KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT
WORKSHOP HIDROGEOLOGI KALDERA TOBA
Di Teknik Geologi Kampus ITB
11 Nopember 2016
1. Berdasarkan penelitian Hobby Parhusip dan Prof Lambok uji coba 50 titik oleh PGTS di Desa Nainggolan, secara umum air tanah terdapat pada kedalaman 12m dari permukaan tanah. Dengan kedalaman itu sumur pompa Teknologi Tepat Guna sangat tepat dipergunakan di sepanjang wilayah bibir danau. Kemampuan sumur pompa adalah 2,5 l/dtk dan kemampuan pompa adalah 0,5 l/dtk.
2. Perlu dilakukan serah terima 50 buah sumur pompa yang terdapat di Nainggolan dari PGTS kepada Pemkab Samosir.
3. Program sumur pompa teknologi tepat guna akan diperkenalkan ke tiap Pemkab di KDT. Kenyataan banyak sawah di sekitar pantai danau sudah memiliki saluran irigasi, namun kering ketika tidak hujan. Pemkab KDT juga diminta meninjau sumur pompa yang sudah dilaksanakan di Nainggolan Kab. Samosir.
4. ITB/Tim Prof Lambok akan menentukan 10 lokasi wilayah baru untuk pengembangan sumur pompa seperti di Desa Nainggolan, Samosir yang mencakup semua kabupaten KDT. Diharapkan dalam 3 bulan hasilnya diberikan kepada PGTS dan PGTS akan memfasilitasi survey tersebut.
5. ITB/Prof Lambok dan Tim akan menyiapkan kerangka acuan kerja pemerintah Pemkab di KDT untuk menyusun anggaran survey potensi dan pemetaan hidrogeologi.
6. Peta Hidrogeologi Kawasan Toba skala 1: 250.000 sudah tersedia di Badan Geologi (Kementrian ESDM) Bandung dan peta skala 1:100.000 akan selesai disusun pada tahun 2017. PGTS perlu memonitor dan memfollow upnya.
7. Perlu dijaga keseimbangan air danau toba dengan memperhatikan aspek daur hidrologi termasuk langkah dan upaya-upaya yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan tersebut.
8. Pemerintah Kabupaten di KDT perlu didorong mengusulkan pembuatan sumur bor setiap tahun kepada Badan Geologi. PGTS akan membantu memediasi PemKab dengan Badan Geologi. Diharapkan dapat dibangun 9 sumur bor dalam tahun 2017.
9. PGTS juga akan memediasi kelompok masyarakat (desa) yang membutuhkan sumur bor dengan PemKab mengenai biaya operasional. Dibutuhkan lahan 40m2 yang disediakan oleh masyarakat.
10. PGTS perlu menindaklanjuti utk program solar cell ke Ditjen Energi Baru utk terjaminnya penyediaan listrik penggerak pompa termasuk ke PUPR utk jaringan distribusi.
11. Perlu diupayakan penandatangan kerjasama semua Pemkab dgn ITB dan PGTS untuk memfasilitasi program-program terkait hidrogeologi di wilayah KDT (tambahan hasil pertemuan).
Bandung, 11 Nopember 2016
KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT WORKSHOP HIDROGEOLOGI KALDERA TOBA, 11 NOVEMBER 2016 November 16th, 2016roy