
Merajut negeri lewat karya seni
Pertiwi, berawal dari sebuah pameran tahun 2020 yang menghadirkan tiga Ibu perupa asal Bali yang memiliki eksplorasi karya yang berbeda satu dengan lainnya.
Mereka adalah:Ni Nyoman Sani yang berlatar pendidikan Seni Lukis S1 di STSI/ISI Denpasar, Gusti Ketut Oka Armini mengenyam pendidikan S1 khusus Seni Grafis di FSRD ISI Yogyakarta; dan Ni Ketut Ayu Sri Wardani menjalani pendidikan Seni Lukis di FSRD ITB Bandung.
Pertiwi = Tiga wanita perupa
Ayu dan Oka menempuh pendidikan tingkat menengah di sekolah yang sama yaitu di Sekolah Menengah di Denpasar (SMSR/SMK sekarang), sementara Sani bersekolah di SMA 1 Saraswati.
Pendidikan awal ini menjadi dasar untuk mengembangkan bakat dan minatmereka serta memilih institusi selanjutnya.
Ternyata kebersamaan mereka dipertemukan dalam kebersamaan menjala elan vital kreatif, disela kesibukannya masing-masing sebagai Ibu mereka tetap merawat kegelisahan kreatifnya pada media ekspresi yang mereka tekuni.
Visi dan Misi
Proyek lawatan seni ke Toba merupakan respon atas konsep “Merajut Nusantara” yang diinisiasi oleh almarhum abang Erland Sibuea, suami Ayu Sri Wardani, yang telah menorehkan berbagai goresan dalam karya- karya sketsa selama mereka mengunjungi Toba.
Perjalanan itu merupakan penanda proyek awal mereka dalam merajut Nusantara, konsep inilah yang kemudian direspon oleh Pertiwi yang diterjemahkan menjadi tema Merajut Warna Kenusantaraan (Weaving the Colours of the Archipelago).
Pemilihan Toba sebagai lokus awal menjadi semacam napak tilas atas perjalanan rupa yang telah dimulai abang Erland Sibuea (TI 86) dan Ayu Sri Wardani, kini bersama Oka Armini dan Nyoman Sani.
Untuk melengkapi karya seni yang dihasilkan, proyek Merajut Warna Nusantara ini juga menyertakan perancang busana Nick Djatnika, fotografer Toba Charis Martin Purba serta ditemani kurator Wayan Seriyoga Parta.
Nick akan menyertakan karya rancangan busana nya yang mengandalkan kain tenun dari berbagai daerha di Indonesia, menyajikan busana yang cantik unik dan menarik.
Charis akan menyertakan karya fotonya yang menangkap alam, struktur dan manusia di kawasan Danau Toba lewat rekaman kamera untuk menangkap keindahan dan keunikan Danau Toba.
Kurator Wayan Seriyoga Parta yang merajut keseluruhan karya untuk tetap terjalin dalam satu cerita dan paket karya seni yang utuh.
Mereka bersama dengan Pertiwi berkolaborasi untuk menangkap kosmos dan spirit Toba. Semoga juga dapat terjalin peluang-peluang kerjasama dan kolaborasi dengan seniman lokal untuk menjalin untaian daya-daya kreatif yang akan memperkaya wawasan dan imaji untuk berkarya.
Tujuan
Menyerap alam, budaya dan berinteraksi dengan masyarakat terutama ibu-ibu dan aktivitas budaya, meliputi:
- Mencermati alam dan budaya Batak
- Kunjungan ke ruang seni budaya dan museum
- Mengunjungi produksi kain tenun Batak Mengamati rumah adat dan motif ornamen, warna dan nilai simboliknya
- Berinteraksi dengan masyarakat khusus perempuan Toba dan mencermati peran perempuan dalam kebudayaan Toba
- Bertemu dan berkolaborasi dengan seniman setempat
Target yang ingin dicapai
- Menghubungkan perjalanan, pengamatan, interaksi sosial serta berproses langsung dalam menciptakan karya 2 dimensi dan video dokumenter tentang perjalanan bersama Pertiwi ke Toba.
- Hasil riset berupa karya dari masing-masing kemudian akan dipamerkan, bisa di Toba, atau di kelilingkan di Jakarta, Bandung, Bali dan Perth.
- Disiapkan 1 karya untuk badan amal berbasis di Kawasan Danau Toba.
- Melakukan sosialisasi melalui karya seni untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keindahan Danau Toba, merawat dan menjaga kelestarian lingkungan yang sudah semestinya menjadi tanggung jawab kita semua.
Progam ini dipersembahkan dengan rasa bangga dan dedikasi sepenuh hati untuk membantu mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Danau Toba.
Kegiatan ini didukung oleh Gaja Toba sebagai bentuk nyata kepedulian dan partisipasi aktif Gaja Toba membangun Bonapasogit.
Pertiwi Negeriku Toba Exhibition (22 September – 25 Oktober 2023) October 31st, 2023roy