan jalan-jalan-Nya; dan kedua agar Tuhan membawa kita berjalan dalam kebenaran-Nya serta mengajar kita, meski kadang harus melalui jalan sulit (ay. 4-5a). “TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat. Ia membimbing ….., dan mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati” (ay. 8-9).

Hidup sebagai pengikut Tuhan Yesus, mesti menyadari bahwa kita terikat janji. Alkitab adalah Kitab Perjanjian – Lama dan Baru. Orang tua saat anaknya dibaptis percik, berjanji anaknya kelak dibawa belajar isi Perjanjian, agar imannya bulat (sidi). Mereka yang diserahkan dan baptis selam/dewasa, pada hakekatnya adalah mengikat janji mengikuti Yesus, sebab melalui baptisan telah dipersatukan dan dibangkitkan sebagai manusia baru. Dan kita diingatkan juga, di dalam perjanjian dengan Allah tersedia rahmat dan kasih setia-Nya yang besar. Tuhan juga berjanji akan menghapus dan tidak mengingat pelanggaran-pelanggaran yang kita lakukan (ay. 6-7).

Memasuki minggu adven pertama ini, marilah kita menyegarkan, menguatkan dan memperbarui perjanjian kita kepada Tuhan. Dia adalah Allah yang menyelamatkan dan kita rindu menanti-nantikannya sepanjang hari (ay. 5b). Ini dilakukan dengan doa dan mohon pengampunan, serta tekad dalam perbuatan. Tidak perlu ritual baptis ulang dan lainnya. Utamanya, kita teguh dalam iman: “Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya” (ay. 10). Terpujilah Dia yang kita nantikan dan akan peringati kelahiran-Nya.

Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.

Tuhan Yesus memberkati, amin. 🙏

Bacalah renungan paralel menurut leksionari hari Minggu ini: Kerajaan Allah Sudah Dekat (Luk 21:25-38) dan Bertambah Kelimpahan (1Tes. 3:9-13), silahkan klik www.kabardaribukit.org

Hubungi Kami

Tanyakan pada kami apa yang ingin anda ketahui!