Damai Sejahtera di Hati
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.” (Luk 2:11)
Firman Tuhan hari Minggu Advent IV sekaligus menyambut Natal malam ini dari Luk 2:1-20 berisi sukacita sorgawi akan berita: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Akhirnya, segala beban dan tekanan yang dialami oleh Elisabet dan Zakharia, Maria dan Yusuf, dan para gembala, lepas dan berujung penuh sukacita.
Semua orang tidak akan tahu bagaimana sebuah perjuangan dan beban hidup dapat berubah menjadi sebuah sukacita. Di sini hal yang menentukan adalah iman percaya kita kepada janji Allah. Maria menyadari akan beratnya beban yang akan dia terima dengan mengandung bayi itu, tetapi karena ia menerima dan percaya, maka Allah kemudian mengubahnya menjadi sukacita. Maria siap menerima baik kehormatan maupun celaan yang akan dialaminya dengan menjadi ibu lahiriah dari Anak yang kudus itu.
Demikianlah kiranya bagi kita yang saat ini mengalami pergumulan atau beban hidup. Percaya kepada rencanaNya, bukan dengan jalan pikiran sendiri. Kita diajarkan untuk melihat rencana Allah adalah rencana yang indah (Yer 29:11). Mata manusia kita sangat terbatas untuk melihat akan apa yang terjadi di balik semua beban yang terjadi. Janji Tuhan pasti akan digenapi, dan pesan itulah yang bisa kita lihat dari pengalaman Maria dan Elisabet, keduanya dipakai Tuhan untuk menjadi ibu yang diberkati. “Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana” (Luk 1:45).
Hal yang utama kita lihat adalah pentingnya kerendahan hati. Maria ibu Yesus memberikan keteladanan. Elisabet dan kaum gembala juga demikian. Allah menggenapi janjinya bagi mereka yang bersedia merendahkan hatinya. Hal lainnya, sebagaimana para gembala, perlu respon cepat dan kesediaan menjadi saksi bagi Dia. Para gembala, setelah melihat apa yang dikatakan (dan dirasakan) tentang bayi Yesus, “Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.” (ayat 20)
Mari kita sambut kelahiran Yesus di dalam hati kita. Mari kita lebih memuji dan memuliakan Allah dalam kehidupan ini. Tetaplah percaya akan kasih dan pemeliharaanNya. Menerima tanggungjawab dari Allah dan kita berbahagia akan janji Tuhan, sebab janjiNya itu “ya” dan “amin”. Kalaupun itu berbentuk beban tantangan dan pergumulan, maka kita harus taat dan setia dalam berjuang dan menanggungnya sampai tiba saat janji dan kebahagiaan itu datang. Kemuliaan Tuhan pun akan bersinar meliputi kehidupan kita. Damai sejahtera di hati, damai di keluarga, damai di sesama, dan damai sejahtera di bumi. Haleluya. Selamat hari Minggu dan beribadah malam natal sambil berkidung pujian: “Malam Kudus… bintang-bintang gemerlap…”. Tuhan memberkati, Amin.
Pdt. Em. Ramles M. Silalahi dan keluarga mengucapkan SELAMAT HARI NATAL untuk kita semua. Salam dari New York